Lecturer
1 bulan lalu · 55 view · 4 min baca menit baca · Ekonomi 34156_32859.jpg
Ekbis - SINDOnews

Mengintegrasikan Kekuatan Asia Tenggara

Bung Karno pernah bilang, “Jangan pernah melupakan sejarah.” Benar bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada sejarahnya.

ASEAN adalah kepanjangan dari Association of South East Asia Nations. Ia disebut juga sebagai Perbara yang merupakan singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Kawasan Asia Tenggara yang secara geopolitik dan geoekonomi mempunyai nilai strategis, menjadi incaran bahkan pertentangan kepentingan negara-negara besar pasca Perang Dunia II. Karenanya, kawasan ini pernah dijuluki “Balkan-nya Asia”.

Persaingan antarnegara adidaya dan kekuatan besar lainnya di kawasan terlihat pada Perang Vietnam. Di samping itu, konflik kepentingan juga pernah terjadi di antara sesama negara-negara Asia Tenggara, seperti “konfrontasi” antara Indonesia dan Malaysia.

Dilatarbelakangi perkembangan situasi di kawasan pada saat itu, negara-negara Asia Tenggara menyadari perlu dibentuk suatu kerja sama yang dapat meredakan saling curiga sekaligus membangun rasa saling percaya serta mendorong pembangunan di kawasan, sebelum terbentuknya Asean tahun 1967.

Negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk menggalang kerja sama regional, baik yang bersifat intra maupun ekstra kawasan, seperti Association of Southeast Asia (ASA), Malaya, Philippine, Indonesia (Malphilindo), South East Asian Ministers of Education Organization (Seameo), South East Asia Treaty Organization (Seato), dan Asia and Pacific Council (Aspac).

Meredanya rasa saling curiga di antara negara-negara Asia Tenggara membawa dampak positif yang mendorong pembentukan organisasi kerja sama kawasan. Pertemuan-pertemuan konsultatif yang dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand menghasilkan rancangan Joint Declaration.


Antara lain mencakup kesadaran perlunya meningkatkan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik serta membina kerja sama yang bermanfaat di antara negara-negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan budaya. (ondena.com)

ASEAN dibentuk untuk meningkatkan dan mengembangkan ekonomi negara Asia Tenggara menghadapi persaingan ekonomi global. Gagasan pembentukannya ini salah satu perwujudan dan komitmen bersama di antara negara-negara anggota.

Salah satu pelopor pembentukan ASEAN adalah negara Indonesia. Kita patut berbangga akan itu. Rancangan dan perencanaan yang telah dibuat bersama untuk pengembangan ASEAN yang mandiri kuat dan berdaya saing.

Di era modern saat ini, yang sering disebut dengan zaman industri 4, setiap negara makin maju banyak perubahan yang telah terjadi. Salah satunya adalah perubahan ekonomi negara yang sangat pesat. Namun perubahan tersebut terkadang membuat kemajuan atau kemunduran bagi masyarakat itu sendiri.

Sekarang ini masyarakat terkadang mengalami kesulitan dalam menghadapi perekonomian mereka. Salah satu contohnya masyarakat Indonesia dalam menghadapi ekonomi di ASEAN. Kita sebagai masyarakat Indonesia harus bisa menghadapi ekonomi ASEAN 2015 yang sudah direncanakan oleh pemimpin-pemimpin ASEAN.

Indonesia sendiri sebenarnya mempunyai banyak peluang untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Indonesia adalah negara agraris. Tanah Indonesia sangat cocok sekali ditanami rempah-rempah dan tanaman lainnya yang banyak dibutuhkan oleh negara di dunia.

Dengan adanya hal seperti itu, bagaimana cara kita untuk memanfaatkan MEA itu sendiri? Di negara kita banyak sekali sektor yang bisa dimanfaatkan. Contohnya sektor perikanan. Kita ketahui sendiri, lebih 50% wilayah Indonesia adalah perairan. Kemudian kita juga mempunyai sumber daya alam yang melimpah.

Dalam mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN, perlu dipikirkan akses infrastruktur dan pembangunan sektor riil, juga membuat perencanaan pembangunan ekonomi ASEAN yang berkelanjutan.

ASEAN memiliki kekuatan yang unik di mana budaya, bahasa, iklim, hasil bumi sama, sehingga memberikan akses yang luas dalam peningkatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Seiring dengan perjalanan ASEAN, banyak masyarakat Indonesia belum mengetahui apa sebenarnya tujuan dari organisasi kenegaraan ini. Masyarakat hanya tahu namanya saja, tetapi fungsi dan tujuan secara filosofis tidak diketahui.

Memang di dalam pendidikan sejarah organisasi kenegaraan ini telah diajarkan, tetapi tidak menambah pengetahuan masyarakat dalam memahaminya. Pemahaman yang kurang dari masyarakat membuat ASEAN tidak hangat dibicarakan oleh publik, sehingga banyak masyarakat belum mengetahui secara holistik.

ASEAN sudah hampir setengah abad, tetapi pengenalan masyarakat akan keberlangsungan organisasi kenegaraan ini belum maksimal dalam peningkatan dan pembangunan yang bisa membawa negara ASEAN sejahtera. Perlu evaluasi dan pembenahan untuk memberikan kontribusi yang signifikan pada kemajuan anggotanya.

Prinsip dan tujuan utama berdirinya sudah jelas diterangkan. Hanya implementasinya kurang berjalan dengan baik. ASEAN adalah kekuatan negara Asia Tenggara untuk bisa menjadi Macan Asia dan Macan Dunia. Bukan tidak mungkin ASEAN menjadi negara Macan Asia dan Raja Dunia.

Dalam perjalanannya, memang kita membutuhkan energi yang bersinergis dan berkorelasi. Beberapa hal yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Pertama, yang dilakukan ASEAN adalah pemahaman sama mengenai negara ASEAN setiap negara anggota ASEAN membuat program sosialisasi ASEAN masuk desa. Karena yang paling tidak tahu mengenai ASEAN itu adalah masyarakat di pedesaan.

Jangankan di desa, di kota saja banyak yang tidak tahu. Tujuannya adalah supaya mereka siap untuk menghadapi perdagangan bebas antarnegara ASEAN.


Kedua, ASEAN perlu membuat bahasa regional, sehingga di antara negara ASEAN bisa saling mengerti dan berkomunikasi dengan jelas, sehingga nilai dari ASEAN mempunyai karakter bahasa dan kerja sama yang kuat.

Ketiga, ASEAN perlu membuat mata uang regional, sehingga negara-negara anggota ASEAN bisa memperkuat basis keuangan dan menaikkan nilai mata uang yang ada dalam negaranya. Tujuannya untuk saling membantu dalam fluktuasi kurs mata uang, sehingga dapat distabilkan dan dikontrol. Bila terjadi kenaikan nilai kurs, maka bisa dengan mata uang regional tadi.

Keempat, ASEAN perlu membuat simpul-simpul kekuatan ekonomi yang bisa digunakan untuk menjaga ketahanan dalam menghadapi krisis. Misalnya membuat pusat industri, pusat pertanian, pusat perikanan, pusat kajian teknologi, dan lain-lain

Kelima, untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN, perbaikan infrastruktur prioritas utama di mana membuat jalur infrastruktur yang modern. Misalnya pembangunan jembatan Selat Malaka dan Selat Sunda yang bisa menaikan debit perjalanan darat, laut, dan udara.

Semua itu bisa terwujud jika ada komitmen dan elektabilitas di antara anggota negara ASEAN. Tidak ada yang tidak mungkin. Jika berani mengerjakan, ASEAN jaya Asia Tenggara raja dunia.

Artikel Terkait