Angkot alias angkutan kota masih jadi salah satu alternatif jasa transportasi umum yang sering digunakan masyarakat. Selain memberikan besaran tarif lebih murah (baik untuk jarak dekat maupun jauh, alias pukul rata), angkot juga memberikan keseruan tersendiri bagi para penggunanya.

Namun, berada di atas angkot sambil diam dan duduk manis menunggu hingga sampai di tempat tujuan tentu bisa menyebabkan kejenuhan. Sebagai orang yang sering menggunakan jasa angkot untuk bepergian, saya sering menyaksikan ragam cara dilakukan orang agar terhindar dari kondisi tersebut.

Nah, dari hasil pengamatan, saya akan menyebutkan beberapa kegiatan yang paling sering orang lakukan agar tak bosan di atas angkot nunggu hingga sampai di tempat tujuan . Cekidot

#1 Mendengarkan musik 

Mendengarkan musik untuk bunuh waktu di atas angkot tentu merupakan salah satu kegiatan yang paling cocok. 

Memang, galibnya angkot sudah dilengkapi dengan fasilitas musik. Namun, jika genre musik tak sesuai dengan mood atau situasi saat itu, tentu akan jadi hal yang nyebelin. Misalnya nih, matahari di luar sedang murka, udara gerah, kepala puyeng, terus diputarin lagu disko. Apa tak bisa bikin tambah puyeng?

Untuk menghindari kondisi tersebut, biasanya orang lebih suka mendengarkan musik melalui gawai sendiri. Karena, pilihan musik akan berada di bawah kendali, dan pastinya lebih mudah untuk menyesuaikan dengan mood kita.

Jika mood Anda lagi kacau, maka mendengarkan lagu-lagu adem pasti jadi salah satu solusi yang ampuh, misalnya memutar lagu-lagu milik Efek Rumah Kaca, Pamungkas, Fourtwenty, atau Kunto Aji. Pasti bikin pikiran santuy.

#2 Main medsos

Salah satu kebiasaan yang paling sering orang lakukan untuk membunuh waktu adalah main hape. Mulai dari buka Facebook scroll terus sampe bawah, masuk Instagram scroll terus sampe bawah, atau masuk Twitter scroll terus sampe bawah. Niatnya, agar bisa ngelihat status menghibur, gambar menarik, atau video yang lucu.

Namun, bagi mereka yang menderita mabuk perjalanan, tentu akan menghindari kegiatan semacam ini. Pasalnya, fokus menatap layar hape bisa mempercepat intensitas keluarnya isi lambung lewat mulut, alias muntah.

Hal ini disebabkan karena, meskipun kita menganggap main hape merupakan kegiatan menyenangkan untuk membunuh waktu, justru otak menganggapnya sebagai ancaman dan memberikan respons yang salah.

Secara biologis, saat kita jalan, tubuh kita bergerak dan pindah dalam waktu bersamaan. Namun, saat kita naik angkot, kita tak bergerak. Tapi sinyal dari otot, saraf, dan mata mengatakan tubuh kita berpindah.

Nah, keadaan itu membuat otak jadi panik dan menganggap tubuh kita sedang berada dalam kondisi keracunan. Jadi otak yang panik dipaksain fokus ngelihat layar hape tentu akan makin membuat otak beranggapan "Sudah pasti ada yang salah nih dari si empunya tubuh". Kantong, mana kantong.

#3 Baca buku

Tentu membaca adalah salah satu kegiatan yang paling cocok untuk menghabiskan waktu secara bermanfaat. Biasanya kegiatan ini sering kita temui pada mahasiswa atau anak sekolahan yang punya hobi baca atau sekadar persiapan menghadapi ujian. Buku yang mereka komsumsi juga beragam: mulai dari buku tentang matkul atau matpel, pemikiran tokoh, buku motivasi, sampai tulisan ringan macam novel atau puisi.

Tapi, ada juga jenis orang yang milih membaca buku bukan karena punya niatan memahami atau menikmati isi buku, tapi sebatas pengen caper aja sama penumpang lain, yang biasanya tak bukan dan tak lain adalah penumpang unyu-unyu yang gemesin. Harapnya sih, ia akan tertarik saat ngelihat, jika penumpang di hadapan atau di sampingnya ini orang pintar karena senantiasa bergelut dengan buku. Padahal aslinya modus.

Namun, seperti main medsos, orang yang punya kebiasaan mabuk perjalanan tentu akan menghindari kebiasaan ini. Karena lagi-lagi, Anda harus siap-siap nyingkirin buku dan sedia kantong sebelum muntah.

#4 Memandang situasi di luar angkot

Memandangi hiruk pikuk dari balik kaca jendela angkot juga merupakan salah satu kegiatan yang sering orang lakukan untuk membunuh waktu. Melihat keluar jendela, dan memperhatikan apa saja yang bisa ditangkap mata: penjual koran yang tampak kucel dengan air muka lelah menahan getirnya kehidupan, pengemis buntung yang susah payah mendorong bangku rodanya, pengamen di lampu merah yang menawarkan suara dan kemampuan gitar seadanya dari satu kaca jendela ke kaca jendela mobil lainnya.

Juga: para pengendara motor yang beradu bunyi klakson, pedagang kaki lima menguap dengan kursi pelanggan kosong, kucing kotor bertubuh kurus mengais sisa makanan di tumpukan sampah, asap kendaraan mengepul keluar dari buntut mobil usang yang masih dipaksakan mengaspal, deretan pohon dan bangunan yang melebur jadi satu warna bergaris horizontal, serta apa pun itu.

#5 Tidur

Meskipun terdengar jarang, tapi kegiatan terakhir ini beberapa kali saya temui. Selain karena kelelahan, orang yang tidur di atas angkot biasanya sudah diniatkan sejak awal. Aktivitas itu mereka lakukan agar terhindar dari mabuk perjalanan sebagai efek setelah mengonsumsi obat anti-mabuk.

Jadi sebelum melakukan perjalanan cukup jauh, mereka terlebih dahulu meloloskan sebiji antimo melewati tenggorokan. Selanjutnya berpesan pada sopir angkot agar jadi alarm saat sudah sampai di tempat tujuan.