Identitas nasional merupakan ciri khas atau jati diri suatu bangsa yang membedakan antara bangsa yang satu dengan bangsa lainnya. Terdapat beraneka ragam identitias nasional di Indonesia, seperti Pancasila, masyarakat yang pluralisme, budaya gotong royong, dan musyawarah mufakat

Salah satu budaya yang menjadi karakterisitik kehidupan bangsa Indonesia adalah budaya gotong royong. Gotong royong, merupakan sebuah kegiatan turun-temurun masyarakat Indonesia berupa kerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam hal ini, gotong royong menjadi bentuk konkret kebersamaan antar masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Budaya gotong royong menjadi cerminan dan perwujudan atas kebersamaan serta rasa kekeluargaan yang terjalin dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan gotong royong telah ditanamkan sejak dini kepada seluruh masyarakat baik melalui pendidikan dasar maupun melalui berbagai kegiatan di masyarakat secara berkelanjutan.

Gotong royong juga merupakan salah satu kunci utama terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan adanya gotong royong, setiap individu akan selalu berusaha untuk membantu individu  lainnya dengan tujuan agar pekerjaan atau sesuatu yang diharapkan dapat terselesaikan atau tercapai lebih cepat dan tepat.

Di zaman perjuangan, para pahlawan saling bergotong royong untuk melawan penjajah yang hendak menguasai Indonesia. Dengan gotong royong pula, para pahlawan berusaha untuk bersatu mencapai kemerdekaan yang diharapkan sejak 350 tahun melawan penjajah dengan segala bentuk pengorbanan.

Berdasarkan catatan perjuangan, dapat diketahui bahwa gotong royong dapat menimbulkan sebuah persatuan dan kesatuan dalam diri individu. Selain itu, gotong royong juga berfungsi sebagai perekat sosial yang efektif karena dapat menciptakan tindakan yang berkesinambungan antarwarga dalam mencapai tujuan bersama yang lebih cepat dan tepat serta dapat  memupuk rasa kekeluargaan dalam bermasyarakat.

Namun, hakikat gotong royong tersebut mulai mengalami kemunduran di era globalisasi ini. Kemunduran dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu arus modernisasi dan tuntutan ekonomi dalam era globalisasi. 

Modernisasi sendiri merupakan sebuah perubahan kehidupan tradisional menjadi kehidupan yang modern dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara langsung, modernisasi dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menyelesaikan segala bentuk pekerjaannya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Namun di sisi lain, adanya modernisasi menimbulkan berbagai kesenjangan ekonomi dan sosial dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan, adanya teknologi canggih saat ini dirasa lebih cepat membantu individu dalam menyelesaikan pekerjaan daripada harus menunggu bantuan individu lainnya.

Selain itu, faktor tuntutan ekonomi juga menjadi faktor pendorong setiap individu berusaha lebih keras untuk memenuhi kebutuhannya sehingga masyarakat lebih mengutamakan kehidupan pribadinya. Kedua faktor tersebut dapat menjadi sebuah pemicu timbulnya sifat individualisme yang tentunya tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Munculnya sifat individualisme ini tentunya menyebabkan individu tersebut sulit dan bahkan tidak mau bersosialisasi dengan sekitarnya. Individu tersebut menjadi acuh tak acuh terhadap keadaan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Sikap inilah yang memicu hilangnya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai daerah, terutama di daerah perkotaan yang telah mengalami perkembangan teknologi dengan pesat.

Sifat individualisme yang timbul dalam diri masyarakat menyebabkan masyarakat mulai melupakan kodratnya sebagai makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan dan dibutuhkan orang lain sehingga setiap individu harus hidup saling berdampingan. Di era ini, masing-masing individu lebih cenderung mengupayakan kesejahteraan dan kebahagiaannya secara personal.

Dampak lain dari munculnya sifat individualisme adalah tumbuhnya sikap egoisme yang menyebabkan individu akan fokus secara defensif terhadap hal yang bisa memberikan keuntungan diri sendiri tanpa memerhatikan keadaan sekitarnya. Hal ini tentunya akan menyebabkan seluruh budaya di Indonesia termasuk gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan bangsa Indonesia menjadi pudar dan musnah.

Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran masyarakat untuk senantiasa berupaya mempertahankan segala bentuk jati diri bangsa dalam kehidupannya. Dalam hal ini, peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sangatlah penting untuk mendorong masyarakat Indonesia berperilaku sesuai dengan Pancasila.

Banyak hal dalam kehidupan ini yang dapat mendorong untuk mengembangkan kembali kegiatan gotong royong dalam kehidupan masyarakat. Hal-hal sederhana yang dapat menumbuhkan semangat gotong royong tersebut antara lain berusaha untuk membantu orang lain yang sedang kesulitan, rasa solidaritas dan setia kawan, serta saling berbagi. 

Hal-hal sederhana tersebut secara tidak langsung dapat memberikan makna persaudaraan antarindividu. Dengan timbulnya persaudaraan, maka rasa persatuan dan kesatuan serta senasib sepenanggungan juga akan terbentuk dalam diri masing-masing individu. Hal tersebut tentunya dapat memberikan peluang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang mulai meredup.

Salah satu bentuk dari hal sederhana yang dapat dilakukan oleh para pemuda adalah dengan ikut serta dalam sebuah organisasi. Melalui organisasi, setiap individu akan berusaha untuk membangun kerjasama yang baik antaranggota dan menumbuhkan rasa solidaritas antaranggota untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasinya.

Upaya lain yang dapat dilakukan dalam rangka menghidupkan gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah melaksanakan pembangunan pos pemberdayaan masyarakat yang berupa pemberdayaan dibidang ekonomi. Dalam kegiatan ini, masyarakat dijadikan sebagai tokoh utama serta penggerak dalam terwujudnya pembangunan ekonomi tersebut.

Adanya pos pemberdayaan ini diharapkan dapat memicu masyarakat untuk saling berperan lebih dalam mewujudkan kesejahteraan hidupnya. Setiap masyarakat akan terdorong untuk saling bergotong royong mewujudkan tujuan yang sama, yaitu mencapai hidup yang sejahtera dengan menjungjung tinggi rasa persaudaraan dan semangat persatuan.