Zaman modern ditandai dengan munculnya penemuan baru di dunia teknologi. Manusia tak akan pernah berhenti bereksplorasi dengan rasa ingin tahu mereka yang begitu tinggi, belajar tentang ilmu sains dan teknologi; keduanya dikawinkan, maka akan melahirkan penemuan baru.

Jadi, hal apa sebenarnya yang kamu tahu tentang teknologi itu sendiri? Apa manfaat dari teknologi yang selama ini kamu pakai setiap hari?

Pada dasarnya teknologi merupakan suatu sarana atau sistem yang memiliki fungsi untuk memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi manusia. Oleh sebab itu, teknologi menjadi sangat penting di era sekarang. Munculnya kata cyber space, cyber security, cyber crime, cyber warfare merupakan bentuk dari adopsi bahasan teknologi. 

Orang sekarang yang dipikirkan bukan tentang memiliki pasangan untuk dinikahi. Nikah itu penting, namun fakta yang kita sering temukan bahwa orang saat ini lebih asyik bercinta atau menjalin keintiman dengan teknologi.

Kita bisa menemukan, di mana saja orang berada, di situ pasti ada produk yang dihasilkan dari sebuah teknologi. Tidak perlu memikirkan produk apa yang dihasilkan, misal kita ambil contoh dari salah satu keluaran produk teknologi untuk komunikasi yang seakan menjadi teman baru dalam keseharian, produk handphone atau gawai mejadi budaya teman baru bagi semua orang yang memilikinya.

Bisa dilihat untuk saat ini kalangan yang memiliki gawai tergolong merata. Mereka dari berbagai kasta, kasta orang kaya, menengah atau sedang dan kasta orang miskin. 

Baginya ada kebanggaan tersendiri ketika memiliki barang mewah tersebut, bentuknya simple dan unik yang terpenting mampu memberikan informasi untuk semua yang ingin kita akses. Misalkan untuk mencari berita trending, unggah maupun unduh file yang kita punya.

Populeritas gawai memengaruhi tingkat harga yang ditawarkan sesuai kecanggihan yang dimiliki. Produk gawai juga memengaruhi style untuk melegitimasikan seseorang memiliki identitas high class atau kalangan berada.

Yang unik lagi ketika orang punya produk teknologi tersebu,  entah gawai, mobil, motor, sepeda dan produk lainnya yang bisa diubah cover ataupun cashing-nya, orang tidak akan segan membeli pernak-pernik demi menambahkan aksen catchy ketika orang lain melihat barang yang dimilikinya. 

Jangan heran ketika mereka para maniak teknologi ini bakalan merogoh kocek hanya untuk memenuhi nafsu berahi terhadap kesenangan semata.

Bisa dilihat yang dilakukan orang kebanyakan saat ini adalah bersenggama dengan gawai alias ke mana dan di mana pasti orang tidak akan melupakan produk teknologi komunikasi tersebut. 

Bangun tidur, misalnya, orang pertama kali yang diingat dalam benaknya adalah gawai, hanya sekadar untuk membuka media social atau mungkin saja ada pesan singkat dari teman, sahabat maupun pacar.

Terciptanya Budaya Baru

Tidak hanya pergeseran teknologi melainkan revolusi yang mengubah hubungan antara teknologi dan budaya yang menyebabkan orang melek teknologi. Digitalisasi menjadi alat bagi semua golongan dalam berinovasi yang mengubah cara pandang budaya saat ini. 

Jelas kemampuan orang dapat dilihat dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini, media sosial maupun startup bermunculan dengan pelayanan terbaik seakan menyadarkan manusia bahwa teknologi takkan ada habisnya seiring kebutuhan manusia itu masih ada.

Budaya baru yang terjadi adalah orang akan semakin apatis karena mereka merasa nyaman dengan kesendiriannya dengan menemukan kenikmatan baru yang telah dirasakan, karakter berikutnya adalah orang akan kebanyakan menjadi individualis dan cenderung mengejar apa yang diinginkannya. Karena mereka akan melakukan hal-hal berdasarkan keuntungan yang didapatkan akibat sifatpragmatis mereka.

Intimnya Pengguna Internet 

Pertumbuhan pengguna teknologi komunikasi yang seperti wabah virus Covid-19 saat ini berdampak pada banyaknya pemakai internet yang seakan tidak akan pernah putus. Makin banyak orang memiliki gawai, maka akan makin besar pula kebutuhan internet yang harus tersebar luas untuk menunjang alat komunikasi tersebut tetap bertahan hidup untuk mendapatkan sumber nyawa utama.

Pemakaian internet inilah yang sekarang ini mendominasi orang menjadi konsumtif, dengan maraknya kemunculan trend sekarang seperti streaming YouTube dan Netflix untuk melihat video dan film sebagai hiburan semata.

Berdasarkan data Digital 2020, terungkap bahwa pengguna internet di seluruh dunia telah mencapai 4,5 miliar orang. Angka ini menunjukkan bahwa pengguna internet telah mencapai lebih dari 60 persen penduduk dunia atau lebih dari separuh populasi bumi. Wow banget, bukan?

Indonesia sendiri untuk data peringkat pemakai internet dunia berada pada posisi nomor empat dengan 171 juta pengguna internet, data didapat dari situs internetworldstats.com. Jumlah ini sangat besar tergolong Indonesia merupakan negara berkembang. Pertumbuhan populasi pengakses internet Indonesia ini hanya kalah dari Cina, India, dan Amerika Serikat.

Menurut pernyataan Peart menyebutkan bahwa negara berkembang seperti Indonesia dan India masih memiliki ruang pertumbuhan jumlah pengguna internet yang besarnya bisa mencapai dua digit setiap tahun.

"Ponsel dan koneksi broadbandmobile terjangkau mendorong pertumbuhan akses internet di negara-negara yang tidak bisa mengandalkan fixed line, entah karena masalah infrastruktur atau biaya," ujar analis senior eMarketer Monica Peart.

Fakta inilah yang kemudian menjadi gambaran kita bahwa selama ini manusia menjadikan teknologi sebagai budaya keintiman baru, dengan segudang rasa nyaman dan hal menarik lain. 

Banyaknya kemudahan ditawarkan oleh teknologi yang mereka pakai berpotensi menjadi orang lalai dengan kewajibannya. Karena telah menemukan kenikmatan baru inilah orang tidak akan menyadari bahwa mereka selama ini telah menggauli sebuah teknologi yang selama ini mereka pakai.