Alam semesta. Kata "alam" berarti semua benda yang ada di langit atau di bumi. Sedangkan "semesta" yaitu seluruh yang berada di alam tidak bisa lepas dari takdirnya. Menurut orang Babilonia, alam semesta (700-600 SM) ialah selungkup atau ruangan dengan bumi sebagai lantai, sedangkan langit dan bintang atapnya. 

Jadi, alam semesta atau jagad raya adalah suatu ruangan berukuran besar dan didalamnya terdapat benda biotik maupun abiotik, serta terdapat rangkaian peristiwa alam.

Terbentuknya alam semesta menjadi pertanyaan legendaris oleh para ilmuwan untuk menggali kebenaran dengan melakukan riset. Hingga akhirnya, muncul teori-teori atau pandangan baru, baik dari segi pengetahuan (ilmu sains modern) maupun dari perspektif Al-Qur'an.

Edwin Hubble (1929) dengan teorinya, yakni "Teori Mengembang dan Memampat (The Oscillating Theory)". Isinya menjelaskan bahwa jagad raya terbentuk karena adanya siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi (mengembang) disebabkan oleh reaksi inti hidrogen. 

Pada tahap ini terbentuklah galaksi. Berlangsung selama 30 miliar tahun. Selanjutnya, galaksi dan bintang yang terbentuk akan meredup dan memampat didahului dengan keluarnya pancaran panas yang tinggi. Dan seterusnya secara berulang.

Pendapat Edwin Hubble didukung Stephen Hawking (fisikawan kosmologi dan pengarang buku "A Brief History of Time"). Menurut Stephen Hawking, proses terbentuknya alam semesta berasal dari ketiadaan sehingga melahirkan teori dikenal dengan "Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory)".

Teori dentuman besar (big bang) menyatakan alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya. Gumpalan gas tersebut suatu saat akan meledak dengan satu dentuman yang sangat dahsyat.

Kemudian materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan dalam kondisi suhu dan kepadatannya sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton, neutron, dan elektron yang bertebaran ke seluruh arah.

Ledakan dahsyat tersebut menimbulkan gelembung-gelembung alam semesta yang menyebar dan menggembung ke seluruh penjuru, sehingga membentuk galaksi bintang-bintang, matahari, planet-planet, bumi, bulan, dan meteorit yang beredar secara teratur dan rapi pada sumbunya masing-masing.

Ketika terjadi ledakan besar, bagian-bagian dari massa tersebut berserakan dan terpental menjauhi pusat dari ledakan. Setelah miliaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental tersebut membentuk kelompok-kelompok yang dikenal sebagai galaksi dalam sistem tata surya, yakni Galaksi Bima Sakti.

Dalam pandangan Islam, apa yang dikehendaki Allah SWT pasti terjadi. Cukup mengucapkan “Kun Fayakun”, maka terjadilah! Hingga pada suatu ketika, Allah SWT berkehendak menciptakan alam semesta. Kun Fayakun! Maka, terjadi ledakan cahaya dahsyat.

Berikut ayat-ayat Al-Qur'an  yang menjelaskan bahwa Allah SWT-lah yang telah menciptakan alam semesta adalah :

  • QS Al-Baqarah[2]:22

    ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً وَأَنزَلَ مِنَٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ فَلَاتَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٢٢



(Dialah) yang menjadikan bumi hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

  • QS Al-Baqarah[2]:22

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَىٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ﴿٢٩

Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.


  • QS As-Sajdah [32]:4

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْدُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَاشَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?

Dari ketiga ayat di atas menunjukan bahwa kuasaan Allah SWT-lah yang telah menciptakan alam semesta, tanpa ada campur tangan dari siapapun. Ketiga ayat di atas sekaligus menentang pernyataan para filosofi materalis yang mengatakan bahwa “alam semesta telah ada sejak dulu tanpa ada perubahan apapun dan akan tetap menjadi seperti ini sampai akhir nanti.” (Harun Yahya).

Setelah mengkaji cara Al-Quran menjelaskan tentang penciptaan alam semesta, penulis menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an adalah saling melengkapi tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lain.

Religion without science is blind and science without religion is damage. (Albert Einstein, 1960)

Ilmu yang tidak disertai agama akan hancur dan tumbang karena tidak adanya kekuatan iman. Sedangkan agama tanpa ilmu akan rusak karena dapat salah mengartikan. Sebagaimana orang-orang materalis yang selalu menentang adanya penciptaan alam semesta.

Sumber Referensi: