Perbincangan publik yang mengemuka ketika panggung politik elektoral pilpres usai adalah penyebutan kriteria, bahkan penyebutan  nama-nama calon menteri yang diusung untuk mengisi kursi di kabinet mendatang.

Percakapan publik ini tidak hanya monopoli partai-partai, relawan pendukung dan para pengamat, tapi juga menjadi perbincangan aktif masyarakat, termasuk masyarakat Papua yang merindukan tampilnya figur yang benar-benar representasi Orang Asli Papua (OAP).

Ada sejumlah figur mumpuni dari Papua yang memiliki kemampuan, prestasi, pengalaman pemerintahan yang disebut-sebut dan diusulkan sebagai calon menteri Presiden Jokowi. Siapa saja nama-nama calon menteri yang diusulkan berbagai elemen masyarakat Papua? Siapakah di antara nama yang diusulkan itu mendapatkan pemberitaan media paling tinggi?

Media Monitoring

Guna menemukenali dan mengukur frekuensi pemberitaan terkait figur calon menteri asli Papua, salah satu metode yang bisa dipakai adalah dengan melakukan Media Monitoring dan Analisis. Media Monitoring dan Analisis merupakan salah satu metode yang efektif dalam mengukur, mengidentifikasi, melacak berita, menemukan informasi dalam hal ini kandidat menteri dari Papua.

Media yang dimonitor terdiri dari media online nasional: antaranews. Com, tribunnews.com, beritasatu.com, jppn.com, liputan6.com. Sedangkan, media online lokal yang dipantau adalah: ceposonline.com, papuasatu.com, honaipapua.com, salampapua.com, dan suarapapua.com. 

Pemilihan media-media ini didasari pertimbangan pada jangkauannya luas dan besarnya pembaca. Periode waktu pemantauan dimulai bulan Juni hingga Juli 2019. Penentuan waktu ini didasari pertimbangan bahwa pemberitaan terkait calon-calon menteri mulai intens diberitakan pada bulan Juni 2019, apalagi setelah penetapan paslon pemenang Pilpres 2019 oleh KPU, dalam hal ini paslon Jokowi-Amin.

Hasil pantauan berita pada media online tersebut, ditemukan sejumlah nama calon menteri dari Papua. Nama-nama yang muncul atau diusulkan diantaranya adalah Ketua BK DPD RI Mervin Komber, Rektor Universitas Cenderawasih Dr. Apollo Safanpo, Gubernur Papua Lukas Enembe, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan BAPPENAS Velix Wanggai, Staf Khusus Presiden Pokja Papua Lenius Kagoya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. Yohana Yembesi, dan mantan Bupati Jayawijaya John Wempi Watipo.

Mervin Komber Tertinggi

Dari sisi frekuensi pemberitaan terhadap sejumlah kandidat tersebut, ada satu figur yang paling mencolok, yang menempati porsi pemberitaan paling tinggi. Figur itu adalah Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mervin Sadipun Komber.

Persentasenya mencapai 50 persen. Berbeda dengan calon lainnya yang berbagi poin yang sama. Misalnya, Dr. Apolo dan Lukas Enembe memperoleh persentase yang sama sebesar 15 persen. Demikian juga Prof. Yohana , Velix Wanggai, John Wempi, lenis Kagoya masing-masing memiliki nilai yang sama, yakni sebanyak 5 persen.

Mengapa Pemberitaan Terhadap Mervin Tinggi?  

Tingginya frekuensi pemberitaan media terhadap figur Mervin Komber disebabkan oleh beberapa faktor; Pertama, luasnya spektrum masyarakat yang menyatakan dukungan, mulai dari mahasiswa, pemuda, aliansi relawan Jokowi, Relawan Pejuang Demokrasi, tokoh-tokoh adat hingga sesama kolega di Senayan. 

Sejak namanya dimunculkan Aliansi Relawan Jokowi Papua Barat, pernyataan dukungan terus mengalir. Berbeda dengan kandidat lainnya. Figur lain hanya disebut sesekali oleh satu komunitas atau pegiat partai. 

Kedua, arus pemberitaan yang terus muncul. Setiap minggu selalu ada berita dukungan terhadap Mervin. Sehingga, namanya mendominasi pemberitaan kandidat menteri mewakili OAP. Sementara, figur lainnya hanya muncul sesekali dalam pemberitaan;

Ketiga, figur Mervin dalam argumentasi dukungan elemen-elemen masyarakat yang mengusungnya dirasakan dan dinilai cocok dengan kebutuhan Presiden Jokowi yang memerlukan orang-orang muda yang bisa mengekeskusi program dan kebijakan dengan cepat di kabinet mendatang.;

Keempat, Figur Mervin yang sudah aktif berorganisasi sejak mahasiswa dan kini dua periode di DPD RI di mata para pengusungnya sangat inspiratif dan membuka harapan baru bagi generasi baru Papua. Dalam beberapa dekade lampau, anak-anak muda di Papua terjebak dalam kegalauan atas sikap pusat terhadap Papua.  

Situasi ini menyebabkan munculnya pesimisme di kalangan muda yang merasa kehilangan masa depan. Kemunculan Mervin, pemuda asli Papua ini dalam pentas politik nasional membuka kotak harapan bahwa anak muda Papua juga bisa dan anak muda Papua akan berani bermimpi kelak menjadi presiden RI.

Jokowi Perlu Pertimbangkan

Bertitik tolak dari laporan media monitoring yang ada dapat ditemukan dan disimpulkan bahwa masyarakat Papua sangat mengharapkan adanya calon menteri Jokowi yang merupakan representasi OAP. 

Sejumlah nama disebut-sebut patut dan layak dipertimbangkan Presiden Jokowi karena Figur-Figur tersebut mempunyai kemampuan, prestasi dan pengalaman pemerintahan baik lokal maupun nasional. Dari penelusuran media Ini juga ditemukan bahwa salah satu kandidat yakni, Ketua BK DPD RI Mervin Sadipun Komber rupanya memperoleh skore pemberitaan paling tinggi. 

 Pengangkatan menteri memang sepenuhnya hak Dan wewenang Presiden sebagaimana ditentukan dalam konstitusi kita. Tapi, apabila Presiden Jokowi berkehendak mencari Figur menteri yang benar-benar representasi Orang Asli Papua, nana-nama Ini, termasuk tokoh muda Papua yang juga Ketua BK DPD RI Mervin Komber yang mendapatkan skore tertinggi pemberitaan kandidat menteri asli Papua, layak dipertimbangkan Presiden Jokowi.