Saat ini mungkin istilah YouTuber sudah tidak asing lagi bagi Anda. Namun apakah Anda sudah pernah mendengar Vtuber (Virtual YouTuber)? Istilah ini mungkin masih terdengar asing bagi beberapa dari Anda. 

Istilah Vtuber sendiri baru terdengar pada akhir November 2016, tepatnya setelah kemunculan Kizuna AI yang dikembangkan oleh perusahaan startup asal Jepang—Activ8 yang diperkenalkan di situs berbagi video YouTube.

Vtuber merupakan karakter animasi yang dikembangkan dengan pemanfaatan teknologi digital animasi, aplikasi perekam gerakan, dan pengisi suara. Karakter animasi ini dapat memainkan peran layaknya selebritas manusia seperti melakukan konser tunggal ataupun dalam bentuk grup (Idol Group), bermain video gim, mengiklankan produk atau layanan, dan juga bincang-bincang dengan penonton maupun sesama Vtuber atau Youtuber lainnya.

Pada awal perkembangannya, Vtuber hanya dikenal oleh dominasi masyarakat Jepang, China, dan sebagian kecil masyarakat dari berbagai negara lainnya seperti Indonesia, Amerika, dan Kanada. Di Indonesia sendiri, debut Vtuber pertama muncul pada bulan Agustus 2018 dengan nama Maya Putri yang didesain menyerupai tokoh anime yang dipadu-padankan dengan atribut khas Indonesia. 

Maya Putri dikembangkan dengan menggunakan teknologi animasi 3D dan perekam gerakan (motion capture technology) oleh perusahaan teknologi lokal yang berfokus terhadap pengembangan teknologi berbasis virtual dan augmented reality—SHINTA VR.

Di awal tahun 2020, perkembangan Vtuber bertumbuh begitu pesat dengan banyak munculnya para Vtuber baru yang dinaungi oleh perusahaan-perusahaan besar hingga kecil maupun Vtuber yang berdiri sendiri (Solo Vtuber) dari berbagai negara.

Salah satu faktor berkembangnya industri hiburan Vtuber ini adalah dikarenakan pandemi COVID-19 yang melanda hampir di seluruh dunia pada awal 2020 di mana kebijakan yang diberlakukan di berbagai negara melarang masyarakatnya untuk berkumpul atau berada di kerumunan seperti acara konser, kumpul-kumpul di kafe, atau berada di tempat hiburan yang dapat menimbulkan kerumunan orang banyak.

Kebijakan tersebut membuat pergeseran terhadap akses masyarakat dalam memperoleh hiburan dari yang sebelumnya penonton dapat berada di venue untuk menyaksikan konser dan berkumpul di tempat hiburan, namun selama pandemi sebagian besar akses hiburan hanya dapat diperoleh secara online.

Apabila diamati dari berbagai situs statistik yang menghitung jumlah penonton dan subscriber saluran YouTube, statistik para Vtuber mengalami peningkatan secara signifikan selama masa pandemi berlangsung yang para penontonnya bukan hanya berasal dari masyarakat Jepang dan China tetapi juga dari negara lainnya.

Dikenalnya para Vtuber tersebut tidak hanya semata karena talenta mereka dalam bernyanyi, bermain gim, ataupun kemampuan mereka dalam membuat percakapan yang menarik dan mampu mengundang tawa tetapi ada juga peran para fansub (fan-subtitled) yang menerjemahkan apa yang dibicarakan oleh para Vtuber kedalam bahasa lokal para fansubber.

Dalam menanggapi kendala bahasa dan juga perkembangan yang ada, beberapa perusahaan besar yang berfokus menaungi dan mengelola Vtuber mulai memperluas pangsa talenta dan pasar mereka dengan merekrut talenta-talenta diluar negara mereka. 

Salah satu perusahaan Vtuber yang berbasis di Jepang—Hololive; memulai debut live streaming Vtuber mereka yang berbahasa Indonesia pada April 2020 dan Vtuber berbahasa Inggris pada September 2020.

Salah satu talenta Vtuber mereka—Gawr Gura yang memulai debut pada awal September telah mencapai lebih dari 700 ribu subscriber dalam waktu kurang dari 1 bulan, hal tersebut menunjukan bahwa adanya antusiasme besar para kaum milenial terhadap industri hiburan Vtuber yang berkembang saat ini.

Bagaimana dengan prospek bisnis Vtuber ini dalam industri hiburan ke depannya? perlu diketahui faktor lainnya perkembangan Vtuber ini adalah adanya peningkatan konsumsi hal-hal yang berkaitan dengan budaya Jepang (J-Pop Culture) seperti idol group, anime, manga (komik Jepang) di kalangan anak muda terutama di kawasan benua Asia dan benua Amerika.

Jika dilihat, sumber utama pendapatan dalam industi hiburan ini meliputi pendapatan dari super chat (fitur komentar dengan mendonasikan sejumlah uang di saluran YouTube), langganan berbayar, penjualan merchandise, dan promosi mengenai produk atau jasa. 

Berdasarkan salah satu situs penghitung super chat YouTube—PLAYBOARD yang diurutkan berdasarkan jumlah pendapatan secara global selama periode awal Januari 2020 sampai dengan pertengahan Oktober 2020, 100 besar pendapatan super chat didominasi oleh para Vtuber dengan pendapatan diatas 2,5 miliar rupiah yang dipuncaki oleh Vtuber Kiryuu Coco dengan pendapatan sekitar 15 miliar rupiah lebih.

Beberapa Vtuber yang tidak tergabung dengan perusahaan dapat dengan bebas mengekspolitasi potensi dalam ranah industri hiburan ini tanpa perlu terikat kontrak dengan peraturan yang membebankan mereka ataupun berbagi hasil pendapatan dengan perusahaan.

Dalam memperluas pangsa pasar dan pendapatan, para Vtuber ini tidak hanya melakukan live streaming di situs YouTube tetapi mereka juga melakukan live streaming di berbagai situs berbagi video lainnya seperti Bilibili dan Twitch. Sebagian dari mereka bahkan ikut bergabung dalam acara-acara yang ditayangkan di televisi lokal dan juga tergabung dengan label industri rekaman musik.

Saat ini, beberapa perusahaan yang mengelola Vtuber sudah mulai mengembangkan cara mereka dalam menarik perhatian penonton dengan memanfaatkan teknologi berbasis Virtual Reality yang dikolaborasikan dengan konsep idol yang diperkenalkan oleh grup idola asal Jepang—AKB48 yaitu ”Idols you can meet”, dimana nantinya para penonton dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan idola Vtuber mereka di dalam dunia virtual.

Perkembangan ke depannya seiring era dimana manusia mencoba dalam membuat suatu ekosistem dengan tatanan kehidupan yang dihubungkan dengan teknologi dan ketika banyak manusia dapat menerima perkembangan teknologi VR dan AI bukanlah tidak mungkin apabila nantinya para Vtuber ini dapat berkembang lebih baik lagi dari sekarang dengan bantuan teknologi sehingga dapat menjangkau banyak aspek dan hal-hal baru khususnya dalam dunia hiburan.