2 minggu lalu · 326 view · 3 min baca menit baca · Kesehatan 99288_27166.jpg

Mengenal Schizophrenia, Penyakit yang Diidap SM

Schizophrenia belakangan ini muncul dan dengan santernya menjadi bahan perbincangan publik, baik di media sosial, kantor-kantor yang berisi para eksekutif muda dan tua, pasar yang berisi emak-emak, sampai kepada tempat nongkrong di Indonesia.

Penyakit ini begitu viral sejak seorang ibu berinisial SM yang sudah paruh baya itu masuk ke masjid tanpa melepaskan alas kaki dan marah-marah kepada takmir masjid dan jemaah lainnya. Penyakit schizophrenia ini adalah sebuah penyakit yang diidap dan masuk ke dalam kategori kelainan psikologis. Apa ciri-cirinya?

Sebelum kita mengenal ciri-cirinya, mari kita simak apa itu schizophrenia. Schizophrenia adalah sebuah penyakit yang bersifat psikis. Menyerang otak secara kronis alias menahun. Penyakit ini cukup berbahaya dan membuat otak tidak mampu bekerja dengan baik. Padahal kita tahu bahwa otak adalah sistem koordinasi utama di dalam tubuh manusia, selain sumsum tulang belakang.

Pada umumnya, penyakit ini menyerang pria pada usia sekitar 20-an. Sedangkan pada wanita, survei mengatakan bahwa mereka kemungkinan diserang paling banyak pada usia 20an sampai 30an.

Schizophrenia (aduh tulisnya susah betul!) adalah sebuah penyakit psikis yang merupakan ketidakmampuan seseorang dalam membedakan antara realitas dan imajinasi. Imajinasi yang tidak bisa dibatasi oleh realitas dan realitas yang juga tidak bisa dibatasi oleh imajinasi. Ini adalah penyakit yang berbahaya. Ada kelainan yang dimiliki oleh orang yang mengidap schizophrenia, apalagi yang akut.

Schizophrenia itu tidak sama dengan gila. Berbeda antara penyakit schizophrenia dengan orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Schizophrenia lebih bisa disembuhkan dengan konsumsi obat-obatan. Misalnya obat-obatan penenang.

Baca Juga: Apa Salah Ganja?

Jujur saja, saya memiliki beberapa sahabat yang memiliki kecenderungan schizophrenia yang tidak bisa dipahami dengan jelas. Saya melihat mereka terkadang bisa berbicara sendiri, panik sendiri, tanpa ada alasan yang jelas. Saya duga, mereka yang terkadang bisa panik sendiri tanpa ada penyebab yang jelas, mungkin ada penyakit schizophrenia ringan.

Gejala-gejala ini membuat mereka takut dan cenderung pendiam. Mereka bisa bertindak dengan spontan dan kacau. Ini adalah gejala-gejala yang ada. Orang-orang yang mengidap penyakit ini tersebar di seluruh negara. Tanda-tanda awal dari orang yang mengidap schizophrenia adalah sering bingung, sering kaget, dan kelakuan yang tidak konsisten.

Pelemahan mental ini juga bisa diikuti dengan berbagai halusinasi yang ada. Halusinasi itu bukan hal yang mutlak salah. Tapi jika kita tidak mengendalikan halusinasi ini dan tidak bisa membedakan antara realitas dan bukan realitas, ini sudah harus diwaspadai.

Obat-obatan yang digunakan biasanya adalah obat jenis antiphyhotic. Apa itu? Obat ini adalah obat yang menekan kemungkinan kambuhnya penyakit schizophrenia. Selama fase-fase awal dari penggunaan obat ini, tentu ada efek sampingnya.

Wah. Sepertinya butuh penjelasan yang panjang lebar mengenai hal ini. Tapi saya cukupkan membahas mengenai penyakit ini secara perspektif klinis. Berikut opini saya terhadap ibu-ibu pengidap schizophrenia yang sempat masuk mengacaukan acara di masjid.

Ibu ini mengidap penyakit schizophrenia yang bisa dikatakan akut. Hal ini juga sudah dikonfirmasi. Polisi pun sudah mengatakan bahwa ibu ini mengidap penyakit seperti ini. 

Lantas, yang lebih lucunya adalah respons-respons para pecundang. Mereka yang presiden impiannya kalah, mencak-mencak dan malah mengaitkan hal ini ke politik. Kita lihat saja salah satu contoh jelasnya, Felix Siauw yang merekam dirinya dan mencitrakan dirinya sebagai orang yang memprovokasi umat.

Padahal kita tahu, ibu ini mengidap schizophrenia. Jangan bicara anjingnya deh. Saya kurang berminat untuk berbicara anjingnya. Saya lebih suka berbicara mengenai manusia.

Ibu-ibu berinisial SM ini mengidap schizophrenia, dan sekarang menjadi korban bullying di media sosial. Orang ini di-bully habis dengan sebuah pandangan bahwa ia adalah penista agama. Bahkan polisi yang sudah menetapkan bahwa ibu ini mengidap penyakit schizophrenia yang akut.

Tapi lucunya, polisi pun juga menetapkan status ibu ini sebagai tersangka penistaan agama dan dijerat dengan pasal penistaan agama. Lah? Dari mana logikanya orang dengan gangguan penyakit kejiwaan ini bisa dijadikan tersangka? Bukankah ada undang-undang yang melindungi mereka?


Jujur saja, saya tidak sedang memojokkan takmir masjid dan para pengikutnya. Tapi jika ada yang mengatakan bahwa saya sedang memojokkan Felix Siauw, ya itu silakan nilai sendiri. Akan tetapi, dengan jelas saya mengatakan bahwa saya ada di pihak ibu itu dan keluarga ibu SM.

Ibu SM ini mengidap penyakit yang ia tidak bisa kendalikan. Kalau ia lakukan itu dengan kesadaran penuh seperti HS yang mengancam gorok leher Jokowi, ya ibu itu harus menerima konsekuensinya.

Kalau sang ibu melakukan penistaan itu dengan sadar seperti emak-emak bernama Ratna Sarumpaet yang mengarsiteki hoaks dan membuat Prabowo sampai konferensi pers dan menyebarkan itu secara kesadaran penuh, ya harus ditangkap.

Lucunya, Felix yang mengkritik ibu itu, kok tidak mengkritik Ratna, ya? Padahal Ratna tidak ada penyakit ataupun riwayat penyakit apa pun. Apalagi Prabowo? Ya, kan?

Artikel Terkait