Panitia Workshop
1 tahun lalu · 917 view · 4 menit baca · Ekonomi 30593_91780.jpg
Foto bersama peserta dan panitia Workshop di Showroom Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. (Foto: Qureta)

Mengenal Lebih Dekat Tjiwi Kimia

Di hari kedua Workshop & Pelatihan Menulis Kertas dan Peradaban di Surabaya, 13 Desember 2017, para peserta dan panitia berkesempatan berkunjung ke pabrik stationary terbesar di dunia, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Pabrik ini merupakan salah satu anak perusahaan Sinar Mas Group dalam divisi Asian Pulp and Paper (APP) yang didirikan oleh Eka Tjipta Widjaja tahun 1972.

Sebagaimana serial workshop Qureta – APP Sinar Mas sebelumnya, fieldwork ini merupakan rangkaian agenda yang memang selalu ada dan diwajibkan. Hal ini guna memicu para peserta mengenal kertas lebih jauh, tidak hanya peran dan fungsinya bagi peradaban, tapi juga proses produksi atau pembuatannya secara langsung.

Berangkat dari Quest Hotel menuju lokasi pabrik di Jalan Raya Surabaya Mojokerto, Sidoarjo, Jawa Timur, rombongan menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam dengan bus. Setibanya di lokasi, langsung disambut dan diarahkan menuju lantai 3 gedung utama Tjiwi Kimia untuk diberi beberapa bekal pengetahuan tentang perusahaan kertas ini sebelum berlanjut menelusuri tiap-tiap sudut pabriknya.

Bertindak selaku tuan rumah, Sugiyanto, Bidang Komunikasi Tjiwi Kimia, memberi penjelasan singkat terkait Tjiwi Kimia ke para peserta dan panitia workshop. Dijelaskan seputar sejarah didirikannya pabrik ini, visi-misi pendiriannya, hingga produk-produk apa saja yang telah dihasilkannya selama ini.

Di samping itu, dipaparkan pula tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) Tjiwi Kimia sebagai sebuah perusahaan komersil. Juga tentang pembangunan berkelanjutannya (sustainability).

“Tjiwi Kimia adalah pabrik  kertas tertua, cikal bakal lahirnya Sinar Mas di Indonesia. Namanya unik dibanding perusahaan-perusahaan naungan Sinar Mas lainnya, diambil dari akronim nama pendirinya, Tjipta Widjaja,” terang Sugianto dalam presentasinya tentang Tjiwi Kimia.

Dipaparkan bagaimana Tjiwi Kimia, sebagai sebuah perusahaan komersil kertas terbesar, mampu mempekerjakan sekitar 9.000 orang karyawan di tahun 2016. Jumlah aset yang dimiliki di tahun ini pun hampir mencapai 2,5 miliar USD.

“Awalnya Tjiwi Kimia didirikan hanya sebatas pabrik penghasil kimia soda saja. Pabrik ini memanfaatkan limbah buangan (ampas tebu) pabrik-pabrik gula yang tak terhitung jumlahnya di daerah Jawa Timur ini untuk kemudian dijadikan sebagai kimia soda.”

Baru pada tahun 1978, secara berkala Tjiwi Kimia kemudian melebarkan sayapnya. Pabrik ini mulai juga memproduksi kertas berkapasitas 2.000 ton kertas/tahun, hingga terdaftar di bursa efek Jakarta dan Surabaya sebagai TKIM pada tahun 1990.

“Dari sinilah visi Tjiwi Kimia kemudian dirumuskan. Sebagai perusahaan yang mengalihkan keutamaannya ke produksi kertas, Tjiwi Kimia ingin menjadi produsen kertas terkemuka dan dihormati dunia, berdedikasi untuk memberikan nilai terbaik bagi para pelanggan, masyarakat, karyawan, serta pemangku kepentingan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.”

Para peserta saat menyimak penjelasan tentang Tjiwi Kimia (Foto: Qureta)

Pada tahun 1995, geliat perusahaan ini kian terasa sangat diperhitungkan. Hal itu tampak setelah diganjar sertifikat ISO untuk Quality Management System. Dan di tahun 1998, ia kembali mendapat sertifikat ISO 14001 untuk Enviromental Management System.

“Untuk misi, kami senantiasa meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia. Kami gunakan teknologi mutakhir dalam mengembangkan produk baru serta penerapan efisiensi pabrik kami. Juga terus meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan, serta mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan di semua kegiatan operasional yang ada.”

Produk Tjiwi Kimia

Sejauh ini, setidaknya ada empat produk utama yang diproduksi oleh Tjiwi Kimia. Di antaranya adalah kertas, converting, kimia, dan kotak karton atau kardus.

“Di tahun 2008, pabrik kami berhasil memproduksi kertas sebanyak 1.048.000 ton. Dan tahun lalu, total penjualan bersih kami lebih dari 990 juta USD atau sekitar 13 triliun IDR. Total ini berasal dari penjulan ekspor sebesar 690 juta USD dan domestik sebesar 300 juta USD.”

Perusahaan yang berkantor pusat di Sinar Mas Land Menara 2 Jakarta ini kini telah memiliki mesin berjumlah 13 mesin kertas dan 5 unit converting. Dengan mesin sebanyak ini, Tjiwi Kimia telah mampu menjual lebih dari 800 ribu ton kertas dan 200 ribu ton produk converting (stationary dan packaging).

“Dengan lebih dari 100 destinasi ekspor juga, kami telah menjual lebih dari 690 ribu kertas ke seluruh dunia dengan total nilai lebih dari 600 juta USD. Dan market terbesar kami adalah Jepang. Hampir seluruh produk kami ekspor ke sana.”

Adapun jenis-jenis kertas yang diproduksi Tjiwi Kimia, yakni kertas roll, kertas dengan lapisan (coated), kertas khusus, uncoated paper, dan lapisan kayu (plywood). Untuk converting, ada NCR, excercise book, shopping bag, hard back book, plain paper copier, kertas kado, packaging, loose leaf, amplop, dan stiker.

“Sementara untuk kimia, yang diproduksi di antaranya, seperti NaOH, C12, HCL, NaOCL, dan kaporit. Dan yang terakhir adalah produksi kotak karton atau kardus, yakni corrugated sheet dan corrugated carton.”

***

Peserta Workshop saat melihat langsung proses pembuatan kertas (Foto: Qureta)

Setelah berbincang banyak tentang Tjiwi Kimia, rombongan kemudian dipersilakan untuk melihat mesin pembuatan kertas yang tak jauh dari gedung utama. Baik peserta maupun panitia, semua tampak begitu antusias untuk melihat bagaimana proses pembuatan kertas ini bekerja.

Sebenarnya harus dimulai dari proses penebangan dan pengulitan kayunya. Tapi di lokasi, yang langsung rombongan datangi adalah proses pencacahan dan kimianya saja. Hal ini pun tak jadi masalah sebab langsung menyaksikan inti pembuatan dari bubur kertas menjadi produk-produk seperti buku tulis.

Rombongan juga melihat bagaimana proses converting dan percetakan kertas; kerja-kerja karyawannya yang sangat cekatan; dan yang utama, selalu mengedepankan prinsip safety is my life.

Setelah cukup puas melihat proses mesin pembuatan kertas beroperasi, rombongan kemudian menuju ke salah satu pusat pengembangan masyarakat Tjiwi Kimia, yakni Rumah Pintar yang berlokasi di Sidoarjo.

Suasana di sentra pembelajaran musik Rumah Pintar Tjiwi Kimia (Foto: Qureta)

“Rumah Pintar ini merupakan salah satu bentuk CSR (tanggung jawab sosial) perusahaan kami. Ini dihadirkan dalam rangka mewujudkan visi perusahaan,” terang pengelolanya, Arif Purwantoro, sekaligus yang memandu rombongan menuju lokasi setelah dari pabrik.

Di kawasan perusahaan ini, ada empat Rumah Pintar yang tersebar. Sentra program pembelajarannya terdiri dari Silat, Komputer, Musik, Bahasa Inggris, Menggambar, yang masing-masing berdurasi 1,5 jam dan gratis bagi siapa saja.

Selain Rumah Pintar, ada juga bentuk CSR lainnya berupa donasi dan pembangunan infrastruktur, khusus untuk daerah sekitar perusahaan ini saja. Pun ketika ada kebakaran di lingkungan warga, misalnya, dalam radius 20 KM dari perusahaan, tim pemadam kebakaran yang dimiliki perusahaan diwajibkan untuk ikut membantu memadamkan.

“Inilah komitmen Tjiwi Kimia untuk selalu menjalankan usahanya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Tidak hanya dalam hal ekonomi dan lingkungan, tapi juga tanggung jawab sosial juga mesti kami emban.”