Belakangan ini kita sering kali dihadapkan dengan istilah self-reward yang umumnya digunakan oleh pemuda generasi Z atau biasa dikenal dengan gen Z. Namun, apakah arti sebenarnya dari self-reward?

Konsep self-reward sendiri sebenarnya berasal dari kata “self” yang artinya adalah diri sendiri dan “reward” yang mana merupakan suatu penghargaan atau hadiah. Self reward adalah sebuah bentuk penghargaan kepada diri sendiri Ketika kita berhasil melakukan sesuatu atau mungkin berhasil mencapai target yang telah kita tetapkan. 

Contohnya apabila kita berusaha mengerjakan suatu pekerjaan yang terbilang cukup sulit, namun setelah berhasil menyelesaikannya kita memberikan hadiah kepada diri sendiri atas pencapaian tersebut.

Bentuk-bentuk dari self-reward ini sendiri sangat bervariasi dan cenderung berbeda-beda pada setiap individu. Beberapa orang lebih memilih untuk bepergian ke tempat-tempat tertentu, kemudian ada juga yang memilih untuk membeli barang yang mereka idamkan, atau bahkan cukup sederhana seperti beristirahat sambil menonton televisi. Hal tersebut mereka lakukan setelah berhasil melakukan pekerjaan atau mencapai target mereka.

Kemudian timbulah sebuah pertanyaan, apakah sebenarnya kita perlu menerapkan konsep self-reward pada diri sendiri? dan apa saja keuntungan apabila kita menerapkan konsep tersebut? Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai  manfaat yang dapat diperoleh apabila kita menerapkan konsep self-reward pada diri sendiri.

Bentuk penghargaan terhadap diri sendiri

Dalam hidup, sering kali kita terlalu fokus terhadap pencapaian orang lain, beberapa dari kita juga cenderung membandingkan pencapaian kita dengan orang-orang yang kita kagumi, padahal setiap manusia memiliki porsi yang berbeda-beda. 

Terkadang hal ini membuat kita sulit untuk mengapresiasi hal-hal yang kita lakukan. Ketika kamu mengalami kemajuan pada skor ujian dibandingkan tahun lalu, atau ketika kamu berhasil bertahan melalui masa-masa yang sulit. Justru hal-hal kecil seperti inilah yang sangat jarang kita apresiasi.

Dengan melakukan self-reward, kita pada dasarnya memberikan apa yang pantas untuk diterima oleh diri kita sendiri dan kita berhak untuk  menghargai diri kita atas segala bentuk pencapaian yang telah kita lakukan.

Memberikan motivasi

Berdasarkan International Journal of Creative Research Thoughts-IJCRT, dilakukan sebuah penelitian tentang korelasi terhadap sistem penghargaan dan pengakuan terhadap kinerja para pegawai perusahaan, dan terbukti bahwa terdapat hubungan langsung antara sebuah penghargaan dan pengakuan terhadap motivasi dan kepuasan bekerja. 

Mereka juga mengatakan bahwa seiring dengan berkembangnya sebuah penghargaan yang diberikan maka akan berbanding lurus dengan tingkat motivasi dan kepuasan yang mana dapat berdampak pada peningkatan performa dan produktivitas para pegawai perusahaan.

Ketika kita merefleksikan kembali ke masa kecil. Sering kali kita mengingat bahwa pada saat kecil, kita sering mendapatkan hadiah dari orang tua ketika berhasil mendapatkan nilai yang bagus atau mencetak nama kita di peringkat sekolah. Perasaan yang kita dapat saat menerima hadiah tersebut akan menjadi motivasi bagi kita agar bisa meningkatkan performa  di kemudian hari.

Sebagai alat untuk meredakan stress dan penat

Ketika seseorang dihadapkan dengan pekerjaan atau tugas yang menumpuk, hal tersebut tentu saja dapat membuat mereka mudah merasa stress. Stress yang berlebihan juga dapat berpengaruh pada cara mereka mengelola emosi dan  dapat berpengaruh pada kesehatan mental.

Self-reward dapat dijadikan sebagai alat bagi siapa pun untuk melepaskan penat akibat pekerjaan yang menumpuk, namun dengan catatan pekerjaan tersebut harus selesai terlebih dahulu. 

Berbelanja, berlibur, atau menonton serial televisi kesayangan, atau menghabiskan waktu dengan teman merupakan contoh-contoh dari self-reward yang dapat digunakan untuk meredakan stress dan penat.

Seperti yang telah diketahui, tanpa sadar kita telah menerapkan self-reward pada kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, jika kita salah mengartikan self-reward dan terlalu sering menghadiahi diri kita sendiri tanpa berpikir panjang. 

Hal tersebut tentu saja akan memiliki dampak yang buruk terhadap diri sendiri. Contohnya apabila cara kamu menerapkan self-reward adalah dengan membeli sesuatu, apabila dilakukan terlalu sering, tentu hal ini akan berdampak buruk pada kondisi finansial.

Menerapkan konsep self-reward untuk menghadiahi diri sendiri sebenarnya sah-sah saja apabila hal tersebut memang pantas bagi kita dan sesuai dengan keadaan. 

Namun di sisi lain, masih banyak orang yang menjadikan self-reward sebagai alasan bagi mereka untuk beristirahat di sela-sela pekerjaan, yang mana seharusnya mereka selesaikan terlebih dahulu. 

Alih-alih memberikan mereka motivasi untuk bekerja, hal tersebut malah membuat mereka semakin malas dan menunda pekerjaan. Selain itu, penerapan self-reward yang berlebihan justru dapat membuat rasa spesial terhadap keberadaan reward itu sendiri menjadi hilang. 

Hal ini tentu  dapat membuat seseorang menjadi bosan dan berhenti memiliki keinginan untuk mencapai atau menyelesaikan sesuatu. Segala sesuatu yang berlebihan tidak akan memberikan efek yang bagus pada diri sendiri. Maka dari itu, penerapan konsep self-reward tetap harus dilakukan dalam batas sewajarnya.