Social Strategyst
1 tahun lalu · 136 view · 3 min baca menit baca · Kesehatan 52894_64212.jpg
Pribadi (Jepretan di Gramedia)

Mengenal Diri Sendiri Melalui Teknik E.R.A.S.E

Bersosialisasi adalah hal lumrah dilakukan setiap manusia, sudah menjadi naluri memang. Namun tak jarang perlakuan orang lain tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, bahkan lebih buruk. Saat itulah emosi mengeluarkan potensiny. Selanjutnya, apa yang kamu lakukan, melampiaskannya? Emosi tak sejahat itu lho, kalau kita dapat mengontrolnya.

Emosi mempunyai arti bahwa perasaan itu berupa reaksi terhadap suatu kejadian ketika mereka senang, marah, ataupun takut. Segala perasaan itu datang dan pergi dengan waktu jeda yang beragam. Yang jadi masalah adalah ketika manusia mengalami emosi marah terhadap sesuatu.

Konsultasi dengan psikolog atau terapis bisa jadi solusi yang dapat diambil. Cara ini tentunya butuh waktu dan biaya yang tak sedikit. Mengatasi emosi dan persoalan, sebenarnya dapat dilakukan seorang diri asalkan kita mau berlatih. Konsep inilah yang coba dikenalkan terapi erase.

Satu hal yang bisa dilakukan secara mudah oleh diri sendiri, yaitu dengan menggunakan terapi teknik Emotion Release And Awarness Ascension (E.R.A.S.E). Menurut Adi Susanto, CCH dan Anthony Steven Hambali, CCH CT, penulis sekaligus Terapis E.R.A.S.E, teknik ini  awalnya lahir dari sebuah pengamatan terhadap aplikasi teknik pelepasan emosi di Adi W Gunawan Institute of Mind Technology yang dikenal dengan teknik Hypno-EFT.

“Teknik Hypno-EFT adalah pengembangan lebih lanjut dan penyempurnaan dari teknik Emotional Freedom Technique (EFT) yang dikerjakan oleh Gary Craig. Dalam teknik E.R.A.S.E, ada sebagian kecil dari teknik Hypno-EFT yang kami adopsi ke dalamnya,” kata Adi. 

Terapi dengan Emotion Release And Awarness Ascension (E.R.A.S.E) menjadi salah satu teknik melepas emosi. Teknik ini dipercaya mampu melepaskan beban-beban, persoalan, stress bahkan fobia yang menganggu rutinitas. Erase dapat dilakukan seorang diri dengan berbekal langkah-langkah panduan dalam buku E.R.A.S.E Therapy.

Terapi erase seperti mengupas bawang dari sisi luar ke dalam.  Analogi mengupas bawang tersebut, seperti membongkar penyebab emosi. Gangguan, ketakutan, fobia pada dasarnya sesuatu yang mempunyai penyebab. Yang perlu dilakukan adalah menemukan penyebab tersebut, baru kemudian diobati.


Teknik E.R.A.S.E membongkar emosi yang bersifat destruktif selayaknya fobia, maupun mendapati diri jatuh secara mental ke jurang kehampaan. Itu semua penyakit yang terlbih dulu harus ditemukan penyebab hingga dapat disembuhkan dengan obat yang tepat.

Tak Jarang kita lupa atau tidak mengingat dengan jelas apa penyebab emosi tersebut muncul. Entah karena terkubur lama atau kejadiannya sangat menyakitkan sehigga memori tersebut tanpa disadari “disembunyikan” sebagai bagian dari pertahanan diri. Tidak masalah bila memori tersebut tidak bermuatan emosi. Namun, bila memori tersebut bermuatan emosi yang intens, akan menjadi masalah besar.

Adi Susanto CCH melihat problem manusia kebanyakan, yang mempergunakan emosi bukan pada tempatnya. Menjadikan emosi destruktif sebagai alasan menghambat dirinya untuk berkembang. 

Teknik erase menggabungkan banyak pendekatan dan disiplin ilmu seperti hipnoterapi klinis (berkaitan dengan psikomatis), cara kerja dan sifat pikiran bawah sadar, sistem energi tubuh, neurosains, dan peningkatan kesadaran guna menghasilkan efek terapeutik yang stabil untuk jangka panjang. 

Teknik ini juga menghindari penggunaan berbagai obat yang bisa menyebabkan penderita ketergantungan. Selain itu, menumbuhkan self improvement yang mendorong tubuh mengelola mindset guna mandiri. Otak menjadi kontrol utama dalam mengambil tindakan. Ssemua langkah tersebut dapat dipahami lengkap di teknik E.R.A.S.E.

Buku setebal 169 halaman ini tidak sekadar memberikan pemahaman kepada pembaca tentang emosi, penyebab serta pengaruhnya terhadap kehidupan. “Karena erase adalah terapi yang dapat dilakukan seorang diri, maka perlu sebuah panduan agar pembaca dapat praktik dengan baik. Karena itulah buku ini ada,” jelas Adi. 

Adi berharap buku ini dapat memandu pembaca untuk mengenali masalah dan hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman, sekaligus memberikan jawaban dalam melepaskan beban masa lalu dengan mempraktikkan teknik E.R.A.S.E, agar dapat melangkah maju.

Di dalam buku E.R.A.S.E ini cara menghilangkan fobia terhadap suatu benda dijelaskan secara sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca. Dalam buku ini juga terdapat jalan keluar untuk mengatasi konsep diri yang bermasalah, keyakinan yang menghambat ruang percaya diri, bahkan beberapa penyakit fisik seperti autoimmune, scoliosis, dan alergi. 



Artikel Terkait