Mengembangkan keterampilan membaca itu penting, karena dengan membaca dapat membantu kita dalam memperoleh informasi bacaan. Keterampilan membaca juga merupakan hal utama yang diperlukan dalam memahami pembelajaran.

Keterampilan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Sedangkan keterampilan membaca pada hakikatnya adalah suatu tindakan yang tidak sekadar menafsirkan tulisan, tetapi juga melibatkan banyak hal, antara lain: aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca adalah suatu kemampuan seseorang untuk menafsirkan tulisan yang melibatkan banyak hal di dalamnya. 

Membaca berfungsi untuk meningkatkan kemampuan otak sehingga lebih cepat menerima informasi yang didapatkan dan membuka jendela pengetahuan menjadi lebih luas. Dengan adanya membaca otak akan secara cepat merespon bentuk bacaan apapun yang ada karena membaca berfungsi meningkatkan kemampuan otak.


Teknik membaca

1. Teknik Skimming 

Skimming berarti mencari hal-hal yang penting dari bacaan itu, yaitu ide pokok dan detail yang penting dalam hal ini tidak selalu di permukaan (awal) tetapi terkadang di tengah atau di dasar (bagian akhir). Skimming juga berguna dalam banyak proses lainnya, salah satunya yaitu membaca pemahaman (Soedarso, 1991: 88). Contoh skimming adalah pada waktu seseorang membaca sebuah artikel tanpa membaca penuh artikel tersebut dan pada saat seseorang membaca opini suatu surat kabar atau koran. 

2. Teknik Scanning

Scanning adalah suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain. Teknik scanning dalam sehari-hari digunakan antara lain untuk (a) mencari nomor telepon, (b) mencari kata pada kamus, (c) mencari entri pada indeks, (d) mencari angka-angka statistik, (e) melihat acara televisi, dan (f) melihat daftar perjalanan (Soedarso, 1991: 89).


Macam-macam metode membaca

1. Metode Eja Abjad (Spell Method)

Metode membaca yang diawali dengan pengenalan huruf dari a sampai z. 

Contoh: 

A/a, B/b, C/c, D/d, E/e, F/f, dan seterusnya kemudian dibaca (a), (be), (ce), (de), (ef), dan seterusnya. 

2. Metode Rangkai Kupas Suku Kata

Metode membaca yang diawali dengan merangkai suku kata menjadi sebuah kata, setelah itu merangkai kata menjadi sebuah kalimat. Setelah tersusun, rangkaian kalimat tersebut ditindaklanjuti dengan cara menguraikan kalimat tersebut menjadi satuan bahasa kecil dibawahnya. 

Contoh:

I - ni bu - ku bu - di

Ini     buku     budi

Ini buku budi

Ini     buku     budi

I – ni bu – ku bu - di    

3. Metode Global

Metode membaca yang diawali dengan menyajikan beberapa kalimat secara umum dengan disertai gambar.

Contoh: 

ini kuda, maka gambar yang cocok untuk menyertai kalimat itu adalah gambar kuda.

4. Metode Struktural Analitik Sintesis (SAS)

Metode SAS adalah salah satu metode yang digunakan untuk proses pembelajaran membaca dan menulis awal bagi pemula. Pembelajaran membaca dengan metode ini, mengawali pembelajarannya dengan memperkenalkan sebuah kalimat utuh disertai dengan gambar. 

Proses struktural (S) 

Gambar-gambar yang memandu kalimat pada kartu kalimat kemudian sedikit demi sedikit dihilangkan, sehingga yang ada hanyalah kartu-kartu kalimat yang terlihat oleh siswa. Siswa mulai belajar membaca secara struktural kartu kalimat.

Proses analitik (A)

Setelah siswa dapat membaca kalimat pada kartu kalimat, kemudian pada tahap ini mulai mengurai kalimat menjadi kata, kata menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf. Melalui tahap analitik ini, siswa diharapkan mampu mengenali huruf-huruf yang terdapat pada kalimat yang telah dibacanya.

Contoh:

Baju baru

Ba - ju ba- ru

B - a - j - u b - a - r - u

Proses sintetik (S) 

Setelah siswa mampu mengenali huruf-huruf dalam kalimat, maka huruf-huruf tersebut digabung kembali, dari huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, kata menjadi kalimat.

Contoh:

A - y - a - m g - o - r - e - n - g

A - yam go - re - ng

Ayam goreng


Setelah mengetahui teknik dan metode membaca selanjutnya kita sebagai pengajar bisa meningkatkan keterampilan membaca anak didik dengan cara:

1. Guru dapat menolong para pelajar memperkaya kosakata (sinonim kata, antonim kata, parafrase, kata-kata yang berdasar).

2. Guru dapat membantu para pelajar untuk memahami makna struktur-struktur kata, kalimat, dll.

3. Guru dapat memberikan serta menjelaskan kawasan, atau pengertian kiasan, sindiran, ungkapan, pepatah, peribahasa, dll. 

4. Guru dapat menjamin serta memastikan pemahaman para pelajar dengan menanyakan apa ide pokok suatu paragraf.

5. Guru dapat meningkatkan kecepatan membaca para pelajar agar waktu tersebut bertambah singkat secara efisien.


Untuk menjaga agar motivasi atau dorongan membaca selalu besar, pengajaran yang dilakukan oleh sang guru hendaknya berjalan dalam dua arus sejajar:

Pertama : guru membantu para pelajar membaca bahan-bahan yang menarik serta bermanfaat secepat mungkin. 

Kedua : guru secara sistematis mengajarkan korespondensi atau hubungan-hubungan bunyi dan lambang yang diperlukan oleh para pelajar untuk memahami serta mendorong mereka membaca sendiri (Finocchiaro and Bonomo 1973: 121).


Mengembangkan keterampilan anak didik memang dibutuhkan upaya seorang guru sebagai mediator, fasilitator, dan motivator anak didik untuk terus memperbaiki dan mengembangkan baca tulisnya. 

Guru mempunyai peranan penting dalam mengembangkan keterampilan membaca, dengan usaha seperti pengenalan kosa kata, struktur kalimat, ide pokok suatu paragraf, dan meningkatkan kecepatan membaca para anak didik.

Selain peran guru, diperlukan juga peran orang tua yang mendukung dan membantu guru serta anak didik juga perlu melakukan banyak latihan untuk meningkatkan perkembangan membacanya.