Overthinking sering kali terpikirkan di dalam pikiran kita secara sadar maupun tidak, sebagian orang memikirkan banyak hal secara berlebihan dan tidak diketahui kepastiannya. Overthinking ini sering dilakukan oleh orang dewasa dan juga remaja.

Memikirkan banyak hal secara berlebihan itu disebut overthinking. Overthinking adalah suatu kejadian di mana perilaku seseorang dalam memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Hal ini sering dipicu dalam kehidupan sehari-hari, trauma di masa lalu, takut akan masa depan, dan lain sebagainya.

Jika seseorang sudah terjebak dalam overthinking, ia akan dihantui dengan rasa takut , ragu dalam mengambil keputusan, dan kekhawatiran yang berlebih. Situasi tersebut pastinya membuat hati dan pikiran tidak nyaman dan akan menjadi situasi yang nantinya akan semakin sulit untuk diatasi.

Overthinking tentu tidak baik dalam tubuh, karena overthinking bepengaruh pada kesehatan fisik. Perilaku ini bisa menyebabkan sakit kepala, demam, nyeri dada, jantung berdebar hingga tekanan darah menjadi tinggi.

Overthinking tentu bukan hal yang mudah untuk dikendalikan. Pikiran acak sering kali muncul secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu. Biasanya  muncul pada malam hari, saat tubuh ingin berolahraga haknya untuk beristirahat. Khawatir tentang hari esok adalah sesuatu yang sering dipikirkan  anak muda. Apakah mereka akan efektif atau tidak berguna di masa depan?, akankah hidup menjadi  lebih baik besok? atau bahkan pemikiran tentang masa lalu yang tidak bisa kita ubah.

Terlalu banyak berpikir mengganggu fokus kita dan tidak akan mengubah apa pun jika kita tidak melakukan apa pun. Sebaliknya, overthinking menguras pikiran, emosi, dan membuang-buang waktu. Namun, terlalu banyak berpikir sering kali merupakan refleks dan  di luar kendali kita. Namun, kita selalu bisa mencoba mengendalikannya.

Sebagai manusia yang beriman kepada Allah, hal-hal gaib, termasuk masa depan dan takdir, akan membantu kita untuk lebih mudah mengendalikan pikiran. Jika keyakinan itu tetap ada di hati, maka  yang harus kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin agar pikiran yang berlebihan itu terus menguasai pikiran.

Jelaslah bahwa Allah telah berjanji bahwa semua kehidupan makhluk-Nya adalah pasti. Sabdanya dalam surat HUD Ayat 6:

ا لابة الله الا لى الله

Artinya : Dan tidak ada makhluk hidup di Bumi Bergerak (Hidup) semua itu dijamin dengan rizki Allah . Dia tahu keberadaan dan keberadaannya. Semuanya (tertulis) dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).

Imam Thabary dalam Jami 'alBayan fii Ta`wiil Al-Qur`an menjelaskan  ayat ini. Ayat ini merupakan jaminan bahwa Allah adalah penjamin kekuatan, kehidupan, dan kehidupan manusia. Jika manusia sepenuhnya percaya akan hal itu, maka dia akan menjadi seorang yang optimis. Setidaknya sikap optimis akan membuatnya terus maju. Ikhtiyar bukan hanya tentang mencari hasil, tetapi tentang menjalani hidup sebagai hamba Tuhan yang mempercayakan hidupnya kepada Tuhannya.

Ada beberapa cara mengatasi overthinking jika pikiran acak datang kepada Anda, seperti ini:

Pertama, percayalah bahwa Allah adalah penjamin penuh kelangsungan hidup semua makhluk hidup. . Jangankan manusia,  burung yang  meninggalkan sarangnya setiap pagi akan selalu membawa makanan bersamanya saat pulang ke rumah. Selanjutnya manusia, makhluk Tuhan diciptakan untuk beribadah kepada-Nya (QS. AzZariyat ayat 56).

Sebenarnya, terlalu banyak berpikir dan meragukan  apa yang telah dijamin Allah  akan membawa seseorang ke tingkat keimanan yang lebih rendah. Karena iman memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada Islam. Seseorang yang  beriman berarti ia meyakininya dalam hati dan menunjukkannya dalam tindakan sehari-hari. Jika Anda sepenuhnya percaya kepada Allah, hari-hari Anda akan dijalani dengan tenang dan optimis.

Kedua, meskipun ia sering gagal, Tuhan akan menggantikannya dengan lebih baik. Kegagalan sangat penting bagi orang untuk  merasakan esensi dari perbudakan. Dia mencoba sepenuhnya, jika Tuhan tidak menginginkannya, itu tidak akan terjadi. Tapi mencoba atau tidak akan memiliki hasil yang sama? Tentu saja tidak. Bayangkan, jika Anda lapar dan ingin makan tetapi tidak berusaha membeli makanan atau memasak, apakah tiba-tiba Anda merasa kenyang? Jawabannya adalah tidak. Orang butuh usaha.

Ketiga, terus berusaha yang terbaik, tetapi dengan keyakinan bahwa apa yang masuk akal bagi Anda akan terjadi dan apa yang tidak masuk akal bagi Anda tidak akan terjadi, tidak peduli seberapa keras Anda mencoba. . Upaya lahiriah yang disertai dengan keyakinan batin akan kekuasaan Tuhan akan membawa kita pada sika husnuzon menuju Tuhan. Allah masih berkuasa atas hamba-hamba-Nya, termasuk sumber makanan mereka. Hal ini tercantum dalam surat Al-Isra` ayat 30:

ان الرزق لمن اء ا ا ا اده اء انه ا ا

Artinya: Sesungguhnya kepada siapa Tuhanmu memberi makan dan membatasi (kepada siapa); Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Bijaksana di antara hamba-hamba-Nya.

Eksistensi bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang kesehatan, kesempatan, masa-masa indah dan orang-orang yang mencintai kita. Jadi, terus membiarkan overthinking tidak akan mengubah apapun kecuali hanya akan membuang waktu dan membuat kita manusia  pesimis. Wallahu a'lam bisshowab.