Menyimak perdebatan di media massa tentang berbagai hal di jaman milenial ini, sungguh membuat saya dan mungkin kebanyakan orang pusing tujuh keliling. Kita yang awalnya ingin mendapat informasi positif dan refreshing dari aktivitas sehari-hari, malah disuguhi dengan drama otot-ototan yang melelahkan. Rasanya sikap ngotot saat ini sudah menjadi trend yang menjangkiti hampir semua usia. Kebebasan berpendapat menjadi ajang pencarian jati diri yang kebablasan. Kalo gak ngotot gak eksis, kalo gak ngotot gak keren, kalo gak ngotot gak keliatan pintar.

Sebenarnya gaees....kalo bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit. Kalo bisa dibuat simpel, mengapa harus dibuat ribet. Kalo bisa woles, mengapa harus ngotot. Saya pikir ngotot untuk hal-hal yang positif dan berfaedah tidak menjadi masalah. Menjadi unfaedah bila ngotot sudah pada ranah mengganggu dan merugikan orang lain. Reaksi orang yang menghadapinya pun bermacam-macam, ada yang bersikap tidak peduli, ada yang menghujat, ada juga yang meladeni dan ujung-ujungnya berantem di ruang publik.

Bila kita googling, kata ngotot sendiri mengandung makna yang cukup beragam (tapi kebanyakan negatif ya gaes). Seperti gigih, kaku, keras kepala, kepala batu, melawan, menentang, bersitegang, lancang, nekad, ngeyel dan lain-lain. Tergantung cara pandang kita dan bagaimana kita mengelolanya, apakah sikap ngotot ini akan unfaedah atau berfaedah bagi kita. Mari kita simak beberapa hal dibawah ini, yang membedakan sikap ngotot yang unfaedah dan berfaedah.

Ngotot yang unfaedah antara lain:

#1. Ngotot padahal belum tentu benar

Ini jenis orang yang sebenarnya ilmunya terbatas, tapi tidak mau belajar, tidak mau membuka diri dan kurang pergaulan (kuper). Sehingga apapun informasi yang masuk ditelan bulat-bulat tanpa konfirmasi dan klarifikasi. Dan akan keluar begitu saja tanpa disaring, bahkan dibumbui dengan asumsi pribadi yang belum tentu benar. Cara pandangnya seperti memakai kaca mata kuda, kebenaran adalah milik dirinya dan apa yang diyakininya. "Raja ngeyel" untuk segala hal yang tidak sesuai dengan pemikirannya. Dan sama sekali tidak mau mengalah, selalu menganggap dirinya paling benar.

#2. Ngotot padahal sudah tau salah

Ini jenis orang yang bandel dan keras kepala. Sikap ngotot yang ditunjukkannya bisa jadi karena rasa malu untuk mengakui kesalahannya. Merasa harga dirinya merosot bila ketahuan salah, dan menutupi kesalahan dengan sikap ngotot.  Atau bisa juga hanya sekedar upaya untuk mencari panggung dan perhatian dari orang-orang disekitarnya. Mungkin masa kecilnya kurang bahagia, sehingga butuh perhatian khusus dari lingkungannya di kala dewasa. Dan bila terbukti salah, biasanya ngeles dengan berbagai alasan untuk mencari pembenaran.

#3. Ngotot yang hasilnya debat kusir

Debat kusir adalah debat tanpa aturan, yang sering menimbulkan pertengkaran atau percekcokan. Debat kusir terjadi ketika kedua belah pihak sama-sama ngotot mempertahankan pendapat. Dan biasanya tidak bersifat ilmiah, karena materi perdebatan tanpa disertai data dan fakta yang terbukti kebenarannya. Debat kusir pada dasarnya membuang-buang waktu, menguras tenaga dan pikiran. Dan bila dilakukan di ruang publik, hanya akan menjadi bahan gunjingan dan lelucon bagi banyak orang. Seperti nonton sinetron dengan alur yang berputar-putar, tapi kita penasaran pengen tau bagaimana akhir ceritanya.

#4. Ngotot sampai adu otot

Naaah...ini jenis orang yang super ngotot.  Bukan hanya dalam sikap dan perkataan, tapi juga benar-benar siap adu otot dalam perbuatan. Mungkin secara fisik ototnya memang kuat, didukung dengan nyali yang besar dan emosi yang sulit dikontrol. Tanpa mempertimbangkan resiko babak belur pada dirinya sendiri dan orang lain, yang penting berantem.  Gak tau benar gak tau salah semua dihajar. Mungkin kurang kasih sayang dan pelampiasan positif dalam hidupnya, sehingga bila ada masalah cenderung menyelesaikan dengan cara kekerasan. Ending-nya ditangkap aparat, dipaksa meminta maaf, dipaksa klarifikasi dan tanda tangan bermaterai. Atau malah yang paling apes masuk ke hotel prodeo. Maluuu...pastinya, kasian diri sendiri dan keluarga.

Ngotot yang berfaedah antara lain:

#1. Ngotot belajar yang bikin pintar

Seperti kata pepatah tuntutlah ilmu setinggi langit. Buka wawasan lebar-lebar, banyak membaca, banyak mendengar, banyak bermusahabah diri. Di era persaingan global ini, pengetahuan kita perlu seluas samudra. Tidak ada kebenaran yang hakiki kecuali dari Tuhan.  Belajar tidak mengenal usia.  Tua, muda, anak-anak perlu ngotot belajar demi kehidupan yang lebih baik. Belajar beragam ilmu yang bermanfaat, akan membuat kita lebih pintar. Tidak mudah terprovokasi, tidak mudah emosi, tidak mau menang sendiri dan selalu rendah hati. Bukankah padi makin berisi makin merunduk. Dan pada dasarnya orang yang berilmu akan lebih banyak mendengar daripada berkomentar, dan pastinya lebih dapat menghargai orang lain.

#2. Ngotot bekerja yang bikin kaya

Ini kiat sukses para taipan kaya di dunia. Contohlah Jeff Bezos dengan Amazon (teknologi e-commerce), Elin Musk dengan Tesla-Space X (otomotif), Bernard Arnault dengan LVMH (fesyen dan ritel) dan Warren Buffet (finansial dan investasi). Mereka ngotot menjadi kaya sejak muda dengan kerja keras. Upaya berdarah-darah yang dilakukannya dengan merintis bisnis dari bawah, dan pandai memanfaatkan peluang. Mereka menggunakan bahkan menciptakan kecanggihan teknologi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat global. Pastinya mereka adalah orang-orang yang ulet, tekun, ngotot bekerja dan ngotot belajar. Tapi ingat, jangan ngotot kaya dengan menghalalkan segala cara, misalnya dengan korupsi, mencuri, atau sikut sana sini. Gunakan akal sehat untuk meraih sukses tanpa merugikan orang lain.

#3. Ngotot olah raga yang bikin sehat

Ikuti club olah raga dan pergi ke fitness center,  jalani treatmen pembentukan otot dengan olah raga rutin setiap hari. Pergi bersepeda, jogging, naik gunung, atau aktivitas olah raga lainnya yang menyenangkan.  Ngotot yang seperti ini membuat hidup lebih sehat. Otot-otot kita menjadi lebih kencang, terbentuk dengan sempurna berkat latihan yang teratur. Pikiran juga menjadi lebih sehat, lebih positif dan tidak mudah emosi. Mensana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

#2. Ngotot makan enak yang bikin kenyang

Naah...ini kesukaan saya gaes. Ngotot makan enak, bikin perut kenyang dan hati riang. Menikmati kuliner makanan favorit yang berjibun di tanah air, sambil jalan-jalan dan cuci mata. Bisa dilakukan sendiri, dan lebih menyenangkan bila dilakukan rame-rame bersama teman-teman. Mempererat pertemanan, menambah pengalaman, dan mungkin sedikit menambah berat badan hehehe... Tidak perlu kuatir dengan dampak buruknya seperti kolesterol dan asam urat, karena bisa dinetralisir dengan ngotot olah raga yang bikin sehat pada point 3. (IkS).