Manusia merupakan mahluk paling sempurna diantara mahluk lainnya. Sifat dasar manusia yang selalu merasa gersang dan kurang akan segala hingga selalu menuntut kesempurnaan justru dapat membawa pengaruh yang signifikan dalam kehidupan. 

Konsumtif merupakan kegiatan yang secara tidak sadar selalu kita lakukan dan berakhir menjadi sebuah kebiasaan, menurut KBBI konsumtif adalah memakai atau tidak menghasilkan sendiri sebuah barang atau karya. 

Salah satu penyebab perilaku konsumtif paling sering adalah gaya hidup, hal ini telah melekat pada kebiasaan kita sehari-hari, kita sering kali memilih untuk membeli dari pada memproduksi sendiri karena dirasa lebih simple.

Banyak dari kita menjadi konsumtif hanya karena butuh validasi atau pengakuan dari orang-orang sekitar. Hal itu menjadikan kita membeli suatu barang bukan karena kebutuhan. Namun, karena ingin mendapat pujian sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri 

Perilaku konsumtif juga timbul karena ego manusia selalu ingin menjadi yang sempurna terutama dalam hal berpenampilan. Ingin menjadi tercantik dan terkeren membuat kita akan selalu membeli barang-barang branded dengan harga selangit. 

Kebanyakan dari kita membeli barang-barang branded luar negeri, dengan tanpa sadar bahwa di indonesia terdapat pabrik yang memproduksi barang unggul dan kualitas terjamin dengan harga yang tergolong dapat di jangkau. 

Perkembangan jaman sekarang yang pesat dan canggih membuat akses berbelanja juga sangatlah mudah, hanya dengan ponsel dan internet kita bisa berbelanja dimanapun dan kapanpun. Kita dapat dengan mudah menghabiskan uang tanpa pergi meninggalkan rumah. 

Dengan terbiasa berprilaku konsumtif membuat kita akan sulit mengatur keuangan dan masalah finansial yang serius seperti terjerat hutang. 

Hutang terjadi karena keinginan kita yang lebih besar dri pada kebutuhan yang menyebabkan meningkatnya pengeluaran dan kurangnya pemasukan. 

Tak heran orang-orang dengan perilaku konsumtif tidak memiliki tabungan, karena uang yang ia hasilkan akan selalu di habiskan untuk hal-hal yang tidak jelas. Cara mengatur uang yang baik adalah dengan menyisihkan sebagian dari gaji yang di dapat. 

Untuk permulaan tidak perlu menabung dengan jumlah yang banyak, tidak masalah menabung sedikit tapi jika di lakukan secara rutin akan menjadi banyak dan dapat menjadi simpanan dimasa depan. 

 Misalnya, dari 100% gaji kita sebaiknya 20% untuk di tabung, 30% dari gaji digunakan untuk membeli barang yang dikehendaki, dan 50% untuk kehidupan sehari-hari. Menyusun anggaran belanja perbulan dapat membantu kita untuk memantau barang apa saja yang telah di beli. 

Pastikan untuk selalu konsisten dan menjalankannya dengan baik di ikuti kendali diri agar tidak selalu terbiasa belanja diluar kebutuhan. 

Jika kita terus melakukan perilaku konsumtif selalu berfoya-foya dan tanpa memikirkan apa yang terjadi di masa depan maka bersiaplah untuk menghadapi hancurnya kehidupan. semua uang yang ada hilang entah kemana hanya digunakan untuk barang yang tidak penting bahkan tidak bermanfaat.  

Agar kita tidak terjebak dalam pengaruh buruk dari sifat konsumtif mulailah dengan membuat skala prioritas. Dalam hal ini kita harus bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Hal ini dapat menjauhkan kita dari hal yang bersifat hedonisme atau berlebihan.

Dengan ber investasi juga akan menyelamatkan kita dari sekian dampak buruk yang akan terjadi, hal ini penting untuk menata kehidupan di masa depan. Dengan investasi kita bisa mempersiapkan kehidupan yang layak di masa tua. Mulailah ber investasi dengan hal kecil misalnya menabung. 

Hindari melakukan cuci mata baik online maupun offline, mungkin niat awal hanya akan melihat-lihat tapi bisa berakhir membeli atau chekout belanjaan. 

Hal ini dipermudah jika kita mempunyai mobile banking atau kartu kredit, karena dapat dengan mudah melakukan pembayaran tanpa berpergian. Tanpa sadar barang yang telah kita beli telah melampaui batas. 

Mengurangi bersosialisasi dan berkumpul bersama teman yang gaya hidupnya terkesan mewah, lebih baik untuk menghindari acara kumpul-kumpull tidak jelas tanpa manfaat dan tanpa tujuan.

 Terlalu sering berkumpul dengan teman yang gaya hidupnya tinggi tanpa sadar akan membuat diri kita ingin mengikuti gaya hidup yang berlebih. 

Bukan berarti kita tidak boleh bersosialisasi dan berteman, hanya saja lebih baik jika kita memperhatikan antara keuangan dan keinginan serta disesuaikan dengan kebutuhan. 

Mempunyai batas diri dan komitmen akan membuat kita lebih kuat dalam menghadapi godaan perilaku konsumtif. Dengan menahan diri untuk tidak membeli barang tidak penting dapat membantu kita dalam mewujudkan rencana masa depan yang indah. 

Memang gaya hidup konsumtif akan membuat kita merasa puas dalam menikmati hidup. Namun, jangan terlena terdapat banyak kerugian jika kita tetap terbiasa hidup konsumtif. 

Cobalah untuk hidup sesuai dengan kemampuan yang kita miliki tanpa memaksakan kehendak demi mendapat pengakuan dari orang lain. Evaluasi lagi antara penghasilan dan gaya hidup.