Menurut WHO, kesehatan mental adalah kesejahteraan mental yang memungkinkan kita untuk mengatasi tekanan dalam kehidupan, kemampuan untuk belajar dan bekerja dengan baik, kesadaran akan kemampuan diri, serta kemampuan berkontribusi dengan lingkungan sekitar. 

Kesehatan mental juga merupakan komponen integral dari kesehatan dan kesejahteraan yang menopang kemampuan individu dan kolektif untuk membuat keputusan, membangun hubungan, dan membentuk dunia tempat kita tinggal. Kesehatan mental adalah hak asasi manusia yang mendasar. Dan itu sangat penting untuk pengembangan pribadi, masyarakat dan sosial-ekonomi.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi (Rokom, 2021). Artinya, masih sangat banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap kesehatan mental dirinya sendiri dan orang di sekitarnya. 

Maraknya kasus bunuh diri ataupun bentuk selfharm lainnya adalah dampak dari gangguan mental. Terutama pada generasi muda, kestabilan mental harus dijunjung tinggi mengingat banyaknya beban belajar, pencarian jati diri, mendapat tekanan dari orang-orang sekitar, rasa takut untuk gagal, maupun faktor lingkungan (pertemanan, sekolah hingga keluarga) yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan dampak negatifnya juga akan semakin meningkat.

Adapun macam-macam gangguan mental, sebagai berikut :

Depresi

Depresi merupakan kondisi emosional berkepanjangan yang mempengaruhi proses berpikir, berperasaan dan berperilaku. Orang yang mengalami depresi memperlihatkan perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan (hopeless), sedih, kehilangan minat dan keceriaan.

Insomnia

Insomnia atau gangguan tidur sering kali dianggap hal yang biasa. Akan tetapi, gangguan tidur ini bisa menjadi ciri-ciri seseorang terkena gangguan mental. Sering kali, rasa cemas manusia yang berlebihan dapat menjadi faktor terjadinya insomnia. Tak jarang banyak orang yang memilih mengkonsumsi obat tidur saat merasa kesulitan untuk tidur. Namun, apabila dilakukan secara berkepanjangan, akan menciptakan efek kecanduan dan berujung overdosis.

Skizofrenia

Berdasarkan WHO, diperkirakan lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit skizofrenia dan mengakibatkan risiko kematian yang tinggi karena tekanan yang sangat menyakiti dirinya. Gejala penyakit ini adalah mudah marah, kurangnya konsentrasi, pola pikir yang kacau dan sering menyendiri.

Bipolar

Adanya depresi, trauma, dan stress merupakan asal dari bipolar. Bipolar atau Manik depresi adalah suatu gangguan mental di mana penderitanya mengalami perubahan mood atau emosi yang cepat dan drastis. Emosi penderita bisa berada di fase tinggi dan rendah. Penderita yang tadinya merasa sangat senang, tiba-tiba merasa sedih. Kemudian, yang tadinya sangat bersemangat, kemudian merasa cepat tersinggung dan penuh amarah. 

Skizoefektif

Apabila gangguan ini sudah di tahap parah, penderita harus dibawa ke rumah sakit jiwa untuk ditangani oleh dokter atau psikolog. Apabila tidak ditindak lanjuti, dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang di sekitar. Skizoefektif ialah gabungan dari depresi dan Skizofrenia, yang mana sedih dan berhalusinasi.  

Alangkah baiknya, kita sebagai manusia memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan mental untuk diri kita dan juga orang lain. Gangguan-gangguan mental itu lebih baik diantisipasi dengan melakukan hal-hal seperti berikut :

Baca Juga: Crab Mentality

Jangan Takut untuk Sharing

Sebagai makhluk sosial tentunya manusia membutuhkan manusia yang lain. Seperti pula halnya dalam menjalani hidup, manusia juga membutuhkan tempat untuk bercerita. Berceritalah kepada orang yang kamu percayai dan kamu rasa nyaman bercerita dengannya.

Tingkatkan Rasa Bersyukur

Bersyukur itu sangat penting. Kamu harus sering berdoa untuk berterima kasih atas apa yang telah Tuhan beri kepada kamu. Memang masalah yang kamu hadapi itu berat bagimu. Tetapi Tuhan memiliki rencana yang terbaik buat kamu agar kamu mempunyai kekuatan atas tantangan-tantangan yang berat dan masalah kamu adalah tantangannya.

Mencintai Diri Sendiri

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah love yourself. Mencintai diri sendiri sangatlah penting, karena pada dasarnya kita dan orang lain jelaslah berbeda, dari segi perspektif, pola pikir, bentuk tubuh, sampai dengan segi kelebihan dan kekurangan pada diri kita dan orang lain.

Peran orang tua ataupun masyarakat di sekitar bahkan instansi kesehatan sangat diperlukan dalam mendukung serta mendampingi masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan. Sosialisasi akan kesehatan mental perlu diterapkan baik di desa, sekolah dan tempat layanan publik. 

Pendampingan terhadap masyarakat yang membutuhkan harus dilakukan dengan maksimal untuk menekan angka penderita gangguan kesehatan. Dengan berbagai peran tersebut diharapkan masyarakat dewasa serta remaja dapat mengetahui pentingnya menjaga kesehatan mental.

Serta, jangan takut untuk pergi ke psikolog apabila merasa mulai merasa gelisah, cemas berlebihan, ataupun ciri-ciri gangguan mental yang lainnya. Tidak ada salahnya meminta bantuan pada yang terpercaya. Serta, tidak baik untuk mendiagnosa diri sendiri, maka lebih baik berkonsultasi kepada pihak yang ahli.

Dengan pergi ke psikolog kita jadi tahu mana yang baik untuk dilakukan ataupun obat-obatan yang kita konsumsi sesuai dosis dan petunjuknya.