Cinta selalu punya kejutan bagi setiap manusia yang menjadi aktor dari kisah yang dijalani. Cinta selalu datang membawa hal yang tak terduga. Semesta kadang turut andil salam menyusun itu semua. Ada yang datang diwaktu yang salah, juga ada yang dipertemukan dari masa lalu yang sama, jatuh hati pada seseorang yang tak pernah terduga.

Kita tak bisa menebak pada siapa hati akan berlabuh, tetap untuk kali ini, jatuh hati padamu adalah hal yang akan aku syukuri setiap saat. Tentu hal ini tak pernah terlintas dalam benak. Jelas, semesta kembali ikut campur dalam ini semua.

Dapat kurasai bagaimana hati ini tiada tenang rasanya saat berada didekatmu. Bercerita apa saja rasanya tak pernah bosan untuk kudengar. Menatapmu, seringkali aku larut dalam sepasang bola matamu yang indah.

Perjumpaan yang begitu singkat rupanya membawaku pada hari-hari yang begitu indah. Belum lama kita saling mengenal, namun rasanya sudah banyak waktu yang kita lalui bersama.

Jika disuruh untuk menulis dengan judul daftar hal-hal yang paling berkesan dalam hidup, maka bertemu denganmu adalah salah satu dari sekian banyak daftar yang tertuang.

Sebenarnya, terbesit dalam hati kecil bahwa diri ini tiada pantas untuk mendapatkanmu. Kau yang dibalut hijab indah dengan sikap dan tutur kata yang membuat lelaki jatuh hati, rasanya tak sebanding dengan aku yang pemabuk, urak-urakan dan jauh dari kata baik. Bukan apa-apa, aku rasai pandangan umum begitu menyiksa batin.

 

“bagai langit dan bumi”

“perbaiki dirimu dulu kalau mau mendapatkannya”

Begitulah kata orang-orang

Tetapi masihkah cinta memandang prilaku dan sikap? Jika iya, maka yang baik akan mendapatkan yang baik? Pun sebaliknya? Lalu, dimana arti saling menyempurnakan? Bukankah sebuah ikatan adalah saling mlengkapi dalam setiap kekurangan?

Rasanya aku tak menerima saat kita terus-terusan dimasukkan dalam kotak baik dan buruk. Saat menjadi baik maka pantas diri untuk mendapatkan yang baik. Jika buruk, maka wajar juga saat mendapatkan yang buruk. Seperti menjadi hakim atas apa yang menjadi pilihan hidup orang lain dengan hanya memandang dari satu sisi.

Jatuh cinta padamu adalah pilihan dari setiap perjalanan hidup yang sampai saat ini aku jalani. Tentu suatu hal yang teramat indah untuk disyukuri pada setiap waktu. Pada setiap pagi yang datang bersama embun dan pada setiap malam yang datang bersama begerlap bintang.

Ada kalanya jiwa ini senantiasa berdoa agar suatu saat nanti bisa bersamamu dalam menjalani hari tua. Mungkin agak berlebihan. Bukankah cinta memang seperti itu? Bagi setiap insan manusia yang sedang merasakan jatuh cinta, membayangkan hari tua bersama orang yang dicinta adalah hal yang cukup wajar.

Aku ingin mencintaimu dengan tetap menjadi diriku. Aku tak mau dibalut sikap dan prilaku orang lain hanya karena dirimu. Setiap manusia punya ciri khas. Dan aku tak mau melepas ciri khas diriku hanya karenamu.

Aku kasihan melihat orang-orang yang rela menjadi orang lain demi seseorang yang dia cinta. Sama seperti rela berbuat apa saja demi menghadiahkan senyum pada pasangannya namun dirinya sendiri tak bahagia secara jujur. Kebahagiaan yang dia punya dan dia umbar hanyalah kepalsuan semata.

Itulah yang membuatku merasa nyaman saat berada didekatmu. Kau bisa menerimaku dengan segala kekurangan dan bisa mengingatkan atas salah yang aku lakukan. Namun, bisa jadi kau hanya menerima sebatas sahabat, bukan sebagai sepasang.

Tapi, tahukah kau tentang segala rasa ini? Segala yang kupendam dalam-dalam. Perlu kau tahu, segala yang ada dalam hati ini terus aku coba agar tak terdengar oleh orang-orang. Meskipun perasaan terus berontak untuk diutarakan, alhasil dibantahkan dengan sendirinya oleh logika.

Namun bila rasa ini terus-terusan kupendam, bisa jadi suatu saat nanti penyesalan terbesar dalam hidupku adalah karena dulu tak punya kebernian untuk menyatakan. Aku tak ingin suatu saat nanti ternyata kau pun punya rasa yang sama namun kita sama-sama saling menunggu untuk menyatakan lebih dulu. Aku tak ingin hal itu terjadi dikemudian hari.

Sudikah dirimu menunggu sejenak sembari aku persiapkan hatiku tentang jawaban atas apa yang akan aku ungkapkan? Sisa sebentar, hati ini perlu ku persiapkan jika balasan dari perasaan ini adalah kau akan berubah sikap atau bahkan harus dipatahkan lebih awal.

Mengungkapkan secara langsung adalah sesuatu hal yang begitu menakutkan. Diri ini belum lagi berani. Mungkin lebih tepatnya takut akan balasan dari rasa yang telah diutarakan. Aku masih percaya bahwa perasaan seperti rahasia yang berusaha diungkapkan lewat gerak-gerik. Berusaha untuk terus memberi serangkaian kode bahwa aku jatuh cinta.

Lewat tulisan ini, kiranya kau akan membaca agar bisa merasai bagaimana aku saat ini. Juga dengan perasaan yang telah lama terpendam dalam-dalam.

Saat ini, cukup biarkan aku mengamatimu dari kejauhan, memujamu dalam diam, menyamarkan segala rasa yang aku punya dan memastikanmu baik-baik saja agar aku merasa tenang.