Di lingkungan tempat tinggal, kerja, atau dimanapun kamu berada dan beraktivitas, mungkin ada beberapa dari teman kamu yang belum menikah. Baik itu teman laki-laki maupun perempuan. Dan mungkin bervariasi alasan mengapa sampai sekarang teman kamu itu belum menikah.

Ada tetangga saya laki-laki di kampung yang usianya kalau ditaksir lebih dari empat puluh lima tahun, akan tetapi sampai sekarang belum menikah. Padahal dari sisi fisik sih oke, seperti aktor tahun 80an dengan model kumis tipis dan rambut agak gondrong.

Dari sisi kekayaan sih cukup, ada beberapa warisan dari orang tuanya yang kalau disulap jadi lembaran uang sih sangat cukup untuk berumah tangga dan menghidupi anak serta istrinya. Namun mungkin karena faktor pekerjaan yang tidak tetap, ia memutuskan untuk belum menikah.

Ada juga teman kerja istri yang kalau ditaksir empat puluh lima tahun ke atas. Teman kantor istri saya ini laki-laki, beda divisi dengan istri, juga belum menikah. Sama seperti tetangga saya, dari sisi fisik juga oke. Kemampuan komunikasinya bagus, bahkan sering diserahi tugas menjadi MC di kantor. 

Kalau dari faktor tingkat kepedean mungkin tidak, karena ia supel dan ramah serta sering didapuk menjadi pembawa acara maupun kepanitiaan kegiatan di kantornya. Tetapi mungkin karena faktor prinsip. Misalnya prinsip ‘NRKO’ alias Nek Ora Kowe Ora (kalau tidak kamu, tidak).

Nah, dari pengalaman, pengamatan, penerawangan secara seksama, dan juga hasil nonton sinetron Indonesia, saya bisa menyimpulkan beberapa alasan laki-laki matang belum mau menikah. Berikut hasil terkaan saya.

#1 Tidak bisa ke lain hati

Walaupun belum pernah pacaran dengan perempuan pujaan hati karena bertepuk sebelah tangan alias ditolak saat nembak, laki-laki ini memegang prinsip ‘NRKO’. Jadi walaupun banyak dikenalkan dengan perempuan yang jauh lebih unggul dari idamannya, ia bergeming dengan prinsipnya.

Bagi yang belum pernah pacaran saja sampai segitunya prinsip yang dianut. Apalagi yang sudah pacaran lama, tiba-tiba putus. Misalnya ditinggal menikah karena dijodohkan oleh orang tua pacarnya. Tentu saja ini akan lebih dalam lagi dalam memegang prinsip ‘NRKO’. 

Ibaratnya cinta lama belum kelar, sehingga laki-laki model beginian akan terus berharap suatu saat bisa nikah dengan pujaannya. Bahkan sampai ditunggu jandanya. Susah kalau punya prinsip demikian.

#2 Tidak berani berkomitmen

Tipe laki-laki seperti ini kemungkinan berada pada suatu keadaan dimana ia merasa insecure dari sisi sisi finansial dan juga kedudukan sosial di masyarakat. Ia tidak pede dengan kondisinya yang belum mapan ditambah dengan keberadaannya di masyarakat yang kurang dianggap.

Menikah bagi tipe laki-laki seperti ini mungkin merupakan beban. Ia harus menghidupi istri dan anaknya kelak. Dan baginya kondisi sendiri saat ini saja sulit apalagi harus menikah dan menghidupi keluarganya. 

Orang seperti ini harus banyak-banyak menonton sinetron Indonesia agar bisa mendapatkan inspirasi. Sinetron kita kan kebanyakan ceritanya tidak masuk akal. Nah, orang tipe ini perlu dimotivasi dengan tontonan sinetron kita.

#3 Ditolak berkali-kali

Mungkin karena seringnya ditolak oleh perempuan dambaan hatinya, ia kemudian memutuskan untuk tidak akan menikah seumur hidupnya. Hatinya terlalu sakit untuk melupakan kejadian saat penolakan terjadi. Memang ada benarnya juga lagu dari Meggy Z yang berjudul Sakit Gigi. 

Betapa tidak, sakit hati memang lebih menyakitkan dari pada sakit gigi. Kalau sakit gigi bisa kita redakan dengan obat pasaran yang tersedia di apotek. Nah kalau sakit hati apakah ada obatnya yang bisa kita beli di pasaran? Tentu tidak ada bukan. 

Bagi tipe laki-laki seperti ini harus sering mendengarkan lagunya The Rain yang berjudul Terlatih Patah Hati agar punya mental baja, dengan motto “Pantang Semangat, Tetap Menyerah”. Hehehe.

#4 Terlibat kisah asmara dengan istri orang

Nah ini. Kamu yang merasa masuk tipe ini segera sudahi petualanganmu. Kasihan suami dan anaknya kamu bohongi dan mainkan. Biasanya tipe laki-laki seperti ini memanfaatkan kekayaan si perempuannya untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya. Bahkan untuk kesenangan dan kemewahannya.

Atau sangat mungkin juga laki-laki ini pacarnya sebelumnya yang akhirnya menikah dengan orang lain. Akan tetapi tetap menjalin hubungan walaupun sudah berkeluarga. Ah, sudahlah cukup saya berandai-andainya. Yang pasti kalau kamu termasuk laki-laki seperti ini, sudahi saja Bung.

#5 Ada masalah orientasi seksual

Kasus seperti ini di masyarakat kita mungkin masih tabu untuk dibicarakan. Akan tetapi saya mengamati dari beberapa orang terdekat, mereka laki-laki akan tetapi kelakuannya kayak perempuan, kemayu gitu. 

Saya sempat canggung juga saat ngobrol dengan tipe orang seperti ini. Bayangkan saja, gaya ngomongnya yang kemayu, ditambah jari lentiknya yang dimainkan. Tidak sampai disitu saja, tingkah lakunya tidak normal sebagaimana layaknya laki-laki sejati. 

Pernah bareng main di pantai bersama teman-teman lainnya, eh si doi takut hitam kulitnya. Alhasil sepanjang di pantai si doi tidak pernah lepas payungan. Nah, kamu masuk tipe yang mana?