Masih minimnya kurikulum yang diajarkan di perguruan tinggi hal ini membuat banyak mahasiswa yang masih dan bahkan kurang paham tentang entrepreneur, di lain sisi ada juga yang paham mengenai jiwa entrepreneur namun tidak pada penerapan yang agility, bahkan kata agility adalah sesuatu yang belum banyak diketahui oleh orang. 

Gambar Agility | Sumber. Freepik

Terutama di akhir akhir ini masyarakat dunia khususnya Indonesia mengalami keterpurukan ekonomi yang diakibatkan oleh adanya wabah covid 19 di mana hampir seluruh wilayah Indonesia terdampak covid 19, yang hal ini menandakan pentingnya sifat agility dalam berwirausaha, yaitu sifat kelincahan, ketangkasan, dan ketahanan terhadap segala suatu kondisi.

Gambar Faktor Masalah | Sumber. Freepik

1. Faktor Internal

Dimana faktor ini adalah faktor dasar dari dalam kurikulum yaitu lebih tepatnya di area perguruan tinggi di mana masih minimnya pembelajaran yang berkaitan dengan wirausaha serta masih kurangnya perhatian terhadap kurikulum wirausaha, serta minimnya pengembangan, dan penelitian lebih lanjut tentang wirausaha.

2. Faktor Eksternal

Dimana ini adalah faktor pihak ketiga di mana kurangnya respon pemerintah lembaga – lembaga terkait serta masyarakat yang kurang mensupport akan perkembangan kurikulum terpadu kewirausahaan lebih lagi dimasa saat ini kondisi krisis, serta lapangan kerja yang mulai menyempit yang hal ini mengharuskan setiap mahasiswa untuk lahir menjadi pengusaha baru di jajaran usaha di Indonesia.


Analisis

Untuk segmentasi analisis yang kami lakukan ada 6 dengan menerapkan unsur prinsip 5W + 1H , yang digunakan sebagai indikator untuk pembahasaan nantinya.

Gambar Analisis | Sumber. Freepik

1. What (apa) itu smart agility entrepreneur?

Smart artinya cerdas, yang menurut KBBI cerdas itu sendiri merupakan sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya). Sedangkan agility artinya kelincahan Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan yaitu kemampuan mengetahui untuk mengubah arah atau bab lainnya dengan sangat cepat dan efisien. Serta Merujuk kembali pengertian entrepreneur yang ditulis oleh Adi Putra Widjaya dan Aries Wiranata dalam bukunya Garuda Preneur, ternyata artinya, “Entrepreneurship is living a few years of your life like most people won’t, so that you can spend the rest of your life like most people can’t”.

2. Where (di mana) tempat yang relevan untuk penerapan jiwa smart agility entrepreneur?

Secara efektif tempat pertama yang paling relevan adalah pada segi pendidikan lebih tepatnya pada tingkat perguruan tinggi, di mana dimasa- masa ini minta dan bakat serta kematangan untuk menjadi pengusaha sudah mulai tumbuh dan berkembang. Jadi dari sini jelas bahwa target lokasi yang tepat untuk penerapan jiwa smart agility entrepreneur yaitu di kampus dengan cara menerapkan dan memperbaiki sistem kurikulum pendidikan kewirausahaan yang disinkronisasikan secara terpadu.

3. When (kapan) waktu yang tepat untuk belajar dan menerapkan jiwa smart agility entrepreneur?

Jika ditanya dimulai kapan? Jawaban yang tepat adalah mulailah sejak dini yaitu di lingkungan kampus, sebenarnya jika kita mengamati sekitar kita sering melihat proses – proses wirausaha dan bahkan jika mahasiswa yang ikut organisasi di kampus pasti akan di ajari cara berwirausaha, dan yang menjadi sorotan adalah kurikulum yang diajarkan mengenai kewirausahaan yang di tuangkan dalam pembelajaran serta banyak event-event tentang kewirausahaan yang hal tersebut dapat kita manfaatkan untuk belajar entrepreneur.

4. Who (siapa) yang menjadi targetan dari jiwa smart agility entrepreneur?

Sebenarnya setiap individu mampu dan dapat untuk mengembangkan talentanya untuk menjadi wirausaha yang handal terutama pada pengaplikasian jiwa smart agility entrepreneur. Namun target besarnya adalah mahasiswa.

5. Why (mengapa) harus jiwa smart agility enterpreneur, tidak yang lain?

Kita ketahui bahwa memiliki jiwa entrepreneur saja tidak cukup, namun harus mampu mengkombinasikannya dengan smart agility di mana selain dituntut untuk cerdas juga di tuntut untuk mampu bergerak dengan lincah dan mampu tangguh di segala medan tantangan.

6. How (bagaimana) progres penerapan kurikulum terpadu tersebut dapat diaplikasikan di perguruan vokasi ?

Untuk proses penerapannya seperti yang sudah di lakukan pada kurikulum mata kuliah yang sudah ada namun di sini kami menyoroti untuk dikembangkan lagi kurikulumnya yang menyasar kepada penerapan kolaborasi smart agility dengan entrepreneur.


Pembahasan

Gambar Tujuan | Sumber. Freepik

1. Relevansi Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur.

Saat membahas relevansi tentu saja apabila hal ini di terapkan akan relevan sekali terutama pada saat ini pertumbuhan anak muda di Indonesia pada masa puncak puncaknya yang hal ini bisa kita manfaatkan untuk mencetak kader wirausaha muda yang agility di lingkungan perguruan tinggi.

2. Keuntungan Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur Pada Perguruan Tinggi.

Ekonomi adalah salah satu yang paling berdampak apabila kurikulum smart agility entrepreneur ini di terpakan dan diaplikasikan di lingkungan civitas akademika yang hal tersebut akan mencetak kader wirausaha baru dan akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Secara umum dar penerapan ini mampu melahirkan beragam manfaat dari penerapan smart agility enterpreneur.

3. Keuntungan Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur Untuk Kemajuan Sektor Pemulihan Ekonomi.

Yang paling berimbas adalah sektor ekonomi karena ekonomi sangat erat kaitannya dengan wirausaha. Sebagai contoh sosok Sandiaga Uno beliau adalah millennial muda yang kaya raya dengan wirausaha di mana beliau sangat gemar akan membaca dan belajar berwirausaha yang hal tersebut tanpa disadari adalah telah menerapkan kurikulum wirausaha.

4. Keuntungan Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur Untuk Keberlangsungan Penelitian Dan Observasi Pendidikan.

Sektor kedua yang paling berdampak adalah sektor pendidikan di mana sektor ini lebih di tekankan karena masa depan calon wirausaha muda yang sudah ataupun bahkan mau berwirausaha pasti dilandasi atas dasar pendidikan dan penguatan kurikulum yang terpadu mengenai kewirausahaan. Hal tersebut yang akan membedakan antara smart agility entrepreneur dengan wirausaha biasa.

5. Potensi – Potensi Yang Muncul Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur.

Potensi yang pertama muncul adalah terciptanya mental wirausaha yang kuat di dalam jiwa mahasiswa, selain itu akan muncul pula kader kader penerus wirausaha muda, serta di lain sisi akan melatih hard skill dan soft skill sebelum memasuki dunia kerja. 

6. Dampak Secara Langsung Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur Kepada Mahasiswa.

Munculnya wirausaha muda setelah lulus dari kuliah yang hal tersebut akan berdampak pada peningkatan taraf hidup lulusan mahasiswa yang lebih unggul dan mampu berdaya saing global.

7. Dampak Secara Langsung Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur Kepada Lingkungan Sekitar/Masyarakat.

Terciptanya lapangan kerja baru di lingkungan masyarakat, tatanan lingkungan masyarakat yang lebih maju dan beradab, serta peningkatan daya saing masyarakat di mata ekonomi.

8. Prospek Yang Didapat 3 Tahun Ke depan Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur Terhadap Keberlangsungan Wirausaha Muda Diindonesia.

Kami menganalisis apabila jiwa agility di terapkan dalam wirausaha dan di kolaborasikan dengan smart entrepreneur maka 3 tahun ke depan akan tercipta tidak hanya sekedar wirausaha namun akan tercipta wirausaha yang tangguh dan lincah dalam menanggapi perubahan ekonomi yang secara iklim berubah ubah.

9. Output Dan Luaran Yang Dihasilkan Dari Penerapan Jiwa Smart Agility Entrepreneur Terutama Pada Pemulihan Dari Resesi Ekonomi.

Selain 3 sektor di atas kami sebagai penulis mengharapkan agar karya essay ini dapat ada pengembangan lebih lanjut dan riset serta penelitian yang mendalam akan penerapan jiwa smart agility entrepreneur pada kurikulum bahan ajar di di lingkungan mahasiswa.


Kesimpulan

Gambar Summery | Sumber. Freepik

Dapat kami simpulkan dari latar belakang yang mendasari serta beberapa kajian terdahulu yang menguatkan teori ini serta di perkuat dengan penerapan dan pengaplikasian dari penerapan kurikulum terpadu jiwa smart agility entrepreneur ini merupakan suatu hal perubahan yang sangat mungkin terealisasi dan memiliki peluang tercapai yang sangat besar. Hal tersebut telah tertuang lengkap pada pokok pembahasaan karya ilmiah ini yang dijelaskan dengan detail, rinci, dan akurat. 

Di lain sisi pentingnya peningkatan skill wirausaha yang agility untuk menunjang salah satu kompetensi yang wajib untuk dimiliki oleh setiap lulusan mahasiswa sebagai pondasi dasar dan di tuangkan dalam dunia usaha nantinya saat sudah lulus kuliah. Memang bila kurikulum ini diterpakan lebih banyak aspek keuntungannya dibandingkan aspek kerugiannya yang hal ini mendorong kami penulis untuk membuat serta meneliti lebih lanjut tentang kurikulum terpadu Dalam Peningkatan Aspek Jiwa Smart Agility Entrepreneur Di Perguruan Tinggi.


Daftar Pustaka

Hendro, M.M. 2011, “Dasar-Dasar Kewirausahaan” Penerbit Erlangga; JakartaIndonesia

Sarosa, P. (2005). Kiat praktis membuka usaha. Becoming young entrepreneur: Dream big start small, act now! Panduan praktis & motivasional bagi kaum muda dan mahasiswa. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Soemanto, (2002). Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha. Jurnal Online.

Sugiyono(2007). Metode penelitian pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.