Bagi kebanyakan orang, pornografi adalah masalah yang meresahkan dan bermasalah. Terlepas dari bagaimana publik memandang topik ini, satu hal yang jelas: pornografi sama lazimnya dengan topik lainnya dalam hal pengaksesan yang sepertinya dengan mudah dapat dilakukan lewat telepon pintar ataupun laptop.

Menjelajahi situs porno daring sepertinya mirip dengan berbelanja di situs web belanja daring yang bersifat ekspansif, luar biasa, dan dipenuhi dengan hal-hal menantang untuk memilih. Akan tampak masing-masing versi yang berbeda dari sebuah barang yang sama.

Pada bahasan kali ini, saya akan berspekulasi membandingkan data traffic atau lalu lintas data antara Qureta dengan situs porno yang sangat mudah diakses tanpa halangan apa pun di Indonesia, yaitu XNXX

Dengan menggunakan piranti SimiliarWeb, sebuah situs web milik Israel yang banyak menarik perhatian media internasional dalam menyediakan layanan analisis tentang lalu lintas data, maka kita akan melihat bagaimana geliat literasi bermutu yang terpilih dan semangat pornografi murah meriah di Indonesia. 

Situs web ini mempunyai keunikan tentang ekstensi browser-nya yang dapat membantu pengguna untuk menemukan situs yang mirip dengan yang mereka kunjungi. Uniknya, setelah saya silang atau saya buat perbandingan situs yang tak sejenis, ternyata bisa. Namun, fiturnya terbatas. 

Situs-situs porno juga tak luput dari perhatian dan pantauan situs web ini. Dengan pola mengekstrapolasi data dari panel pengguna web yang memungkinkan untuk memantau aktivitas internet yang kemudian dikombinasikan dengan pengamatan langsung untuk subset properti internetnya, maka didapatlah data statistik lalu lintas data situs web tersebut.

Data lalu lintas sebuah situs web pornografi merupakan bagian dari hasil analisis konten dari domain sampel yang mengekspos atau menyarankan pengisian keterangan gender atau identitas seksual tertentu atau minat yang mungkin untuk ditautkan ke penggunanya. 

Analisis di atas adalah salah satu bagian dari efek ketidaktahuan kita. Contoh, ketika Anda memutuskan untuk menonton tayangan porno via laptop dan mengaktifkan mode "penyamaran" di browser Anda dengan asumsi tindakan ini untuk setelan privat, ternyata tak begitu berpengaruh. 

Kemudian, Anda pilihlah sebuah situs porno dengan melewati tautan kecil ke privasi kebijakan. Dengan asumsi bahwa situs dengan kebijakan privasinya akan melindungi informasi pribadi Anda, dan Anda mengeklik sebuah video.

Yang Anda sadari bahwa mode penyamaran hanya memastikan riwayat penjelajahannya untuk tidak disimpan di perangkat Anda. Namun, situs web yang Anda kunjungi tetap dilacak oleh pihak ketiga yang dengan bebas mengamati dan merekam tindakan daring Anda.

Pihak ketiga ini bahkan dapat menyimpulkan minat seksual Anda dari URL situs web yang Anda akses. Data tersebut berguna untuk memutuskan tentang minat konsumen dalam pemasaran atau membangun profil konsumen.

Mereka bahkan mungkin menjual datanya. Bisa saja transfer data terjadi saat Anda menelusuri video porno tersebut. Konten porno adalah sesuatu yang dapat merayu untuk melapaskan data-data pribadi. Itulah sebagian bahan-bahan yang dapat mendukung analisis sebuah lalu lintas data.

Di Indonesia dan di belahan bumi lainnya, tentunya hal gratis adalah sesuatu yang mendapat prioritas utama dalam memilih situs porno. Terbukti secara statistik bahwa situs porno XNXX merupakan salah situs yang menyediakan layanan gratis untuk fitur tertentu.

Situs yang bermarkas di Knoxville, Amerika Serikat, dengan 10 admin ini seolah menjadi situs porno sejuta umat dan penyatu antarbangsa di dunia. Mengalahkan beberapa saingannya yang juga gratis.

Dengan deskripsi pada laman utamanya: delivers free sex movies and fast free porn videos (tube porn). Now 10 million+ sex vids available for free! Featuring hot pussy, sexy girls in xxx rated porn clips, situs ini menjadi pilihan utama setelah ada kebijakan cekal sana-sini tentang pornografi di Indonesia.

Dengan bertengger di urutan ke-9 untuk kategori Indonesia, situs ini sudah cukup membuktikan tentang derajat minat pornografi daring di Indonesia.

Bagaimana dengan Qureta? Sebagaimana disebut pada laman "Tentang" telah dideskripsikan sebagai berikut:

Qureta adalah sebuah inisiatif untuk merawat dan mengembangkan tradisi literasi di Indonesia. Di tengah maraknya situs yang mengumbar informasi instan tanpa kedalaman, Qureta ingin memberi ruang kepada para penulis untuk menyiarkan ide mereka secara lebih mendalam dan sistematis.

Namanya juga merawat tradisi literasi, tentunya tak sama dengan merawat tradisi pornografi. Tanpa dirawat pun, pornografi akan cepat tumbuh kembangnya. Tentunya hal ini berpengaruh terhadap lalu lintas data antara keduanya yang begitu sangat signifikan perbedaannya.

Perhatikan gambar di bawah ini:

Dari  data pada kedua gambar di atas, terlihat bahwa masing-masing situs mempunyai durasi kunjung rata-rata (Average Visit Duration) yang berbanding lurus dengan indikator tayang.

Semisal pada Qureta, untuk setiap artikelnya dibaca dalam kisaran 2-4 menitan sehingga didapat rerata kunjung dalam 1 menit 23 detik. Sedang pada XNXX mempunyai rerata kunjung dalam kisaran 15 menitan sesuai dengan rerata durasi sebuah video porno.

Sementara Page per Visit, atau laman yang dibuka sekali kunjung, situs  literasi mempunyai nilai halaman kecil, karena sekali baca satu artikel, rata-rata sudah jenuh. Beda dengan situs porno dengan nilai Page per Visit-nya tinggi, karena setiap halamannya pasti menggiurkan dan membuat penasaran.

Sedang nilai Bounce Rate adalah persentase pengunjung yang langsung meninggalkan situs web setelah membuka satu halaman saja. Jelas situs literasi persentasenya tinggi, karena membosankan jika dibanding dengan situs porno. Makin tinggi nilainya, makin cepat ditinggalkan.

Yang menarik dari grafik di atas tentang kestabilan Qureta. Kenapa terlihat stabil? Karena pengunjung mempunyai ketertarikan khas, yaitu tidak terpengaruh oleh tren konten. Artinya, setiap hari mereka disuguhi sesuatu yang selalu baru dari judul-judul artikel yang ditayangkan.

Sedang pada XNXX, jika Anda lihat pada grafik di atas, tampak adanya fluktuasi. Artinya, ada kecenderungan kebosanan pada isi konten yang tidak terbarukan, atau nilai kebaruannya kecil. Pengunjung hanya disuguhi itu-itu saja.

Geliat pornografi tak akan pernah padam. Sedang geliat literasi harus tetap diperjuangkan agar tetap tegak. Tidak ada pertentangan antara literasi dan pornografi. Keduanya sama-sama menempati posisinya masing-masing.