Arsiparis
2 tahun lalu · 145 view · 3 menit baca · Buku faris.jpg

Menelisik Cara Fariz RM Menggubah Lagu

Baru kali ini, sepanjang hidup, saya menulis sebuah komposisi lagu tanpa bantuan alat musik. Saya membayangkan bilah-bilah ‘keyboard’ seolah ada dihadapan saya, pura-pura menekan tuts tertentu dan menggaungkan bunyi nada tertentu, yang kemudian saya transfer notasi di buku partitur. Mulanya canggung, akan tetapi dorongan inspirasi dengan setting luar biasa yang tanpa sengaja saya temukan itu seolah menjadi kekuatan yang membangun keyakinan pada diri saya bahwa saya mampu menyelesaikan wujud komposisi yang penjiwaanya begitu saya kenal di dalam hati dan pikiran.

Kutipan di atas adalah pengakuan Fariz RM tentang bagaimana ia menggubah komposisi lagunya yang terkenal, Barcelona. Lagu  yang sangat terkenal  di era 80-an itu, ternyata digubah oleh Fariz RM hanya dengan cara menuliskan notasi lagunya dalam buku partitur, sama sekali tanpa menggunakan alat music,  luar biasa!

Inilah salah satu  isi buku yang ditulis oleh Fariz RM, yang berjudul Rekayasa Fiksi, yang secara keseluruhan memuat 20 lagu hits dari Fariz RM beserta kisah latar belakang proses pembuatannya. Melalui bukunya ini Fariz mencoba merekonstuksi ulang setiap kenangannya dalam melahirkan sebuah komposisi lagu yang ia gubah. Secara detail, Fariz menerangkan sisi ekstrinsik yang mempengaruhi proses terjadinya lagu-lagunya, mulai dari latar, tokoh, maupun kisah-kisah yang melatarbelakangi isi cerita dari lagu yang dibuatnya.

Tentunya sangat menarik bagi kita dapat mengetahui proses kreatif  seorang Fariz RM Sebagai seorang musisi serba bisa Indonesia, yang oleh pengamat musik dianggap sebagai perwujudan generasi emas musisi Indonesia bersama Dedi Dhukun, Dian Permana Putra, Adhi M.S. dan Erwin Gutawa. Di era 80-an mereka memberi warna yang berbeda terhadap blantika musik pop Indonesia yang didominasi oleh aliran musik ‘cengeng’ yang diwakili oleh Betharia Sonata dkk. Mereka menjadikan pop kreatif sebagai kredo bermusiknya.

Di samping menyajikan 20  lagu-lagu hits dari Fariz, buku ini juga menyajikan perjalanan hidup fariz RM mulai dari kecil hingga ia terjun ke dunia musik. Seperti yang diakuinya, bahwa sejak kecil Fariz memang sudah bercita-cita menjadi musisi. Pada saat itu, cita-cita tersebut sungguh aneh bagi sebagian orang tua yang lebih banyak menghendaki anak-anaknya menjadi ekonom, dokter dan ilmuwan yang lain asalkan bukan  musisi. Namun, bagi Fariz, cita-cita tersebutlah yang selalu terlintas dibenaknya setiap kali ditanya oleh orang tuanya maupun oleh teman-temannya.

Persinggungan Fariz dengan dunia musik sebenarnya dimulai sejak ia balita di mana setiap kali ibunya selesai memandikannya pasti ibunya akan meletakkan dia dipangkuannya sambil memainkan tuts-tuts piano. Keadaan itulah yang akhirnya, tanpa disadari, telah  menstimulus sense of music Fariz RM. Bahkan, ketika menjelang remaja Fariz diikutkan les piano klasik oleh ibunya. Keadaan inilah yang membuat Faris ketika remaja sangat dikagumi oleh teman sekolahnya berkenaan dengan ketrampilannya dalam bermain musik.

Ketika lepas masa SMA Faris pindah ke Bandung karena ia  diterima di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Di Bandung inilah Faris merasa bahwa idealismenya dalam bermusik semakin berkembang berkat pergaulannya dengan seniman-seniman Bandung yang penuh dengan ide-ide kreatif dan mendobrak kemapanan. Salah satu seniman Bandung  yang banyak   menginspirasinya ialah almarhum Harry Roesli.

Namun, seperti yang diakuinya, sosok yang sangat berpengaruh ketika  ia memutuskaan untuk menekuni dunia musik sebagai jalan hidupnya adalah almarhum Chrisye. Dari Chrisye inilah Fariz pertama kali mendapat tawaran untuk turut serta dalam mengerjakan proyek album musik soundtrack film Badai Pasti Berlalu yang sedang dikerjakan oleh Chrisye. Pada saat itu, Faris diminta untuk menjadi additional player, yaitu  posisi sebagai pemain drum. Dan dari Chrisye inilah Faris memperoleh nama beken yang membuat ia malang melintang di blantika musik, yaitu: Faris RM.

Kehadiran buku ini, menurut Faris, hanyalah  wujud pertanggungjawabannya sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Sang Pencipta dengan bakat menggubah lagu. Karenanya, ia ingin membaginya  dengan orang lain. Ia berharap penggemarnya dapat merasakan perasaan yang sama dalam menghayati lagunya. Dan untuk mewujudkan  keinginan tersebut, Faris menuliskan  20 hits-hitsnya dalam bentuk partitur lagu, yang dalam penulisan partiturnya ia dibantu oleh Irsa Destiwi, yang oleh Fariz dianggap sangat mahir di bidang notasi balok.  

Gaya penyajian buku ini pun  dilakukan oleh  fariz dengan cara yang sederhana.  Hal ini ditegaskan  oleh Fariz RM sendiri bahwa dia tidak bermaksud menjelaskan hal teknis dalam proses terciptanya sebuah lagu, tak lebih hanya  sekedar untuk berbagi pengalaman dengan penggemarnya, secara simple disertai dengan istilah-istilah sederhana. Dan yang lebih menambah keeksklusifan buku ini bagi pembacanya adalah, bagi kita yang bisa membaca notasi musik (not balok), sengaja dimanjakan oleh Fariz dengan disertakannya partitur lagu yang dibahasnya agar pembaca bisa memainkan lagu tersebut sesuai dengan nada yang diinginkan oleh Fariz RM. Selamat menikmati.

JUDUL              : REKAYASA FIKSI (Bagaimana cara Fariz menulis lagu)

PENGARANG   : FARIZ RM

PENERBIT        : REPUBLIKA

CETAKAN         : I JUNI 2009

TEBAL              : viii+216 Halaman

Artikel Terkait