Untukku atau kalian yang sekarang mencoba melangkah untuk berdamai dengan diri sendiri bisa dibilang lebih susah dari pada mencari teman baru yang memang dia ada. Susah untuk memahami apa keinginannya.

Sudah 2 tahun ini akhirnya aku menyadari bahwa memang menjauh dari keramaian itu ada gunanya dan memang ada manfaatnya. Bukan berarti anti sosial ya, melainkan untuk bisa rehat dan berkenalan kembali dengan diriku yang selama ini tidak aku kenali.

Diriku yang seperti apa, diriku yang bagaimana, diriku yang ingin apa, dan diriku yang ketika ditimpa musibah harus bagaimana menyelesaikannya. Umurku 22 tahun, tetapi selama itu juga aku tidak mengenali diriku yang sesungguhnya. Selalu menuruti apa yang orang lain katakan, berlaga sok keren ketika tidak ketinggalan zaman, dan merasa paling eksis ketika di eluk elukan orang lain. Padahal secara tidak sadar, selama itu aku disetir oleh orang lain.

Secara effort mungkin ya kamu memang ingin mendapatkan attetion dari orang lain, agar orang lain tertuju kepadamu dan orang lain bisa menyangjungmu. Tetapi, apakah kamu sudah berpikir ? Ketika kamu melakukan itu bagaimana dampaknya ?

Karna yang paling merugi dari tindakan tersebut hanyalah dirimu sendiri. Kamu menyimpan sekian lama dirimu yang asli, dan membuat "topeng" agar banyak disukai orang lain.

Nah itu diriku yang dulu. Untungnya aku bisa mengalami fase dimana ketika diajak nongkrong itu susah/mager, ketika di ajak kumpul itu susah, dan pada saat itu aku belum terpikir kenapa aku bisa seperti itu. 

Memang pada saat itu, aku kehilangan banyak teman karna tingkahku yang seperti itu. Tetapi setelah semua ini terjadi, aku mensyukuri itu dan tidak apa apa ketika aku tidak terlalu punya banyak teman.

Ketika sudah menemukan kenyamanan disaat memang menyediri itu menyenangkan, aku mulai berfikir memang setiap manusia butuh "Me Time" agar dia tidak terlalu memaksakan dirinya dan bisa lebih mengenal siapa dirinya.

Apa kalian ga cape sama riuk pikuk kehidupan ?
Apa kalian hari ini sibuk ?
Apa kalian ga ada waktu ?
Apa kalian ga cape terus terusan ada di dalam keramaian ?

Apa kalian ga rindu sama keheningan ? Kesepian ? Merenung sendiri di malam hari ?
Apa kalian ga rindu pelukan sepoy angin malam yang begitu dingin ?

Aku ga tau ya apakah di benak kalian ada pertanyaan itu atau engga, cuman yang aku tau semua orang pasti cape dan selalu ingin cari tempat pelarian agar bisa menceritakan keluh kesah yang kalian dapat di kesehariaanya. Yang aku tau menceritakan hal seperti itu ga mudah, harus ke orang yang tepat, supaya dapet solusi dan ga di abaikan.

Coba deh sekali kali kalian Me time, jangan melulu sibuk sama keramaian. Aku ga ngelarang itu, cuman aku nyaranin aja buat kalian me time, supaya semua yang pengen kalian ceritain itu keluar dengan sendirinya.

Sebisa mungkin kalian curi waktu dan kasih sepenuhnya ke diri kalian sendiri, ga peduli nanti nemuin solusi, nemuin makna, atau engga.

Bukan sebuah keharusan juga sih, itu tergantung orangnya, cuman aku lagi ada di fase ini dan coba untuk men-share apa yang aku rasain aja. Tapi sebisa mungkin kalian harus ada waktu untuk itu, nikmati privacy dan kesendirian kalian.

Kalo kata Pak Fahruddin Faiz "bukan berarti membuat dirimmu anti sosial atau menolak dunia, melainkan engkau perlu bernafas, dan perlu menjadi dirimu sendiri".

Kalian ga tau kan, barangkali aja diri kalian itu cape terus terusan di ajak di keramaian, dia juga pengen ada waktu buat berduaan sama kalian, biar bisa lebih saling memahami lagi.

Contoh ya kan banyak org yang pengen keliatan baik tapi di belakang mah ya gitu deh, untuk orang orang yang mungkin masih berusaha agar ingin terlihat baik, terlihat hanya untuk mendapatkan pengakuan bahwa kamu ingin membangun image seperti itu, please stop. Because if not you, lebih baik dihentikan.

Jika kamu ingin berubah menjadi baik, berubahlah. Tapi jangan berpatokan kalo kamu harus menjadi baik seperti si dia, seperti si itu. Karna kadar baik seseorang itu berbeda beda. Kamu menjadi baiklah dan gandeng dirimu yang sebenarnya agar bisa menjadi baik sebaik baiknya dirimu.

ForMyself :

Terimakasih karna kau sudah menungguku selama 22 tahun ini untuk kita bisa bertegur sapa, bisa bercanda canda, bisa menikmati indahnya pemandangan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan, tapi ketika denganmu aku benar benar bisa merasakannya dan merasa tenang.

Terimakasih kau tidak lelah untuk selalu ada disaat diriku sedih, senang, dan kecewa. Terimakasih karna kau tidak marah ketika dulu aku sering memarahimu, terimakasih untukmu, karna selalu mengingatkan bahwa dirimu memang benar benar ada pada diriku dan tidak pernah pergi meninggalkanku.

Kata kata penutup "Aku lebih suka dibenci karena diriku sendiri, daripada dicintai karena menjadi orang lain." - Kurt Cobain-