Guru
2 tahun lalu · 99 view · 1 menit baca · Puisi kesendirian.jpg
Foto: google

Mencari

Langkah kakiku kian tak menentu

Mencari dan terus mencari sesuatu yang akupun tak tahu apakah sesuatu itu

Disepanjang perjalanan yang cukup melelahkan ini tak juga mengantarkanku untuk menemukan sesuatu itu

Semua yang menghampiri hanyalah pengharapan semu

Nyaris menjadikan akus ebagai seekor kutu yang lugu

Hitam, kerdil dan dungu yang terus berjalan dalam hutan kegelapan

Ku hentikan sejenak langkah tak bermutuku

Ku toleh kekiri, kanan, depan dan belakang

Lagi-lagi kebuntuan semakin bersahabat di benakku

Terus dan terus menggeranyangi akal sehatku

Naluriku bergejolak kian tak menentu

Ku putuskan langkahku tak lagi kutuju untuk mencari sesuatu itu

Karena akal sehatku tlah diperbudak oleh nafsu bejatku

Aku terus mengutuk kebisingan dan kesemerautan dunia di sekelilingku

Sayangnya mereka tak mau mendengar ratapanku

Mereka berpura-pura tuli dan tak sedikitpun menoleh apalagi menghiraukanku

Aku semakin tersudutkan diantara hingar bingar sebuah peradaban yang terus melaju

Hampir tak ada lagi ruang bagiku untuk menikmati setiap bait alunan syair nan merdu

Ingin rasanya aku meminta pertanggungjawaban kepada Tuhan atas kebuntuan hidupku

Tapi entah mengapa, tidak sedikitpun akal sehatku merestui itu

Hingga waktu tlah benar-benar menjadi saksi bisu atas kebuntuanku

Apakah ini tanda bahwa dunia tak lagi menginginkan kehadiranku