Apakah temanmu sedang mengalami masa-masa tertekan beban hidup namun kamu tidak tahu cara menasihatinya?

Menasihati memang tidak segampang kelihatannya. Kadang-kadang kita merasa bersalah saat teman merasa terpuruk, namun di sisi lain terlalu takut ketika dihadapkan pada situasi sebenarnya. Entah takut salah memberi nasihat, takut malah membuat keadaan semakin memburuk, takut tidak didengar, atau rasa takut lainnya.

Tenang saja, rasa takut wajar dimiliki oleh setiap manusia. Tapi, rasa takut tidak akan membantu temanmu bangkit. Jadi sekarang kamu harus tenang demi membantu temanmu. 

Nah, demi alasan itu, aku mencoba mencatat apa saja yang perlu diperhatikan untuk menjadi seorang penasihat yang baik.

Perlu diingat bahwa menasihati orang bisa berbeda caranya; tergantung situasi. Tapi kali ini aku akan berbagi cara menasihati teman yang sedang merasa terpuruk, seperti kalimat pembuka di atas.

Dan semua yang ada di artikel ini tidak baku, aku hanya berbagi poin-poin pentingnya. Teman-teman bisa memodifikasi cara ini tergantung situasi dan kondisi. Tetapi harus tetap ingat agar jangan melupakan intinya.

Dengarkan sampai tuntas

Seperti yang kutekankan di artikel sebelumnya, mendengar selalu menjadi langkah awal untuk menggali informasi. Dengan mendengarkan, kamu jadi tahu tindakan apa yang bisa dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah. Kamu harus mendengarnya sampai tuntas dan fokus agar temanmu tidak merasa diabaikan, juga guna memastikan tidak ada informasi yang terlewatkan.

Karena ini titik paling krusial di mana kamu harus menerima informasi dengan baik, jadi aku lebih menyarankan kalian mengobrol di tempat privat nan sepi. Misalnya seperti: rumah, taman, saung di sawah. Dengan begitu, sesi mendengarkan ini tidak akan menjadi sia-sia akibat kebisingan atau gangguan lainnya. 

Mendengar dia bercerita juga bisa membantunya lebih rileks, jadi pastikan kamu dengarkan baik-baik, ya. Jangan lupa pastikan untuk bertanya mengenai keadaannya setelah bercerita. Apakah dia sudah lebih baik atau belum.

Catatan: ingat, ada orang yang cukup ingin didengar, ada yang hanya butuh waktu merenung, ada yang butuh nasihat/masukan. Jadi, kalau dia hanya butuh didengar dan butuh waktu untuk sendiri, teman-teman bisa berpamitan dengan mengucapkan dukungan.

Bantu untuk tenang

Hal kedua setelah mendengarkan adalah bantu dia lebih tenang. Belikan air putih, kemudian ajak bersenang-senang; menonton film, minum di warung kopi sederhana, memetik buah di tempat darmawisata. Apa pun itu, selama membuat temanmu senang, kenapa tidak?

Bagaimana jika posisi saling berjauhan?

Intinya saja kok, cuma bedanya kali ini kamu harus membuatnya tenang dengan cara paling memungkinkan untuk dilakukan menggunakan alat komunikasi. Kamu bisa bermain gim bareng, menulis puisi untuknya, menyanyikan sebuah lagu, atau bahkan menceritakan sebuah dongeng. Tidak ada patokan untuk menghibur teman selama tidak menyakitinya.

Oh, ya. Orang butuh tenang lebih dahulu sebelum diberi nasihat agar pesannya bisa diterima dengan baik. Jadi pastikan melakukan sesi ini dengan benar, temanku.

Mengerti yang dia butuhkan

Kadang orang begitu sulit untuk dimengerti, tetapi itulah manusia. Kamu membutuhkan kepekaan ekstra untuk bisa mengerti apa yang temanmu butuhkah, terlebih jika temanmu sedang dalam fase tertekan, itu akan lebih sulit lagi. Cobalah untuk bersabar, bertanya, dan jangan sampai mengeluarkan kata-kata menyinggung. Itu akan sangat menyakiti hatinya.

Juga, kamu harus mengerti ada kalanya orang tidak mau dinasihati, diajak bicara, atau sekadar bercerita karena sedang ingin sendiri. Jadi sangat penting untuk mengerti apa yang diinginkan.

Katakan yang ingin ia dengar, jangan mengatakan yang ingin kamu katakan

Di sini adalah inti dari semua sesi. Ingatlah tujuanmu di sini untuk memberi motivasi, dukungan, semangat untuk seorang teman baik. Bukan sekadar mengobrol biasa. Jadi, memerhatikan kata-kata akan sangat berguna untuk dilakukan, supaya temanmu merasa senang dan termotivasi.

Salah satu cara untuk mencapai tujuan itu adalah dengan membuatnya senang. Kesenangan mampu membangkitkan semangat dan harapan baru dalam jiwa setiap insan, untuk alasan itulah membuat orang yang sedang butuh motivasi menjadi senang adalah hal yang amat berguna. 

Ceritakan hal-hal positif tentangnya, apa yang sudah dilalui, penghargaan yang sudah pernah diraih, bakat yang ia miliki, atau ceritakan berapa banyak orang senang akan kehadirannya.

Jangan sekali-sekali bicara mengenai kegagalannya, fokus saja untuk membahas ke depan mau melakukan apa. Membahas kegagalan sekadar ingin menggali detail masalah boleh-boleh saja, yang dilarang adalah ketika rasa penasaran membawamu untuk menanyakan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pokok pembahasan. Ringkasnya, membahas masalahnya boleh, tetapi perhatikan betul kalimat, pertanyaan, sikap, ekspresi. Jangan sampai membuatnya tersinggung.

Yakinkan juga setiap orang punya jalan masing-masing untuk meraih kesuksesan. Jangan biarkan dia terlarut-larut dalam kesedihan. Bangunkan! Kegagalan bukan akhir segalanya.

Kamu boleh mengungkapkan semua isi hatimu untuk menasihatinya, tapi harap ingat bahwa beberapa hal tidak perlu diungkapkan.

Jangan berkomentar negatif, menilai, apa lagi mengompori

Dalam kasus ketika permasalahannya melibatkan orang lain, jangan coba menghakimi, menilai siapa yang salah atau benar. Semua itu hanya akan membuat keadaan bertambah buruk.

Kalau dia bertanya tentang siapa yang salah, coba ungkapkan kalimat netral. Misalnya:

“Ngga ada yang salah kok, ini cuma salah paham.”

“Soal salah dan benar bukan hak kita untuk menilai, teman. Lebih baik fokus untuk keluar dari masalah ini daripada menghabiskan waktu untuk menilai siapa yang salah.”

“Bukan soal siapa yang salah atau benar, kawanku. Lebih baik kita berdiskusi dengannya supaya masalahnya cepat selesai.”

Juga jangan mengompori dengan kalimat provokatif hanya untuk mendukungnya, itu akan membuatnya marah sehingga akan lebih sulit untuk dinasihati.

Minta dia datang lagi kalau kembali terkena masalah atau masalahnya belum selesai juga

Nah, sekarang tiba di bagian akhir. Sekarang saatnya kamu memberi kalimat mengesankan, agar suatu saat ketika berada dalam masalah lagi, temanmu tak ragu untuk menghubungimu kembali.

Kamu bisa melontarkan kalimat seperti:

“Terima kasih sudah percaya padaku, kamu boleh datang lagi kapan pun membutuhkanku.”

“Jangan sungkan untuk bercerita lagi kapan pun kamu dalam masalah. Tapi aku berharap masalah itu tak akan kembali lagi.”

“Aku selalu ada di sini, datanglah kapan pun kamu membutuhkanku.”

Aku tahu posisinya adalah kita sudah membantu, tetapi mengucapkan kalimat sederhana seperti itu tidak ada salahnya, ‘kan? Ucapan-ucapan kecil seperti tadi juga membuat rasa percayanya kepadamu meningkat.

Aku sangat berharap catatan kecil ini bisa membantu teman-teman dalam menjalin ikatan persahabatan yang lebih kuat. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisanku.