It’s not less but zero, zero waste more than less waste.

Sepenggal kalimat tadi mungkin bisa menjadi sebutan untuk menggambarkan zero waste. Apa yang ada di pikiran kita saat mendengar kata zero waste?. Ini adalah aksi untuk tidak menghasilkan sampah, melainkan mengolah sisa konsumsi kita agar tidak menjadi sampah.

Zero waste sebenarnya memiliki 5 metode yang menjadi cakupan aksi zero waste, yaitu Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, and Rot. Bahasan ini akan berfokus ke kiat-kiat kecil agar bersiap dan bersemangat dalam memulai aksi Reduce atau mengurangi sampah terutama sampah plastik.

Kita pasti tahu bagaimana kondisi sampah di Indonesia, bukan hanya mengganggu kehidupan manusia tetapi bahkan membahayakan mereka yang sama sekali tidak berbuat atas sampah yang ada, mereka adalah hewan-hewan yang mati karena memakan sampah buangan kita.

Melihat semua itu apakah kita akan diam saja? Bagaimana nasib kehidupan selanjutnya jika ini terus terjadi, padahal sampah plastik tidak mebutuhkan waktu yang sebentar untuk terurai, lho.

Kita biasanya menggunakan kantong plastik saat berbelanja ke supermarket, membeli makanan, dan sebagainya. Semuanya dibungkus dengan plastik. Kita terus bergantung pada kantong plastik, kantong itu dipakai lagi dan lagi, dan setelah tidak layak pakai dibuang begitu saja, lalu apa yang harus kita lakukan?

Kita bisa gunakan totebag ketika berbelanja sehingga tidak mebutuhkan kantong plastik, untuk berbelanja barang basah seperti lauk kita gunakan lunch box, ini adalah bagian dari aksi zero waste. Banyak aktivis zero waste yang menerapkan habits ini. Totebag natinya bisa dicuci ulang, begitupun dengan lunch box.

Pasti tidak mudah ya untuk memulai semua itu, apalagi jika harus menggunakan lunch box, sudahlah menambah banyak bawaan karena lunch box masih dimasukkan totebag, belum lagi ini akan menambah pekerjaan karena kita harus mencucinya, sedangkan jika menggunakan plastik dapat langsung dibuang.

Agar hadir sebuah semangat dalam diri kita untuk memulai aksi tadi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat kita termotivasi. Kita bisa mengunjungi sosial media aksi zero waste entah melalui youtube, instagram, maupun lainnya, contohnya adalah instagram @belajarzerowaste_id.

Akun ini bahkan menyediakan kelas belajar zero waste. Informasi seputar zero waste sebenarnya akan mudah kita akses jika kita mau, dari sana kita bisa termotivasi dan sadar bahwa tidak menyampah itu ternyata sangat asik dan keren karena sejatinya menjaga lingkungan adalah amanah untuk kita.

Setelah termotivasi, jangan lepaskan sumber motivasi itu begitu saja. Kita harus terus mengeksplorasi berbagai informasi aktivitas zero waste untuk memandu kita. Usahakan kita mengikuti kelas zero waste agar kita mempunyai teman seperjuangan dalam memulai zero waste.

Melakukan semuanya sendirian tentu akan membuat kita tidak konsisten dan mudah bosan, maka di lingkungan riil kita, kita perlu mengajak atau memotivasi orang lain yang dapat kita mulai dari keluarga. Berikan motivasi kepada keluarga kita agar juga tergerak memulai gaya hidup zero waste.

Berjuang bersama keluarga tentu akan lebih mengasikkan. Kita juga bisa mengajak teman atau tetangga yang terdekat dengan rumah kita, semakin banyak yang kita ajak, gerakan akan semakin meluas dan itu berarti kita sudah mencapai tahap yang lebih tinggi daripada sekedar memulai dari diri sendiri.

Step yang cukup sulit adalah bagaimana menjaga konsistensi kita dalam menerapkan gaya hidup zero waste. Nah, lagi-lagi eksplorasi informasi mengenai aktivitas zero waste menjadi hal yang sangat penting, dari sana kita bisa mengatasi rasa bosan atau malas yang datang, kok bisa? bisa dong.

Zero waste tidak melulu tentang mengurangi sampah tetapi juga mendaur ulangnya, sabun lerak dan loofah kering adalah contoh produknya. Sabun lerak adalah sabun serbaguna untuk mencuci baju dan piring, sabun ini dapat dibuat manual dengan memblender lerak, sabun ini tidak akan mencemari lingkungan.

Loofah, adalah tanaman dari suku labu-labuan yang dapat digunakan sebagai pengganti busa cuci piring. Cara membuatnya sangat mudah, kita tinggal memotong tepi loofah dan mengeluarkan bijinya, lalu direndam selama 7 hari, kulit gambas akan mengelupas, dan setelah kering dapat langsung kita gunakan.

Membuat produk seperti ini dapat menjadi tips agar tidak bosan menjalani gaya hidup zero waste, misal kita mulai lelah karena semakin banyak cucian akibat belanja-belanja memakai lunch box, akan berbeda rasanya jika kita mempunyai produk handmade dan kita sendiri yang menjadi tester atau pemakainya.

Nah, apalagi jika kita bergabung kelas zero waste dan rajin eksplor informasi ya, tentu akan semakin banyak wawasan kita sehingga aktivitas zero waste kita tidak akan terasa monoton karena terus berinovasi.

Sambil beraksi menjadi penggiat gaya hidup zero waste, jangan lupa untuk terus dan tetap aktif dalam berbagai kegiatan zero waste entah online maupun offline pada kawasan yang sudah terdapat aksi bebas sampah ini.

Jangan lelah untuk terus memotivasi diri bahwa yang kita lakukan sangat mulia, dan jika kita konsisten kita akan sampai pada titik bukan hanya menjadi praktisi tapi juga pembicara yang banyak membagikan informasi bebas sampah, mengedukasi dan mengajak orang lain menjadi bagian dari praktisi zero waste.

Sedangkal apapun ilmu yang kita punya tentang zero waste, jangan ragu untuk mengajak orang lain, ini dapat memacu kita untuk lebih bersemangat karena kita akan merasa tidak ideal jika kita sering woro-woro terhadap banyak orang tetapi kita sendiri bermalas-malasan.