Tubuhku terdiam kala mengetahui fakta itu
Begitu menyakitkan
Pagi ini bukan waktunya meratapi
Tapi aku begitu tak berdaya untuk menolak

Aku baru saja terbangun
Ini pasti bukan mimpi
Mataku terbelalak heran
Hati memberontak untuk berkata

Memori mengajak untuk memutar kembali waktu dulu
Menemukan kembali diriku beberapa minggu yang lalu
Waktu di mana kebahagiaan masih bersamaku
Dan dunia masih memberikan tempat terbaik untukku

Memori berhasil menemukan diriku yang dulu
Teringat ketika dengan gagahnya berhasil menakluki Malioboro
Merasakan hangat kepulan asap sate klathak di Pasar Wonokromo
Menyusuri pemandian penghuni keraton di Taman Sari

Hei!
Ada Boerderij Buitenzorg!
Aku berlagak seperti Minke dalam film Bumi Manusia
Gadis anggun di seberangku itu memberikan senyum terbaiknya
Dia adalah gadis jawa yang sangat anggun!
Lebih anggun dari gadis Indo seperti Annelies Mellema pikirku
Tuhan pun ku kira bangga mendatangkan ciptaan terbaik-Nya ke tanah ini

Ini bukan mimpi
Aku pernah di sana
Pernah merasakan kebahagiaan kecil di sana
Tempat ini seperti membawaku ke taman firdaus

Tapi seperti ada yang mengganjal
Ada yang cukup menyiksaku di sini
Menghujam kepala bagian belakang
Juga menembus dada
Mengapa begitu sakit?

Seketika aku melihat bayangan yang cukup familiar
Tidak begitu jelas bentuknya
Persis menatap diriku
Aku seperti melihat keris Mpu Gandring pada tatapannya
Begitu tajam

Tunggu
Mengapa seperti ada yang mengalir di tanganku?
Mengapa begitu perih?
Mengapa semua hancur berantakan?

Persetan!
Aku tidak kenal diriku!

Purwokerto, 4 Januari 2020


Pupus

Hei
Terima kasih telah membersamaiku sampai hari ini

Kamu tahu?
Tahun ini bukan tahun yang baik untuk dikenang
Bukan pula tahun yang buruk untuk diratapi
Tapi setidaknya kita jadi banyak belajar
Tentang apa itu kesetiaan dan kejujuran
Juga tentang kepercayaan dan keterbukaan

Kita bukan pasangan romantis layaknya orang kebanyakan
Menghabiskan malam di sudut kafe dengan gurauan
Atau menyatukan dua tangan di sela jemari sembari menelusuri jalan

Aku juga bukan pasangan yang sempurna
Bukan pria berkemeja dengan wewangian khasnya
Bukan pula pria religius  yang selalu membimbingmu kepada-Nya
Hanya tulusnya cinta yang mungkin bisa kamu rasa

Kita pernah menciptakan momen sederhana tak terlupa
Melaju kencang di tempat yang kita sebut jalan cinta
Hingga kuatnya angin tak mampu mengehentikan tawa
Ya. Kita pernah bahagia

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan
Mereka selalu menjadi rahasia yang disimpan Tuhan
Entah kita bisa terus bersama menghadapi keadaan
Atau berpisah di persimpangan jalan

Satu yang pasti, dua telapak tanganku selalu terangkat ‘tuk mengharap kebaikan
Jika pelaminan adalah tujuan
Kesempatan dan izin-Nya kelak menjadi jawaban

Aku bersyukur kita pernah dalam satu ikatan
Terikat dalam kesamaan perasaan
Dan mengajariku apa itu ketulusan

Terima kasih telah membuatku terjun ke jurang cinta yang dalam
Terima kasih telah membuatku bertahan dari pengalaman semalam
Terbentuk harapan untuk hari baru nanti
Semoga kebahagiaan selalu mengiringi

Purwokerto, 30 Desember 2019


Hadiah Ulang Tahunmu

Hai, apa kabarmu di sana?
Ku harap kau tak sedang menunggu hadiah dengan kotak berwarna
Atau mengharap ucapan selamat ulang tahun dari pria yang kamu jaga perasaannya

Ia bukan pria romantis yang bisa memberimu coklat atau bunga
Ia juga bukan tipe pria roman yang mampu meluluhkan wanita dengan kata
Seperti Tere Liye, atau Boy Chandra
Bahkan ketika menulis ini, dia seperti manusia muda yang berusaha untuk berkata
Tak perlu dibayangkan, cukup dibaca saja

Kamu tahu? Tulisan ini sengaja diberikan ketika senja
Sebenarnya tak berpengaruh apa-apa
Hanya sebatas tahu bahwa pujaannya adalah pengagum lukisan angkasa
Yang membuatnya bersyukur atas nikmatnya dunia

Ia tak bisa memberikan sesuatu yang istimewa di harimu bertambah usia
Tidak seperti pria lain yang memberikan kekasihnya boneka, atau kue dengan lilin di atasnya
Hanya bisa memberikan doa terbaik sebagai bekal yang dapat mengantarmu sampai hari tua

Di senja ini, ia teringat perkataan wanita muda
Yang kala itu tengah duduk melaju di atas roda dua
Bahwa senja selalu memberikan kebahagiaan pada kemunculannya
Juga memberikan ketenangan pada citranya

Di hari manusia merayakan hidupnya, terlalu banyak hal yang dilakukan percuma
Sampai mereka lupa, untuk apa di dunia?
Hidup tidak lebih dari sekadar menjadi berguna
Bukan soal pesta, ataupun mengejar harta

Kehidupan selalu memisahkan segalanya menjadi dua
Tak akan pernah ada bahagia, jika sengsara saja tak pernah merasa
Tak akan ada ketenangan, jika tak pernah bersusah ria
Bahkan nikmat abadi tidak pernah bisa dicapai jika tak pernah bersyukur atas-Nya
Wanita muda itu memahaminya

Tidak berlebihan jika menjadikan senja sebagai filosofi hidupnya
Karya terbaik ciptaan-Nya
Yang memberikan keseimbangan pada semesta

Tangerang, 24 Juli 2018