Pengusaha
1 week ago · 10421 view · 4 menit baca · Ekonomi 67294_85671.jpg
bernas.id

Memilih Nekat Berbisnis

Dunia bisnis merupakan dunia baru dalam kehidupan saya. 9 tahun malang melintang didunia karyawan sudah dipastikan tidak mampu menjadi bekal sepenuhnya untuk menjelajahi dunia wirausaha. Terasa aneh ketika memilih nekat menjadi pengusaha. Modalnya Cuma 2, yaitu nekat, dan yakin.

Terlahir dari kedua orang tua yang berkarir sebagai karyawan seolah menjadi pendukung ketakutan yang besar dalam berwirausaha. Ditambah lagi dengan lingkungan dan teman-teman sekitar yang didominasi berprofesi sebagai pegawai perusahaan. Modalnya yang utama adalah nekat.

Tidak ada tempat bertanya langsung, atau guru yang bisa dijadikan tempat untuk belajar pengalaman. Semuanya serba natural dan apa adanya. Bertahun-tahun menjadi pegawai dan berkutat dengan perintah atasan menjadi bagian dari zona nyaman untuk berpikir apa adanya, mungkin tidak kreatif, jika banyak ide namun seolah terbatas karena sehari-hari mengikuti arahan dan perintah atasan.

1,5 tahun yang lalu adalah waktu yang ternyata singkat, dan tidak boleh merasa puas karena memilih nekat menjadi pengusaha. Jika boleh disebut ya pengusaha kecil-kecilan, belum besar, walau dipastikan keinginan untuk besar adalah cita-cita. Rentang waktu yang singkat ini, pilihan jatuh kepada usaha bidang jasa yaitu binatu atau dikenal dengan laundry. Tidak berhenti disitu, seiring keiginan untuk belajar lebih banyak, pengembangan usaha berlanjut usaha parfum dengan merek dagang sendiri.

Belajar dari buku “ Creator.Inc” karyanya Arif Rahman, menjadi motivasi untuk bertahan dan fokus mengembangkan usaha. Maklum, di dunia nyata selalu saja masih ada godaan yang sexy untuk kembali lagi menjadi pegawai. Seperti judul lagu “ pergi pagi pulang pagi “. Zona nyaman, gaji bulanan, ada bonus-bonus, plus jaminan kesehataan menjadi rayuan. Duh, beratnya melalui godaan.

You Have to Eat, Sleep and Dream with Your Business pesan Hermawan Kartajaya yang berarti kita bisa eat, sleep and dream jika memliki kecintaan terhadap bisnis atau pekerjaan yang kita tekuni atau geluti.Kenyataannya tanpa kecintaan maka sepertinya akan sulit mewujudkan eat, sleep and dream tersebut. Ternyata modal awal saya yaitu nekat dan yakin tidak cukup namun harus dibarengi dengan kecintaan terhadap bisnis yang sedang dijalankan. Seperti orang jatuh cinta, apapun akan dilakukan dan terus dipertahankan agar terus jatuh cinta.

Selain itu dalam hal mendirikan usaha, tidak hanya keterampilan teknis yang penting, namun keterampilan bisnis harus ada. Contohnya saja koki yang sudah tentu jago memasak, tidak serta merta menjadi pengusaha sukses disaat dia membuka restoran. Dalam hal manajerial diperlukan dalam pengembangan bisnis. Restoran yang kehilangan koki handalnya tidak langsung bangkrut atau sepi pengunjung, karena bisa saja pemilik usaha akan menemukan koki penganti yang lebih jago memasak dibanding koki sebelumnya.

Jujur saja keseharian bertahun-tahun fokus menjadi karyawan yang baik, tidak mungkin saya memahami cara membangun brand yang benar, lalu menentukan harga produk, bahkan terkait rekrutmen pegawai, gaji pegawai hingga strategis jangka panjang perusahaan. Itu belum termasuk menganalisa potensi kerugian, berbagai hal terkait legalitas, dan promosi.

Orang kantoran atau pegawai atau karyawan memberikan makna tersendiri, terutama dalam hal menjalankan pekerjaan. Semuanya tetap harus menunggu perintah atau harus berkoordinasi dengan pimpinan atau atasan. Berbeda sekali dengan profesi sebagai pebisnis yang semua kendali bergantung pada keputusan kita sebagai pemilik

Buku Creator.Inc menggambarkan mendirikan sebuah usaha adalah wahana fantasi untuk berkreasi dan bermain. Berbisnis adalah berkarya, bukan karena tujuan materi atau uang semata. Usaha atau bisnis merupakan kontribusi pada lingkungan sekitar, serta memulai usaha tidak selalu harus menggunakan uang.

Dalam mewujudkan sesuatu idealnya jangan setengah-setengah , namun harus sungguh-sungguh. Alaminya semua fase haru lalui tanpa menyerah, apalagi di awal perjalanan sebagai pengusaha. Kalimat bijaknya “ upaya yang gagal kita kerjakan, selama tidak membuat kita mati maka akan membuat mental kita semakain kuat “.

Prinsip lebih baik menjadi mitra daripada bawahan, sudah menjadi salah satu moto hidup. Pertanyaan selalu berakhir dengan kalimat, dapat modal darimana ?. Padahal ada beberapa pilihan yang bisa diambil sebaagai jalan pilihan.

Mulai dari pinjaman ke Bank, crowdfunding yaitu model pendanaan dari dari sejumlah orang yang terkoordinasi dan system, Angel Investor adalah orang yang bersedia menyuntikkan dana untuk bisnis kita dan umumnya mereka orang-orangnkaya yang bisnisnya telah berkembang, lalu rekanan strategis , pinjaman teman atau saudara yang dapat dipastikan sumber modal yang paling baik karena bisa mendapay bunga yang rendah, bahkan tanpa bunga, lalu modal ventura yaitu bentuk pembiayaan penyertaan modal bersifat sementara dari suatu perusahaan modal ventura ke dalam perusahaan pasangan usaha (PPU) atau sering disebut Investee Company.

Mungkin benar, semua yang terpenting adalah niat, karena jika ada niat, dibalut nekat, dan ditambah keyakinan, lalu dibarengi dengan keseriusan dan kecintaan untuk belajar maka berbisnis bukanlah hal yang mengerikan, namun sebaliknya yaitu mengasyikan.

Berbisnis yang sesungguhnya bukan untuk popularitas atau menunjukkan seberapa hebat kita menunjukkan kemampuan dalam mengolah suatu  usaha namun dari bisnis yang didirikan bermanfaat dan berdampak positif sebesar-besarnya untuk lingkungan dan masyarakat.

Tulisan ini bukan bertujuan mengajarkan cara berbisnis yang benar, namun hanya menjadi motivasi untuk nekat menjadi pengusaha. Pertanyaanya bisnis apa yang cocok dimulai buat pemula? jawabannya cuma satu yaitu bisnis yang dikerjakan sekarang juga, tanpa harus banyak bertanya…

Selamat mencoba.