Gerakan Nasional #KepoinPilkada 2015

Satu catatan penting dalam tradisi demokrasi Indonesia akan dimulai 9 Desember 2015 yang akan datang. Untuk pertama kalinya akan diadakan Pemilihan Kepala Daerah Langsung Serentak di 269 Kabupaten/Kota/Provinsi yang tersebar di 32 Provinsi. Momentum ini penting untuk efisiensi sistem Pemilihan dan mendorong lebih dekatnya publik kearah substansi demokrasi ketimbang ritual sirkulasi kekuasaan.

Masih ada banyak catatan mengenai persiapan teknis Pilkada serentak ini, terutama mengenai potensi-potensi kecuranganyang mungkin terjadi. Demokrasi tidak hanya menjadi tugas negara dan penyelenggara pemilu. Semakin tinggi partisipasi publik dalam setiap tahapan pemilihan, maka semakin tinggi kualitas demokrasi yang diharapkan.

Kami mencatat beberapa mantan terpidana Korupsi mencoba untuk maju kembali memperebutkan kursi kepala daerah, belum lagi mereka yang sudah terindikasi terlibat berdasarkan laporan masyarakat. Maka ini adalah momentum penting untuk kita kawal bersama-sama sehingga Pilkada melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu menyalurkan aspirasi rakyat.

Salah satu pokok perjuangan terpenting selain melawan Korupsi adalah melawan intoleransi. Mereka (para petahana) yang juga pernah mengeluarkan atau mengusulkan Peraturan Daerah (PERDA) intoleran adalah juga musuh keragaman, yang artinya juga musuh masa depan Indonesia.

Untuk itu kami mendukung gerakan inisiatif sipil yang dilakukan oleh www.kawalpilkada.id, Public Virtue Institute dan www.change.org serta inisiatif-inisiatif lainnya untuk bersama-sama mendorong partisipasi publik, bukan hanya untuk menggunakan hak pilihnya dengan cerdas, tapi juga turut serta menjadi saksi/relawan yang mengawal jalannya pemungutan suara dengan memfoto c1 dan menguploadnya ke www.kawalpilkada.id hingga tuntas ke KPU daerah masing-masing.

Bersama ini kami juga mencoba meminta kesukarelaan segenap anak muda, perempauan, aktivis, budayawan, teknokrat dan semua pihak (pribadi maupun organisasi) yang masih mau dan masih bisa KEPO untuk ikut mengawasi dan mengawal jalannya Pilkada serentak 9 Desember yang akan datang.

Adapun acara yang akan menjadi rangkaian Gerakan Nasional KEPOin Pilkada 2015 akan dimulai dengan himbauan penandatanganan Petisidi www.change.org/kawalpikada. Seruan ini juga meliputi himbauan untuk mendaftarakan diri sebagai relawan di daerah masing-masing melalui portal www.kawalpilkada.id

Pilkada serentak ini menjadi preseden baik bagi penguatan demokrasi Indonesia yang berkeadilan sosial.

Jakarta, 3 Desember 2015

Atas nama insiator gerakan nasional #KepoinPilkada

Grace Natalie (Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia )
Mahfud MD (mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Guru Besar FH-UII Yogya)
Wishnutama (CEO dan Co founder net tv)
Goenawan Mohamad (sastrawan)
Ronal Surapradja (selebriti)
Augie Fantinus (selebriti)
Christian Sugiono (aktor dan entrepreneur)
Riyanni Djangkaru ( aktivis lingkungan, public figure)
Yosi project pop (selebriti)
CAMEO Project (Youtubers)
Sandy PAS Band (musisi)
Isyana Bagoes Oka (Ketua DPP PSI)
Billy Simpson (penyanyi, winner of The Voice Indonesia season 1)
Fajar Nugros (sutradara Gangster, 24/7, Cinta Brontosaurus )
Susanti Dewi (movie producer)
Tina Talisa (news anchor)
Dita Soedarjo (entrepreneur)
Rene Suhardono (Public speaker, book writer)
Yunarto Wijaya (pengamat politik Charta Politica)
Billy Boen (book writer, motivator, public figure)
Yoris Sebastian (book author & creative consultant)
Bong Chandra (book writer, motivator, CEO Triniti Property Group)
Ben Subiakto ( CEO & Founder Octovate Group)
Choky Sitohang (TV Host, Public Speaker, Entrepreneur)
Mario Lawalata (Aktor dan Presenter)
Gustav Aulia (TV presenter dan trainer)
Michael Tjandra ( news anchor)
Senandung Nacita (news anchor)
Emerson Yuntho (Indonesia Corruption Watch)
Nova Rini (Ketua DPP PSI)
Ulin Yusron (netizen)
Zainal Arifin Mochtar (ketua PUKAT UGM)
Hanta Yuda (pengamat politik)
Muhammad Assad (netizen, penulis buku Notes from Qatar)
Cheryl Tanzil (News Anchor)
Ayu Utami (novelis)
Erik Prasetya (fotografer)
Rahung Nasution ( food culture activist)
Poltak Hotradero (netizen, Kepala Riset Bursa Efek Jakarta)
Jaleswari Pramodhawardani (peneliti LIPI)
Rayya Makarim (pekerja film)
Luthfi Assyaukanie (dosen)
Nong Darol Mahmada (aktivis perempuan & pejuang kebebasan)
M. Guntur Romli ( penulis )
Heru Hendratmoko ( warga negara )
Saidiman Ahmad (peneliti)
Bagus Takwim (psikolog, dosen, peneliti)
Hamid Basyaib (pengamat politik)
Fajar Riza Ul Haq ( Direktur Eksekutif Maarif Institute)
Prof. Dr. Hamdi Muluk (Guru besar psikologi UI)
Fadjroel Rahman ( peneliti, pegiat demokrasi)
Suci Mayang Sari (Bendahara Umum PSI)
Philips J. Vermonte (Peneliti CSIS)
Andar Nubowo (Direktur Eksekutif Indostrategi)
Gun Gun Heryanto (Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute)
Bonnie Triyana (Pemimpin Redaksi Majalah Historia)
Alpha Amirrachman ( Direktur Eksekutif CDCC)
Andi Saiful Haq (Direktur Eksekutif Intrans)
Agus Sari (anggota board Public Virtue Institute )
Helga Worotijan (Aktivis HAM dan Perempuan)
Damar Juniarto (Forum Demokrasi Digital)
Adinda T. Muchtar (PhD Candidate, Victoria University)
Herry Dharmawan ( Turuntangan )
Khairul anshar ( code4nation )
Silverius Onte Unggul (Social Entrepreneur, pendiri Kendari TV)
Fathony Rahman (dosen, peneliti, aktifis CSR)
Ikhsan Tualeka (CEO Aku Mengajar)
Janoe Arijanto ( Presiden Direktur, Dentsu Strat )
Raja Juli Antoni (Sekjen PSI)