Researcher
4 minggu lalu · 67 view · 7 min baca · Kesehatan 74390_13738.jpg
Pexels

Memelihara Otak sebagai Gaya Hidup Sehat

Terdapat pertentangan dalam Ilmu Kesehatan, dalam hal ini ilmu kedokteran. Pertama, kita sebut saja aliran pengobatan dan yang kedua kita sebut aliran pencegahan. 

Aliran pengobatan adalah mereka para ahli kesehatan yang fokus pada pengobatan penyakit, biasanya adalah dokter modern dari dunia barat yang hanya melihat kesehatan dari aspek fisik saja. Mereka berlandaskan pada pikiran bahwa jika dapat menemukan obat yang mujarab untuk mengobati penyakit tertentu maka angka kematian bisa ditekan.

Aliran pencegahan adalah mereka yang fokus pada pencegahan penyakit. Mereka beranggapan jika mampu melakukan pencegahan lebih awal sebelum sakit, kenapa mesti harus tunggu sakit lalu diobati? Aliran ini fokus mengajarkan pola hidup sehat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Saya pribadi, dalam hal kesehatan, memilih aliran kedua yaitu metode pencegahan, “mencegah lebih baik daripada mengobati”. 

Jika kita mau sedikit mencari tahu mengenai APBN yang dianggarkan untuk dunia kesehatan terutama penelitian untuk menemukan sebuah obat, ternyata kita akan tercengang melihat kenyataan bahwa ratusan miliar bahkan triliunan dianggarkan untuk penelitian tersebut. 

Seandainya negara dalam hal ini pemerintah mau fokus pada pola hidup sehat yaitu aliran pencegahan. Bisa hemat banyak APBN Negara kita.

Kehidupan Modern (Modernisme) vs Pola Hidup Sehat


Modernisme ternyata tidak selalu membawa kebaikan seperti yang diharapkan oleh manusia. Bahkan dampak yang dihasilkan terlalu banyak yang negatif. Saat ini berbagai penyakit psikosomatik sudah banyak ditemukan. Dekadensi moral di kalangan pelajar dan mahasiswa, free sex, criminal, dan anarkisme merupakan beberapa diantaranya. Selain itu kita juga menemukan fakta bahwa penyakit jiwa, stress, depresi, cemas, temperamental, gelisah, paranoid, psikopat, skyzoprenia, split personality adalah jenis penyakit kejiwaan yang banyak ditemukan di era modern. Ternyata modernisme yang kita kenal saat ini diawali dari peradaban barat modern dengan revolusi industri.

Perubahan budaya yang tidak menunggu kesiapan infrastruktur dan mental, membuat manusia merasakan dehumanisasi. Penggunaan berbagai fasilitas yang meminimalkan personal touch, menghilangkan sisi kemanusiaan yang hangat, ramah dan penolong. Dehumanisasi membuat manusia menjadi lonely, sepi di tengah keramaian, dan menjadi dingin. Kekosongan jiwa –kehampaan- inilah yang membuat manusia kemudian lari kepada drugs, narkotika atau obat-obatan, dan mengkonsumsi obat atau vitamin secara berlebihan akibat kecemasan yang luar biasa atas penyakit.

Sesungguhnya semua fenomena di atas merupakan indikator atas ketidaktenangan jiwa atau ketidakpasrahan jiwa dalam menghadapi berbagai masalah hidup. Hal ini karena dalam paradigma Barat persoalan dunia hanya dapat diselesaikan secara keduniaan saja.

Apalagi di era global ini manusia dituntut untuk serba cepat. Agar mampu survive dalam kehidupan yang seperti itu manusia kemudian memprogram dirinya dengan rasa persaingan yang tinggi. Manusia seakan berlomba dengan waktu, dan tidak memberi ruang pada kekalahan atau kegagalan. Manusia menjadi serakah untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan yang diukur dari sesuatu yang kasat mata, seperti materi atau status sosial.

Pada intinya kita bisa berkesimpulan bahwa modernism yang kita anggap mewakili kemajuan ternyata tidak mengandung pola hidup sehat didalamnya. Kehidupan modern jika kita ikuti malah membuat kita cepat mati/mati muda. Kita perlu mengusahakan agar hidup sehat, terutama yang jadi tumpuan agar hidup menjadi sehat adalah menjadikan otak kita menjadi sehat. Karena jika otak sehat maka kehidupan kita menjadi sehat. Otak adalah komando tubuh, jika otak sehat maka sehatlah seluruh badan.

Cara Memelihara Otak

Konon, otak orang Indonesia itu tergolong mahal. Dalam suatu pameran bertajuk “Otak-otak se-Dunia”, banyak pengunjung tertarik dengan otak Indonesia. 

Pesanan otak orang Indonesia melebihi pesanan otak Jepang. Para peminat tranplantasi otak memburu otak-otak yang diangkat dari kepala orang Indonesia. Mereka meyakini otak Indonesia lebih unggul dari pada otak Jepang.

Seorang pembeli ketika ditanya alasannya memesan otak Indonesia, dengan enteng menjawab bahwa otak Indonesia masih murni, bersih, fresh, karena jarang dipakai. Ia masih terasa enak jika dijadikan soto otak.

Cerita di atas merupakan sindiran halus bahwa kebanyak orang Indonesia sangat jarang memakai otaknya untuk berpikir berat. Kebanyakan dari kita menyukai hal yang sederhana dan mudah dilakukan dan itu tidak membuat otak menjadi berkembang atau terpakai secara maksimal.

Bahkan parahnya, saking tidak perhatiannya kita terhadap otak kita umumnya, nanti ketika mengalami gangguan baru kita memikirkan cara perlindungan terbaik untuk otak. Ketika otak kita terserang penyakit barulah disadari bahwa organ ini sangat bernilai. 


Harga otak kita, andaikata bisa diuangkan, jauh melebihi segala-galanya. Karena itu, perhatian kita kepadanya harus melebihi perhatian kita terhadap apa pun. Apalagi cuma pacar atau handphone.

Berikut saya paparkan cara memelihara otak menurut Taufiq Pasiak, melalui teorinya yang bernama ALISSA (Amankan, Latihan, InfoNut, Sosialisasi, Santai, dan ‘Aku’ Mencintai).

Amankan. Otak harus dilindungi dari marabahaya. Termasuk stress yang berkepanjangan. Walaupun stress itu reaksi normal tubuh, tetapi jika ia berlangsung lama maka akan merusak otak. Lakukan antisipasi secepat dan sedini mungkin pada hal-hal yang mampu kita cegah misalnya memakai helm ketika berkendara.

Latihan. Otak dan otot bersaudara dekat. Ia bagaikan dua sisi mata uang koin yang membentuk sebuah nilai. Perlu menggerakan otot melalui olahraga karena itu akan memperlancar peredaran darah. Jika peredaran darah lancar, maka oksigen dan gula darah akan mengalir lancar ke otak. Normalnya otak memerlukan 20 persen aliran darah, 20 persen oksigen dan 20 persen gula darah.

InfoNut. Otak punya dua makanan yaitu zat-zat gizi terutama asam amino dari protein dan informasi. Makan secara teratur, dapat membuat otak segar dan memberikan “informasi baru yang menantang” juga membuat otak menjadi segar.

Sosialisasi. Berhubungan dengan orang lain adalah bawaan atau nature-nya manusia. Dalam bersosial, kita harus aware terhadap tiga hal yaitu stress, konflik dan komunikasi.

Santai. Otak tidak pernah istirahat. Ketika kita tertidur, otak malah melakukan konsolidasi. Santai otak tidak berarto diam tak bergerak. Santai otak adalah membawanya pada “kondisi alpha”. Alpha adalah suatu istilah otak ketika seseorang berada dalam keadaan tenang, tetapi waspada.

Aku’ Mencintai. Cinta yang berpusat pada ‘Aku’ harus dibagi dengan cinta pada di luar ‘Aku’. Cinta seperti ini dipakai untuk mmebuat diri menjadi lebih baik. Fondasai bagi perasaan cinta adalah spiritualitas. 

Dengan spiritualitas, manusia memiliki dorongan untuk mendapatkan makna kehidupan. Iri-dengki, serakah, sombong harus dihilangkan dalam diri karena dapat merusak otak. Tumbuhkanlah sifat ikhlas, jujur, adil dan pemaaf yang dapat membuat otak menjadi sehat.

Otak Senantiasa Muda, Usia Bisa Mencapai 125 Tahun

Kita seharusnya bisa hidup 125 tahun. Rentang hidup hewan bertulang belakang adalah lima kali periode pertumbuhan otak mereka. Karena otak pada manusia bertumbuh hingga usia 25 , berarti rentang hidup manusia 5 x 25 = 125 tahun.


Yang menyebabkan kita cepat mati adalah gaya hidup yang salah. Dimulai dari pola makan dimana faktor kerakusan, asupan gizi yang tidak seimbang atau dampak beracun zat-zat kimia ikut berkontribusi besar untuk memperpendek usia kita dan menyebabkan kita mati dini. Selanjutnya kita jarang bergerak dan terjaga hingga larut malam atau menjadikan malam seperti siang.

Tiga hal yang menentukan seseorang dapat berumur panjang adalah makanan (nutrisi), olah tubuh, dan aktivasi otak (meditasi, berpikir positif).

Makanan. Dalam seni pengobatan Timur, kita mengenal ungkapan, “Obat dan makanan berasal dari sumber yang sama”. Ini berarti makanan adalah obat sekaligus nutrisi. Artinya, jika pola makan salah, kita kehilangan kesehatan kita. 

Jika makan dengan benar, kita dapat menjaga tubuh tetap sehat dan tidak menjadi sakit. Makan dengan benar, berarti asupan protein tinggi dan rendah kalori. Saat ini, hampir semua orang paham bahwa kunci kesehatan yang baik terletak pada makanan.

Pola makan orang yang berusia seratus tahun adalah mereka bukan pemilih dan suka memakan semua, mereka hanya makan sampai lambung terisi hingga 80 % dan makanan mereka hanya mengandung sedikit daging dan lebih banyak sayur-sayuran.

Olah Tubuh. Persyaratan kedua untuk hidup panjang adalah menghindari ‘penimbunan’ pada pembuluh darah. Semua bentuk penuaan bermula dari pembuluh darah.

Ada dua metode untuk menghindari penimbunan di dalam pembuluh darah, yang pertama adalah menjaga agar otot tidak kendur. Otot bersama jantung berfungsi menyediakan peredaran darah yang baik. Jika otot melemah, peredaran darah dengan sendirinya mengikuti. Kedua, kita harus membakar timbunan lemak dengan banyak bergerak.

Aktivasi Otak. Faktor yang menentukan kita bisa berusia panjang adalah otak. Jika kepala berfungsi sebagaimana seharusnya, dan tubuh memiliki otot-otot yang memadai, kita masih bisa aktif di atas usia seratus. 

Semua saran untuk menggunakan otak dan hidup lebih lama, menyangkut pikiran positif. Saat kita berpikiran postif, hormon-hormon kebahagiaan dilepaskan sehingga menyegarkan sel-sel otak. Terutama bentuk berpikir positif adalah tidak khawatir.

Meditasi juga diperlukan untuk merangsang otak kita agar tetap rileks. Kondisi rileks mengaktifkan alam bawah sadar dan gelombang alfa di otak. Hal ini bermanfaat besar karena kondisi gelombang alfa pada otak adalah indikator terproduksinya hormon kebahagiaan.

Di Jepang, dikatakan bahwa para dokter memiliki tiga alat: obat, pisau bedah, dan kata-kata. Dewasa ini, kita terlalu mengandalkan obat dan pisau bedah, tetapi terapi dengan bantuan kata sesungguhnya sangat mungkin. Karena jenis terapi ini membangunkan kekuatan penyembuhan alami dari diri sendiri.

Kesimpulan

Dengan memelihara otak sama artinya membuat hidup kita menjadi sehat dan awet muda. Memelihara otak bukan hanya tugas kita sebagai pribadi tapi seharunya menjadi tugas orang tua sejak bayi dalam kandungan sampai usia 6 tahun. 

Makanya perlu calon orang tua dibekali dengan ilmu pola asuh terutama ilmu pola asuh berbasis ilmu otak yang bernama neuroparenting agar tumbuh kembang otak anaknya kelak bisa sehat.

Memelihara otak sudah trend di dunia barat bahkan menjadi pola hidup yang awet muda dan resep umur panjang. Mereka mempelajari bahwa untuk menjadi awet muda dan hidup lebih sehat ternyata kuncinya ada di otak. 

Memenuhi kebutuhan otak berupa nutrisi, informasi yang baru dan beberapa aktivitas positif dan menghentikan hal-hal yang merusak otak seperti kebiasaan terpapar dengan bahan kimia dan elektronik berlebihan.

Mengikuti trend modern tanpa kontrol dan bekal pengetahuan yang baik hanya akan menjerumuskan kehidupan pada mati muda atau pola hidup yang tidak ramah otak. Mulai sekarang, mari kita perhatikan dan pedulikan otak kita. Jika otak kita sehat maka kehidupan akan semakin sehat dan awet muda.

Artikel Terkait