Beberapa hari lalu, jagad medsos sempat dihebohkan dengan meme berisi keharaman memakai BH. Dalam meme yang beredar itu, disebutkan bahwa “memakai BH mengakibatkan bentuk payudara menjadi nampak dan membuat para perempuan nampak lebih muda sehingga mereka menjadi sumber fitnah”.

Sontak saja, berbagai pro-kontra bermunculan. Kata demi kata yang muncul dalam meme tersebut dikuliti oleh warganet lain. Mulai dari status hukum penggunaan BH, posisi wanita yang diidentikkan sebagai sumber fitnah, hingga desain gambar semangka di belakang tulisan yang dianggap tendensius.


Jadi Lelucon

Sebagaimana lazimnya hal yang viral di media sosial, selain pro-kontra yang muncul ada juga sosok “garis lucu” yang siap menjadikannya sebagai bahan canda-tawa.

Misalnya dalam meme yang berbunyi “wanita musim tidak boleh memakai BH di hadapan para lelaki yang bukan mahramnya”. Kalimat tersebut memang benar, tapi menimbulkan makna yang dalam bahasa jawa disebut dengan wagu.

Sama wagu-nya dengan kalimat “orang sholat tidak boleh memakai sarung”, karena menyimpan makna “kalau memakai sarung saat sedang sholat, maka sholatnya bisa batal karena akan bergerak beberapa kali”.

Pada meme BH di atas, kalimat tersebut seakan menyimpan kalimat tersimpan yang berbunyi “Kalau memakai BH di hadapan lelaki yang bukan mahramnya, maka tentunya sangat memalukan karena terlihat auratnya”, begitu kira-kira.


Apa itu BH?

Ada beberapa istilah yang mengarah pada kata BH, misalnya Buste Houder dalam Bahasa Belanda, atau Breast Holder dalam Bahasa Inggris, keduanya merujuk pada makna yang sama, yakni penyangga dada bagi seorang wanita.

Mengutip Jawapos, Asal usul model BH semula berasal dari Yunani kuno di mana pada masa itu wanita menggunakan kain dari wol atau linen untuk membungkus payudara mereka yang diikat ke punggung. 

Kemudian pada tahun 1989, seorang wanita asal perancis bernama Herminie Cadolle yang menambahkan tali pada bagian atas untuk menopang bahu.

Setelah itu, muncullah berbagai bentuk dan jenis BH sesuai dengan keperluan yang berbeda-beda. Misalnya sport-bra (BH untuk olahraga) yang muncul pada tahun 70an, maupun bra tanpa tali yang kembali marak pada tahun 2010-an.


Pengalaman Biologis 

Pengalaman biologis merupakan perubahan yang secara alamiah terjadi pada tubuh seorang manusia dan berbeda antara laki-laki dan perempuan.  Ini berbeda dengan pengalaman sosial yang bisa jadi antara laki-laki dan perempuan akan dimungkinkan mengalami pengalaman sosial yang sama.

Pada kehidupan seorang laki-laki, pengalaman biologis pertamanya adalah ketika mimpi basah sebagai penanda baligh. Pengalaman selanjutnya ketika membuahi dalam berhubungan intim. Kedua pengalaman tersebut berlangsung dalam waktu yang tidak lama serta memberikan efek nikmat dan bahagia.

Berbeda dengan laki-laki, seorang perempuan mengalami pengalaman biologis awal ketika keluarnya haid yang pertama sebagai penanda baligh. Uniknya, pengalaman tersebut terus berulang setiap bulan sebagai menstruasi yang rutin, dan ditambah pula dengan adanya nifas. 

Selain itu, seorang perempuan juga akan mengalami masa kehamilan, melahirkan serta menyusui. Meski tidak berulang secara rutin, namun ada potensi pengalaman ini berulang ketika ia kembali mendapatkan kehamilannya.

Pengalaman-pengalaman biologis yang ada pada perempuan tersebut berlangsung dengan sangat lama, dan tak jarang juga berlangsung secara berulang. Misalnya menstruasi yang datang setiap bulan sekali, serta kehamilan yang bisa saja terjadi tidak hanya sekali.

Bukan hanya dalam waktu yang panjang, pengalaman biologis yang dialami perempuan cenderung memiliki dampak sakit.

Salah satu pengalaman biologis yang berkaitan dengan BH tentu soal menyusui. Jelas dikarenakan aktifitas menyusui menggunakan bagian tubuh berupa payudara. Sementara itu, kulit payudara dan puting sangat sensitif dan perlu ditutupi dengan penutup yang sesuai.

Penggunaan BH menjadi cara agar kulit yang sensitif tersebut dapat tertutupi secara sempurna.


Klarifikasi Meme Haram Pakai BH

Melihat meme yang beredar, sepertinya terdapat pembelokan makna terhadap sebuah kalimat, sehingga muncul makna yang tidak sebagaimana mestinya. Hal tersebut terlihat dari klarifikasi yang muncul, bahwa proses pengalihbahasaan dilakukan menggunakan fitur yang tersedia di website asal.

Karena menggunakan fitur tersebut, patut diduga fitur tersebut merupakan penerjemahan otomatis dengan memanfaatkan layanan pengalihbahasaan secara daring semisal google translate. Wajar jika kemudian hasilnya tidak sebagaimana maksud dari teks aslinya dalam bahasa arab.

Dalam mengambil sebuah kesimpulan hukum, tentu tidak terlepas dari ‘illat atau sebab sebuah peristiwa. ‘Illat yang muncul dari rangkaian fatwa tersebut adalah upaya untuk menonjolkan bagian tubuhnya guna memikat lawan jenis dan mendorong terjadinya fitnah. 

Tentu ‘illat ini yang seharusnya menjadi pusat perhatian, bukan tentang pemakaian BH.

Tentu siapapun yang menggunakan anggota tubuhnya untuk memunculkan fitnah, harus dilarang. Sama dengan seorang pria yang menggunakan pakaian tertentu sehingga seolah memiliki badan kekar, dan dipakai dengan tujuan munculnya potensi fitnah, tentu menjadi hal yang diharamkan pula.

Barangkali ini tidak apple-to-apple, karena BH memiliki aspek fungsional selain juga fashionable untuk menutupi aurat perempuan, yang mungkin ini tidak dimiliki oleh laki-laki.


Bagaimana dengan No Bra Day?

Tanggal 13 Oktober biasa diperingati sebagai Hari Tanpa Bra (No Bra Day). Hari tersebut diperingati sebagai bentuk kampanye guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan bahaya kanker payudara.

Meski banyak anggapan bahwa penggunaan bra dengan kawat dapat memicu kanker itu hanyalah mitos semata, namun tidak sedikit pihak yang menganggap bahwa peringatan #NoBraDay menjadi cara efektif untuk mengampanyekan hal tersebut.

Bukan bermakna benar-benar tanpa BH, kampanye #NoBraDay diisi dengan berbagai kegiatan yang meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya kanker payudara berupa sosialisasi, cek kesehatan, deteksi dini hingga pengobatan.


Kepustakaan :

https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_bras

https://www.jawapos.com/lifestyle/13/10/2018/ditemukan-120-tahun-lalu-intip-perubahan-bra-dari-masa-ke-masa/

https://temanshalih.com/klarifikasi/