Pada ia yang terbebas murni, di pagi ini
Para pembela berkata, hukum telah tegak, utang sudah punah
dan lihatlah, negeri kita masih berdiri dengan baik-baik saja

Tak usah mencaci
Sila Suci menggigit sepi
Kisah panjang kesedihan yang hadir setiap kamis sore
tepat di jantung kuasa
di bawah payung-payung gulita
mengapa tak kau sudahi saja

Aaah, persetan
Jangan sok bersih kalian
Keadilan macam apa lagi yang tak henti digali?
Aku sudah menjelma Kristus
Di meja ekaristi, kalian makan tubuhku
penebus dosa dan segala rekayasa

Tak cukupkah bagi kalian?
Kuburanku bagi jiwa dan badan
yang aus dan menua di kerangkeng baja

“14 putaran siklus bumi hanya untuk satu nyawa, toh setengahnya sudah kuhabisi dengan remisi”
Kau tertawa dengan ekor mata menyala
pada sesiapa entah, kau sembunyikan yang paling rahasia

Dan bocah-bocah yang menatapmu di layar televisi
terpukau tenang yang matang
di kepala mereka tumbuh semacam iman
dosa tak mungkin percik dari bibir yang fasih bicara perlambang negara

Walau di sisimu pula bergayut
Rekayasa jalang yang kesurupan
Misi intelegensi yang patahkan
hak hidup sesiapa yang muasal dari rahim reformasi nan sial

Pada ia yang kudapati bebas murni pagi ini
Tengah berkata ia di selasar berita
Aku bukan orang suci
tapi negara selalu punya lakon rahasia
kebenaran yang terlalu gentar untuk disebar

Dan juga di waktu-waktu ini
seperti tahun tahun yang lewat
atas dalih republik yang morat marit
dan kuasa lama yang selalu ingin pulang ke singgasana
Mari kita bunuh Munir
Sekali lagi