Beberapa tahun belakangan ini dunia sedang dilanda dengan demam pendidikan Finlandia, termasuk Indonesia.

Begitu banyak artikel, tinjauan, kajian, dan pembahasan, tidak hanya di media sosial tetapi juga sering diangkat sebagai bahan dialog dan diskusi di berbagai forum dan konferensi, yang mengangkat betapa menyenangkannya prinsip-prinsip pendidikan Finlandia.

Namun, sedikit dari mereka yang menyadari, apa yang sering diungkapkan sebagai konsep pendidikan Finlandia sesungguhnya sudah banyak dituliskan oleh Ki Hadjar Dewantara (KHD), Bapak Pendidikan Indonesia, sejak hampir seabad yang lalu.

Ki Hadjar Dewantara menemukan metode yang digali dari jiwa dasar nasionalisme–kemerdekaan–diperkaya dengan aliran pemikiran baru pendidikan yang sudah dan sedang berkembang serta relevan saat itu.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir terjadi transformasi paradigma perihal pendidikan kita. Konsep pendidikan yang sering disebut sebagai kegiatan belajar mengajar beralih menjadi kegiatan pembelajaran.

Terma mengajar (teaching) dialihkan dengan istilah pembelajaran (learning). Tidak hanya paradigma mengajar yang berganti, pembelajaran pun diarahkan untuk menuju pembelajaran aktif.

Manifestasi goal KTSP dapat diejawentahkan melalui guru yang dituntut untuk dapat mengaplikasikan pembelajaran aktif (active learning), pembelajaran kolaboratif (collaborative learning), aktivitas langsung (Hands-on activity).

Juga tidak lupa untuk melakukan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk menemukan konsep dan menggunakan konsep tersebut secara benar (konstruktivisme).

Pembelajaran aktif di sekolah atau kuliah terus menjadi prioritas sejak teknologi untuk menciptakan media-media yang menarik berkembang dengan pesat.

Kemajuan TIK telah mentransformasi cara pembelajaran abad 21. Dewasa pengetahuan mengenai informasi dan teknologi menjadi salah satu cara untuk menjangkau semua pihak dalam memberikan informasi, termasuk dalam dunia pendidikan dan proses pembelajaran.

Internet, sebagai revolusi dalam sebuah dunia digital, menawarkan pembelajaran aktif di dunia virtual yang memungkinkan peserta didik untuk menyerap informasi tanpa batas.

Di samping sebagai generasi millenial, yang terlahir antara tahun 1980an sampai 2000. Generasi millenial muncul dimana dunia modern dan teknologi canggih diperkenalkan publik, gawai misalnya.

Semakin membiaknya teknologi informasi dan komunikasi serta dengan perkembangan zaman yang sangat cepat, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pengaruh pada kehidupan manusia terutama pada kehidupan keseharian dengan menggunakan teknologi.

Blog mencorakkan sebagai salah satu media yang dapat membantu dalam penyampaian informasi yang cepat dan up to date.

Pengaplikasian blog yang mudah dan sederhana dapat membantu dalam proses belajar mengajar sehingga dapat lebih mudah berbagi pengetahuan di luar jam belajar sekolah melalui media blog. Blog lebih dari sekedar software yang digunakan untuk posting informasi.

Blog mengoptimalkan pengguna sistem di internet sehingga komunikasi menjadi lebih mudah. Selain itu blogging sangat mudah digunakan karena tidak memerlukan coding sehingga seorang pemula pun dapat menggunakan blog dengan tanpa kesulitan.

Dalam hal menunjang peranan pendidikan, blog telah banyak digunakan untuk mengiklankan layanan pustaka serta menaut pada perpustakaan-perpustakaan lain sehingga informasi yang didapat bisa lebih kaya.

Pada umumnya, setiap orang yang terjun dan mendalami di bidang pendidikan merasakan kemudahan yang didapatkan dari penggunaan Blog.

Berlainan dengan beberapa tahun yang lalu, untuk memiliki situs web sendiri dan dapat diakses oleh semua orang melalui internet bisa dibilang cukup sulit. Keinginan tersebut dapat dijembatani dengan adanya blog.

Tidak diperlukan keahlian pemrograman dan desain atau bantuan para ahli untuk memiliki blog sendiri, dan dengan adanya blog dapat membantu untuk mempublikasikan bahan untuk proses pembelajaran di kelas ataupun artikel ilmiah.

Menurut Loft, kelebihan dan kemudahan di dalam mengoperasikan blog terletak pada ‘alat’ (tool) yang terdapat di dalam blog itu sendiri. Tool yang dimaksud adalah Komentar (commentating), Penelusuran (searching), Label (label), Pengarsipan (archiving), dan Tautan (links).

Surplus lain dari blog adalah harganya yang murah dan terjangkau semua pengguna internet. Bahkan banyak provider yan menyediakan blog secara gratis.

Banyak ragam keuntungan dan kemudahan dibanding dengan media publikasi online yang lain. Blog bisa dibuat sangat menarik dan mengandung ciri khas si pemilik blog dengan cara membut tampilan blog seunik mungkin.

Karena tampilannya yang atraktif tersebut, fungsi blog sebagai instrumen pendidikan juga dapat tersalurkan, karena umumnya pengakses situs pendidikan merasa bosan dengan situs-situs pendidikan yang telah ada karena tampilannya yang konvensional.  

Pendayagunaan blog sebagai alat bantu pembelajaran sangat mudah digunakan serta mudah dikelola dan dirawat. Blog dapat berpotensi menjadi piranti publikasi hasil karya yang paling mudah dan vital.

Semisal, publikasi hasil penemuan, karya ilmiah dan kegiatan-kegiatan siswa atau guru di sekolah, juga dapat berfungsi sebagai media atau tutorial pembelajaran.

Penerapan model pembelajaran aktif dengan memanfaatkan web blog sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Memiliki potensi untuk mengembangkan technology fluency karena memiliki fitur-fitur dan tool yang menyokong pembelajaran aktif.