1 week ago · 46 view · 3 menit baca · Tips & Trick 97220_12700.jpg
lingkarsukses.blogspot.com

Membuat Tulisan Berkualitas

Dalam menulis tak ubahnya kita sedang berbicara dengan orang. Menyampaikan apa yang sedang apa kita rasakan, menyampaikan apa yang ada dalam pikiran kita atau bahkan mungkin mengenai apa yang tidak kita ketahui, semuanya sama. Jika berbicara secara langsung, kita hanya memperhatikan kaidah penyampaian kita, logat, serta etika kita terhadap siapa yang kita ajak bicara. 

Namun, dalam menulis itu ada satu hal yang tidak ada saat kita sedang berbicara secara langsung, tanpa melaui tulisan. Hal tersebut adalah tata bahasa yang digunakan. Meskipun dalam obrolan tata bahasa kita juga perlu diperhatikan, namun hal itu tidak terlalu menjadi sorotan, karena targetnya adalah telinga. Tetapi kalau tulisan, itu targetnya adalah mata. 

Sehingga mata akan menjadi media untuk menangkap dan menyerap informasi dari tulisan kita. Nah, apabila kita salah dalam penempatan tata bahasanya, setidaknya mata dan otak kita harus ekstra memahami maksud dari tulisan tersebut, parahnya lagi kalau sampai salah mengartikan, karena tata bahasanya yang tidak tepat.

Di sini, kita perlu mengkaji dan memahami bersama agar tulisan kita bisa lebih berkualitas,

1. Kerapian Tidak hanya di sekolah, kampus, atau di kantor kita harus rapi. Tapi dalam tulisan kita pun harus juga tapi.Bagaimana dengan istilah rapi, apa harus pakai dasi atau sepatu juga? Jawabannya tidak.

Sebuah tulisan itu dapat kita analogikan seperti diri kita sendiri, akai baju, dasi, celana dan sepatu. Ada identitas bahwa kita bukan orang-orangan sawah yang hanya untuk menakut-nakuti. Begitu juga dengan tulisan kita, bagaimana dikatakan rapi kalau setiap apa yang kita tulis, tidak pernah kita buatkan judul dan pengarang, itu kan lucu. Bagaimana tulisan itu bisa punya identitas kalau tidak ada judul dan nama pengarangnya. 

2. AlineaDalam kaidah kebahasaan, pembatasan alinea di sini sebagai pembatas sebuah anak masalah atau masalah itu sendiri. Dengan kata lain, sebuah alinea adalah sebuah gagasan yang terselesaikan, namun masih berhubungan antara alinea sebelum dan alinea sesudahnya.

Dalam penandaan alinea baru biasanya ditandai dengan tab atau pemulaian tulisan lebih ke dalam sekitar lima karakter. Dalam satu alinea bisanya sekitar empat baris saja, walau ada yang kurang atau bahkan yang lebih. Hal ini akan membantu keindahan tulisan kita yang tidak terkesan kepanjangan atau menumpuk, sehingga enak untuk dilihat dan dibaca.

3. Tata BahasaKarena menulis itu tidak hanya sekadar menyampaikan isi hati, maka kita perlu memperhatikan tata bahasanya. Penggunaan tanda baca serta keabsahan kata yang kita pakai harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Misalnya yang sering tidak diperhatikan adalah penulisan nama. 

Terkadang kita lupa kalau penulisan nama orang atau instansi itu dimulai dengan huruf kapital atau misalnya pada imbuhan (ku, (mu) dan (nya) yang peletakannya harus menempel dengan kata mengikutinya, baik yang diikuti ada di sebelumnya atau sesudahnya. Kalau sudah salah penulisan seperti ini efeknya apa? Pembaca akan malas untuk melanjutkan membaca tulisan kita. Pembaca akan bosen, kalau di setiap alinea harus ada kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan kaidahnya.

4. Kuasai judulHal ini sering tidak diperhatikan oleh kita saat menulis, padahal judul adalah sorotan pertama dan utama dalam sebuah tulisan. Contohnya saja, ketika tulisan kita sudah bagus dan sudah mantap banget pokoknya, tapi judul kita tidak mendukung, secara otomatis tulisan kita akan dianggap tidak menarik pula.

Gunakan penulisan judul itu setidaknya dengan tiga kata saja atau paling tidak jangan melebihi lima kata. Kenapa harus tiga sampai lima kata saja? Pembaca akan lebih tertarik pada judul yang sederhana tapi penuh tanda tanya. Penuh tanda tanya maksudnya di sini, pembaca itu harus dibuat bertanya-tanya dan penasaran terhadap isi tulisan kita. 

Misalnya kita menggunakan keuntungan, kekurangan, gejala atau yang lainnya. Sehingga, pembaca merasa perlu membaca isi tulisan kita untuk mendapatkan apa yang ada pada judul kita, misalnya 5 langkah menjadi penulis. Atau juga bisa menggunakan profile tokoh sukses, misalnya 7 rahasia suksesnya film Dilan 1990.

5. Kuasai pembacaIni yang terpenting dalam menulis, menguasi pembaca. Karena apa gunanya kita menulis jika tulisan kita bukan yang diharapkan atau diminati oleh pembaca. Sebagai penulis kita harus pandai membaca situasi dan kondisi, pandai melihat kebutuhan pembaca. Hal ini perlu yang namanya riset. Riset sangat diperlukan dalam proses menulis, hal itu untuk menunjang tulisan kita faktual, aktual, dan terkini. 

Pembaca adalah nyawa kita, tanpa mereka kita akan mati dengan sendirinya. Salah satu langkah agar tulisan kita bisa dinikmati oleh pembaca adalah mempromosikan hasil tulisan kita. Karena kita harus aktif juga mengambil peran dalam tulisan kita. Apa gunanya kita menulis jika tidak ada yang menikmati. 

Semakin sering kita mempromosikan tulisan kita di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lain sebagainya, maka akan semakin banyak pula pembaca yang akan mengenali tulisan kita. Intinya, jika kita mau banyak yang membaca tulisan kita, maka kita harus selalu berteman dan interaksi dengan yang suka baca dan suka nulis juga tentunya.