Pernikahan adalah suatu ibadah yang dianjurkan oleh agama Islam, bahkan wajib hukumnya terutama untuk mereka yang mampu dan siap secara lahir dan batin. Salah satu tujuan pernikahan adalah untuk membentuk rumah tangga yang Sakinah, Mawadah, dan Warahmah (Basir, S. 2019).

Dapat diketahui “sakinah” memiliki arti kehidupan yang aman dan tentram, keluarga sakinah adalah keluarga yang dibentuk dengan niat yang ikhlas dan diiringi dengan komitmen untuk berjuang bersama dengan penuh persiapan yang matang dilandaskan oleh pondasi agama yang kuat.

Setiap rumah tangga pasti memiliki impian untuk menjadi keluarga yang tentram dan harmonis, akan tetapi di dalam rumah tangga pasti selalu didatangi oleh berbagai macam pertengkaran atau konflik, yang menyebabkan terjadinya perpecahan rumah tangga yang sudah terikat dalam pernikahan. 

Idealitas pernikahan banyak sekali yang tidak berbanding lurus dengan realitas yang terjadi pada masyarakat. Perceraian rumah tangga selalu mengalami peningkatan di setiap tahunnya dan tidak kurang dari 300 kasus perceraian yang terjadi diindonesia (Manna, N. S. dkk.  2021).

Maka dari itu kita harus membentuk keluarga yang sakinah, yaitu membentuk keluarga yang tenang dan tentram, agar dalam berumah tangga dapat merasakan kedamaian, tentram, kebahagiaan, dan terhindarnya dari perceraian dalam rumah tangga.

Islam juga selalu mengajarkan untuk hidup rukun, tentram, damai, dan penuh kasih sayang. Jika ada permasalahan dalam rumah tangga tidak boleh melakukan kekerasan sebaiknya diselesaikan dan dimusyawarahkan secara baik - baik, setelah dimusyawarahkan dan diselesaikan secara baik - baik kemudian bertawaqal lah kepada allah agar diberi solusi yang terbaik, seperti yang sudah di jelaskan dalam surah (QS. Ali Imran Ayat 159) yaitu :

‎فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ   ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ   ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْأَمْرِ   ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْعَلَى اللَّهِ   ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya : "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang - orang yang bertawakal."

Ayat Al - Quran tersebut berisi perintah untuk bersikap sabar dan lemah lembut. Ayat tersebut juga bisa dikaitkan dengan jika ada konflik di dalam rumah tangga maka harus diselesaikan dengan bermusyawarah dan selalu bersikap lemah lembut seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, supaya bisa membentuk keluarga sakinah.

Dalam membentuk keluarga sakinah harus mempunyai pilar - pilar keluarga sakinah, pilar keluarga sakinah yaitu :  

1. Selalu mendekatkan diri kepada Allah swt dan agama

2. Saling bermusyawarah untuk memecahkan suatu masalah atau konflik

3. Mencari rezeki yang halal

4. Hidup dengan saling menjaga, melindungi, dan menyayangi

5. Selalu introspeksi diri satu sama lain 

Jika sudah mengetahui mengenai Pilar - pilar tersebut, maka harus diterapkan di dalam rumah tangga supaya bisa membentuk keluarga yang sakinah. 

Selain pilar - pilar keluarga sakinah yang harus kita ketahui dan kita terapkan, kita juga harus mengetahui dan menerapkan konsep - konsep caranya membentuk keluarga sakinah yaitu :

1. Memilih calon suami atau istri yang terbaik dan tepat

Supaya terciptanya keluarga sakinah, maka kita harus berhati - hati dalam memilih calon suami atau istri, pilihlah calon suami atau istri yang terbaik dan tepat. Contohnya yang pertama harus memiliki keyakinan tuhan yang sama, sholeh ataupun sholehah, mempunyai akhlak yang baik dan mulia, berasal dari keturunan yang baik, sopan dan santun dalam bertutur kata.

2. Suami dan istri harus menghindari segala bentuk kekerasan

Kekerasan adalah salah satu penyebab retaknya sebuah keharmonisan keluarga, kekerasan dapat menyebabkan perceraian dalam rumah tangga, maka dari itu baik suami ataupun istri harus dapat menghindari masalah – masalah atau konflik yang dapat menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga. 

3. Harus saling menghargai

Di dalam rumah tangga suami dan istri hendaknya harus saling menghargai, karena di dalam rumah tangga pasti adanya perbedaan satu sama lain, yaitu mulai dari perbedaan pendapat, perasaan, bakat, dan keinginan. dalam menghargai satu sama lain di dalam keluarga bisa menciptakan keluarga yang bahagia, dan damai.

4. Saling mempercayai

Seorang istri harus bisa mempercayai kepada suaminya, begitupun dengan sebaliknya seorang suami juga harus bisa mempercayai istrinya dalam kondisi apapun. 

Karena kalau tidak terciptanya sebuah kepercayaan maka akan retak sebuah rumah tangga, akan tetapi jika suami dan istri membangun sebuah rasa kepercayaan maka akan terciptanya keluarga yang tentram.

5.Suami dan istri harus bisa menjaga aqidah yang benar

Pada saat ini banyak sekali orang yang mempunyai aqidah yang keliru atau sesat, misalnya terlalu mempercayai dukun dan sebangsanya. 

Dalam mempercayai dukun dan sebangsanya akan membuat langkah hidup menjadi tidak rasional, bisa menyesatkan dan bisa mendatangkan bencana yang fatal didalam rumah tangga. Maka dari itu kita harus bisa menjaga aqidah yang benar dan baik dalam rumah tangga.

Untuk membentuk keluarga sakinah memang tidaklah mudah, tetapi jika masing – masing pasangan suami atau istri mengerti pilar - pilar dan konsep – konsep cara membangun keluarga sakinah seperti yang sudah diuraikan diatas, maka insya allah  cita – cita untuk membentuk keluarga yang sakinah maka akan terlaksanakan.


Referensi

Basir, S. 2019. Membangun Keluarga Sakinah, Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, Volume 6. 

Manna, N. S. dkk.  2021. Cerai Gugat: Telaah Penyebab Perceraian Pada Keluarga di Indonesia, Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Volume 6.