Salah seorang psikolog yang Bernama Edward Thorndike menyelenggarakan sebuah eksperimen mengenai bagaimana suatu kebiasaan itu terbentuk dan dapat memberikan perubahan terhadap perilaku kita. Ia memulai eksperimennya dengan meneliti seekor kucing.

Peneliti tersebut menempatkan kucing dalam sebuah kotak. Yang mana kotak tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga kucing dapat keluar melalui pintu yang telah disediakan dengan menggunakan sedikit aksi yang sederhana. Seperti menarik sebuah simpul ataupun menekan tuas.

Dari beberapa hasil penelitian mengenai kucing, kebanyakan kucing berusaha keluar secepat mungkin dari kotak tersebut. Mereka pergi ke setiap sudut kotak untuk mencari jalan keluarnya. 

Selang beberapa menit, kucing itu secara tidak sengaja menekan tuas Ajaib, pintu pun terbuka dan mereka menggunakannya untuk kabur.

Thorndike mengamati perilaku tiap kucing pada sejumlah eksperimen. Pada mulanya, satwa-satwa itu berkeliling kotak secara acak. Namun, segera setelah menekan tuas dan pintu terbuka, proses belajar di mulai. 

Secara bertahap, tiap kucing belajar mengaitkan aksi menekan tuas dengan imbalan dapat keluar dari kotak dan disambut dengan makanan.

Setelah dua puluh sampai tiga puluh kali eksperimen, perilaku ini menjadi otomasi dan menjadi kebiasaan sehingga kucing dapat kabur dalam hitungan detik. Hasil catatan dari sang peneliti, “Kucing 12 memerlukan waktu sebanyak berikut untuk berhasil. 160 detik, 30 detik, 90 detik, 60, 15, 28, 30, 22, 11, 15, 20, 12, 10, 14, 10, 8, 8, 5, 10, 8, 6, 6, 7.”

Selama tiga eksperimen pertama, kucing lolos dalam waktu rata-rata 1,5 menit. Selama tiga eksperimen terakhir, kucing berhasil lolos rata-rata dalam 6,3 detik. 

Dengan Latihan, tiap kucing melakukan makin sedikit kesalahan dan aksi mereka menjadi makin cepat serta otomatis. Alih-alih mengulang kesalahan yang sama, kucing mulai langsung menuju solusi.

Dari kajian-kajiannya, Edward Thorndike mengatakan, 

“Perilaku-perilaku yang disusul dengan akibat-akibat yang memuaskan cenderung berulang dan perilaku-perilaku yang disusul dengan akibat-akibat yang tidak menyenangkan lebih kecil kemungkinannya untuk diulang.” 

Kajiannya ini menyediakan sebuah titik awal yang sangat bagus untuk membahas bagaimana kebiasaan terbentuk dalam kehidupan kita sendiri.

Berbicara mengenai kebiasaan, James Clear memberikan penjelasan mengenai kebiasaan ini. Ia mengatakan bahwa kebiasaan adalah perilaku yang telah diulang dengan frekuensi cukup untuk menjadi otomatis. Proses pembentukan kebiasaan dimulai dengan upaya coba-coba.

Setiap kali kita menjumpai situasi baru dalam hidup, otak kita harus membuat keputusan.

Bagaimana Kebiasaan Itu Terbentuk?

Sebagaimana kucing yang diteliti oleh Thorndike, yang hanya mencoba-coba untuk melihat apakah suatu upaya itu berhasil. Sama halnya dengan manusia, manakala kebiasaan itu terbentuk dikarenakan perilaku-perilaku yang selalu diulang dengan waktu yang cukup lama sehingga menjadikannya otomatis.

Tanpa disengaja, ibarat seperti kucing yang menekan tuas, kita tidak sengaja menemukan sebuah solusi. Ketika kita lagi galau dengan urusan percintaan dan kita mendengarkan sebuah musik yang mana nantinya musik itu membuat kita lebih tenang. 

Misalnya, kita sedang kelelahan dalam menjalani aktivitas perkuliahan setelah seharian penuh, dan menemukan sebuah aktivitas yang menyenangkan yaitu bermain game di smartphone. 

Hal ini jika terus terjadi dalam rentan waktu yang cukup lama akan menjadi sebuah kebiasaan. Inilah yang disebut oleh James Clear sebagai lingakaran umpan balik atau feedback loop. 

Kebiasaan Memberi Perubahan 

Manakala kebiasaan-kebiasaan sudah terbentuk, maka akan memberikan sebuah perubahan. Kebiasaan positif akan memberikan perubahan yang positif. Begitupun sebaliknya, kebiasaan yang negatif akan memberikan perubahan yang negatif.

Membangun kebiasaan pada masa sekarang memungkinkan kita melakukan lebih banyak hal yang kita inginkan di masa mendatang.

Ketika kita menginginkan kehidupan yang lebih baik itu semua berawal dari kebiasaan kita dalam sehari-hari. 

Jika kita perhatikan kebiasaan sehari-hari orang sukses itu mereka selalu melakukan hal-hal yang positif. Tidak pernah kita menemukan orang-orang sukses yang kebiasaan hariannya negatif, seperti tidur seharian, malas-malasan dsb.

Kunci utama bagi kita yang menginginkan kehidupan yang lebih baik adalah dengan segera mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik.

Kalau kita termasuk orang yang malas membaca, maka segera mengubah kebiasaan ini dengan lebih rajin untuk membaca agar mendapatkan pengetahuan baru. Jangan belajar sendiri, segeralah kita mencari circle yang mendukung proses belajar kita.

Membentuk Kebiasaan Positif ala Marc Reklau

Kita tidak akan bisa menjadi lebih baik manakala kita tidak mau mengakui suatu kesalahan yang telah diperbuat. Jika hal ini terus dilakukan akan membentuk kebiasaan yang buruk yakni sikap kurangnya rasa tanggung jawab.

Cobalah untuk mengakui saja bahwa kita telah melakukan sebuah kesalahan, dengan demikian kita akan memperbaiki masalah dan bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Membangun kebiasaan yang positif adalah satu hal yang paling penting dalam hidup. Karena hal ini bisa memberikan perubahan terhadap masa depan.

Ada beberapa tips membentuk kebiasaan positif ala Marc Reklau, Diantaranya:

1. Menjadi lebih disiplin dan komitmen

2. Hindari kegiatan yang tidak bermanfaat

3. Management waktu

4. Bangun pagi

5. Jangan selalu membuat alasan

Kelima poin diatas hanyalah beberapa tips yang diberikan oleh Marc Reklau untuk melatih kebiasaan positif sehari-hari. Cobalah untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan kita dan mulailah untuk membentuk kebiasaan karena dengannya akan memberikan perubahan.