Di zaman milenial sekarang banyak remaja yang kurang begitu mengetahui cara membedakan antara darah haid dan darah istikhadloh.

 Karena dia menganggap hal itu sepele padahal dengan keadaan kita haid kita diharamkan untuk sholat, mengaji, berpuasa, memegang mushaf untuk mengetahui apakah darah yang sebenarnya keluar dari rahim wanita itu termasuk darah istikhadloh ataupun darah haid?.

Kita seharusnya lebih berhati-hati untuk mebedakan hal seperti itu, karena tidak diterimanya ibadah sholat, puasa kita di hadapan Allah itu bisa disebabkan karena kurang teliti. Dan mengapa yang banyak mempati neraka adalah kaum wanita karena bisa jadi mereka lalai dengan hal kewanitaannya.

Oleh karena itu maka jadilah wanita secerdas mungkin agar kita tidak terjerumus dalam api neraka.

Apa sih darah haid dan darah istikhadloh itu? Nah inilah darah haid dan darah istikhadloh, Haid merupakan darah yang keluar dari rahim wanita setelah umur 9 tahun, tidak karena sakit, sedangkan darah istikhadloh merupakan darah yang keluar dari rahim wanita  yang bukan pada waktunya, dan keluar dari urat pembuluh.

 Dan inilah syarat apabila darah itu dinamai darah haid yaitu apabila darah itu  keluar tidak kurang dari 24 jam atau tidak lebih dari 15 hari, darah haid keluar paling sedikit sehari semalam (Istiwa’).

 Demikian pula jika darah yang keluar dari kemaluan kita meskipun darahnya putus putus tetapi melebihi  15 hari maka darah itu dinamakan darah istikhadloh, pada  umumnya masa haid itu 6 hari atau 7 hari baik darah itu keluar secara terus menerus maupun terputus-putus.

Maka cukup sulit bagi kita untuk membedakan masalah antara darah haid dan istikhadloh,

Apabila kita mendapatkan masalah seperti itu janganlah berputus asa untuk mecari solusinya karena kita diturunkan dibumi ini melainkan untuk belajar apabila kita tidak tahu maka bertanyalah, karena ada pepatah yang mengatakan jika kita malu bertanya maka akan sesat dijalan.

Dengan adanya kita mau belajar wawasan kita akan bertambah. Siapa sih yang tidak mau mendapatkan ilmu, pasti semua orang ingin mendapatkan ilmu, apalagi ilmu fiqih yang berhubungan kepada Allah, syariat Allah, jika kita beribadah tanpa didasari salah satunya ilmu fikih, maka ibadah itu akan sia-sia.

Dalam haid tentu kita pernah mengalami darah yang keluar dari kemaluan kita berbeda-beda, memang karena ada beberapa macam warna darah yang keluar saat haid  yaitu warna hitam (warna yang paling kuat), Merah, Abu-abu (antara merah dan kuning), kuning dan keruh (antara kuning dan putih)

Di jelaskan dari kitab Risalah haid karya KH. Muhammad Ardani Bin Ahmad. Jika ada cairan yang keluar dari kemaluan kita tetapi warnanya bukan salah satu warna dari lima jenis darah tersebut, akan tetapi keluarnya seperti keputihan maka jelas itu bukan dinamakan darah haid.

 Oleh karena itu jika cairan itu keluar dari alat kemaluan  maka tetap diwajibkan untuk melaksanakan sholat, sedangkan darah juga memiliki sifat yang kental, berbau, kental sekaligus berbau dan tidak kental dan tidar berbau.

 Saat haid tiba-tiba darah yang keluar dari kemaluan kita berbeda pada hari 1 sampai hari ke 7 darahnya berwarna hitam dan hari selanjutnya berwarna merah, jika darah yang keluar dari kemaluan tidak melebihi 15 hari walaupun darah yang keluar warnanya berbeda maka masih dihukumi haid.

 Akan tetapi jika darah yang keluar itu melebihi 15 walaupun warnanya berbeda maka darah yang melebihi 15 hari itu baru dinamakan darah istikhadloh.

Pada umumnya orang yang mengalami istikhadloh itu bisa terjadi karena dia mengalami stress atau tekanan, kegemukan atau terlalu kurus, penyakit yang terkait rahin semisal tumor, infeksi dan kelainan pembekuan darah.

 Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy berkata kepada Rasullullah shallallahu ‘alaihi wassalam يا ر سول الله اِ نِّي اَ سْتَحاَ ضُ, و في روا

 ية: اُ سْتَحاَضُ اَطْهُر “ Ya Rasullullah, sungguh aku ini tak pernah suci.”. Dalam riwayat lain “aku mengalami istikhadloh maka tidak pernah suci”.

 Sehingga jika seorang perempuan mengalami istikhadloh itu termasuk salah satu hal yang wajar, karena ulama pernah menjelaskan bahwa kita tau kapan kita mengalami istikhadloh dengan cara mengetahui siklus haid sebelum dan lamanya ketika darah itu keluar maka hal itu bisa juga dijadikan patokan.

            Orang yang sedang mengalami istikhadloh, disarankan untuk membasuh kemaluan dulu, kemudian memberi kapas atau menyumbat alat kemaluannya.

 Larena lebih berhati-hati supaya darahnya tidak menetes keluar pada waktu sholat oleh karena itu jika sudah mengambil wudhu maka dianjurkan untuk segera sholat tidak boleh menunda-nunda.

Maka alangkah baiknya bagi wanita yang istikhadloh untuk selalu berjaga-jaga dan waspada dengan selalu mengecek, karena orang yang dalam keadaan istikhadloh masih diperbolehkan untuk melakukan hubungan intim dengan suaminya lo ya tidak dengan suaminya orang lain heheheh,

 Selanjutnnya wanita yang sedang istikhadloh boleh diceraikan dan tidak berdosa bagi suaminya untuk menceraikannya.

Mengenai hal menstruasi didalam Al-Qur’an sudah dijelaskan pada surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya “ Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah,"Itu adalah sesuatu yang kotor."

Karena itu jauhilah istri pada waktu haid, dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahlan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat, dan menyukai orang yang menyucikan diri.

Salah satu sudut pandang Surat Al baqoroh ayat 222 ini membahas tentang wanita yang sedang menstruasi dari segi aspek kesehatan sosialnya dimana pada waktu itu wanita termasuk manusia dengan nilai sosial yang rendah,

 Mengapa? karena salah satu sebabnya mereka itu  akan tidur terpisah dari keluarga dan menyimpan pakaian yang dipakai selama menstruasi tidak tercampur dengan pakaian beribadah karena yang ditakutkan pakaian itu akan terkena najis.

 Mengapa orang yang sedang menstruasi dianggap kotor? Karena dalam keadaan menstruasi ada beberapa ibadah yang haram untuk dikerjakan karena darah yang keluar pada saat menstruasi adalah darah kotor dan Allah telah menjelaskan dalam ayat 222 ini menurut para mufasir mengajarkan bahwa darah yang keluar saat menstruasi

 merupakan darah kotor maka ada beberapa aturan islam yang berfungsi pelarangan melakukan hubungan antara suami dan istri ketika wanita menstruasi seperti bersetubuh, solat, puasa dll.

Hal ini berfungsi untuk menjaga kesucian dan menghindarkan diri kita dari kerusakan, karena sesuatu yang dilarang oleh Allah apabila dilaksanakan akan mengandung madharat pada diri kita sendiri.