2 tahun lalu · 278 view · 4 menit baca · Politik pokemon_vs_battle_template_by_peregrinestar-d5ut140.png
Pasangan manakah yang anda jagokan? (sumber gambar: deviantart)

Membandingkan Pasangan Pilgub DKI dengan Tiga Pasangan Selebritis

Permasalahan perihal pasangan adalah salah satu drama paling anyar dalam dunia drama negeri ini. Drama yang ada di infotainment berdasarkan observasi saya biasanya tidak jauh dari seputaran pasangan-pasangan selebritis. Kita dulu sempat dihebohkan dengan konflik Zaskia Gotik dan Vicky “29-my-age-kontroversi-hati” Prasetyo, tentang bagaimana Mbak Duta Pancasila yang terpengaruh dengan segala bualan Mas Intelektual.

Tentang pernikahan yang “langgeng” dan mesra pun ada, contohnya pernikahan Nassar dan Muzdalifah dulu. Nassar yang kala itu dandanan dan busananya lebih cocok menggantikan Sailor Moon dan Madoka Kaname sebagai maskot mahou shoujo (gadis ajaib) anime Jepang terlihat begitu samawa dengan Muzdalifah. Lalu ujung-ujungnya? Konflik dan mau cerai. Nah, apa perlu saya melangkah ke bagian Raffi Ahmad?

Drama perihal pasangan tidak eksklusif kepada para selebritis, kita tahu itu. Salah satu drama yang kerap terjadi di antara orang-orang elit berjas bernama politikus juga melibatkan pasangan yang biasanya memanas kalau sudah dekat waktu pemilihan umum.

Bukankah salah satu drama politik terbesar negeri ini, yang terjadi dua tahun yang lalu dan masih bersisa hingga sekarang, juga melibatkan pasangan? Pasangan pertama adalah seorang ndeso dan seorang kakek tua yang pernah menjabat jadi RI-2, pasangan kedua adalah seorang jendral dan seorang bapak-bapak yang tidak terlalu saya kenal.

Sekarang hal itu pun terjadi. Malahan, saya baru-baru ini mendapatkan sebuah pencerahan yang sebenarnya tidak cerah-cerah amat. Pada pencerahan tersebut, saya menemukan adanya paralelisme di antara drama pasangan kaum selebritis dan kaum politikus.

Pentingkah paralelisme ini? Oh, jelas tidak. Ini bukanlah sebuah analisa politik yang akurat seperti analisa Pak Goenawan Mohamad, atau psikoanalisis ala Sigmund Freud di antara dua manusia dari status sosial yang berbeda. Tetapi setelah ngopi bareng dengan Goku di Planet Namek, saya memutuskan untuk tetap membagikan pencerahan saya kepada khalayak karena suka-suka-gue-dong. Silakan.

Ahok – Djarot dan Awkarin – Gaga

Kembalinya Mbak Awk dalam kancah perinternetan negeri ini mau tak mau membuka kisah lamanya kembali. Lagipula, membandingkan Mbak Awk dengan paralel politikusnya yaitu Koh Ahok tidak terlalu susah. Kalau membandingkan Gaga Muhammad dan Djarot Saiful Hidayat, ya mungkin bisa, dalam ranah membandingkan dua sidekicks.

Relationship goals bagi Mbak Awk dan Mas Gaga nampaknya bisa dirangkum dalam satu kalimat yang mudah dimengerti; berpacaran dengan sedekat-dekatnya, seintim-intimnya. Lihat saja bagaimana foto keduanya di Instagram milik Mbak Awk—foto-foto yang kononnya mengundang berjuta-juta rupiah uang masuk ke dalam kantong uang Mbak Awk.

Kevulgaran Mbak Awk dan Mas Gaga kerap mengundang kontroversi; sebagian orang menganggapnya sebagai perusak generasi bangsa, sebagian lainnya menganggap itu adalah pembebasan diri dari kemunafikan.

Ahok – Djarot pun tidak jauh berbeda. Menguasai Jakarta dengan segarang-garangnya, sekeras-kerasnya; pelabrakan, penggusuran, dan lainnya. Pada asasnya, mulut Koh Ahok dan tubuh Mbak Awk adalah satu kesamaan dalam dimensi yang berbeda. Kedua-duanya sama-sama vulgar, kontroversial, dan jadi barang promosi pembebasan dari kemunafikan.

Fans Koh Ahok, sebagaimana fans Mbak Awk, memuja Koh dengan slogan: “Lebih baik ngomong kotor tapi apa adanya, daripada manis muka tapi korupsi.” Lalu di belakang keduanya, ada Gaga/Djarot yang siap menjadi back up.

Agus – Sylviana dan Raisa – Keenan

Raisa itu cantik. Walaupun cantik itu masalah selera, saya rasa mengatakan Raisa tidak cantik itu sama seperti mengatakan Jonru pro-Jokowi. Tetapi tenang saja, Anda tidak akan saya kirim ke Arab Saudi untuk dijadikan TKI jika mengatakan Raisa jelek di depan saya. Yah, palingan saya hanya akan berkomentar, “Wow, sok amat lu ngomong begitu, coy? Ngerasa paling ganteng/cantik lu? Mau gua suapin sepatu biar nyadar diri?”

Keenan Pearce itu tampan. Walaupun saya mengetik ini sambil makan tisu dan isi stapler, saya harus mengakui bahwa Keenan itu adalah seorang lelaki yang gagah, tampan, dan classy. Ya, classy.

Sekadar tampan dan gagah itu sebenarnya Mas Gaga pun sudah mencapainya. Tapi classy adalah poin utama mengapa Raisa lebih memilih Keenan daripada saya, padahal saya nembaknya di mimpi saya sendiri. Toh, saya juga hanya lebih muda 5 tahun dari Raisa. Maka itu saya yakin, jika saja saya sama classy-nya dengan Keenan, Raisa pasti memilih... Keenan juga.

Mas Agus Harimurti sama gagah, tampan, dan classy-nya dengan Keenan. Bahkan Mas Agus punya satu poin lebih dari Keenan; dia adalah tentara dan anak sulung mantan presiden. Bu Sylviana juga cantik; dia pernah menjadi None Jakarta tahun 1981, dan pada usianya yang sudah mendekati 60, aura kecantikan tersebut masih melekat.

Singkat kata, pasangan Agus – Sylviana adalah hasil evolusi dari pasangan Raisa – Keenan, sebagaimana Raichu adalah hasil evolusi dari Pikachu; dari hebat berevolusi menjadi lebih hebat. Dalam perihal tampang.

Anies – Sandiaga dan Brad – Angelina

Perbandingan pasangan kali ini melibatkan pasangan selebritis luar negeri karena bagaiman pun, konflik Brangelina entah kenapa juga sempat membuat heboh kalangan penggemar selebritis di negeri ini. Lagipula kalau mengikuti judul, Brangelina juga sedang heboh sekarang ini kok. So I stand corrected.

Brad Pitt dan Angelina Jolie dikenal sebagai sepasang humanis yang selalu berusaha untuk menyelamatkan anak-anak yang membutuhkan bantuan dan perhatian.

Rasanya kita sering sekali melihat dan mendengar pernyataan Bu Angel tentang bagaimana dia anti dengan Israel yang telah melibatkan anak-anak dalam perang, bagaimana dia memberi makan dan menyantuni anak-anak di pedalaman Afrika dan tersenyum bersama mereka, dan kegiatan humanis lainnya. Sama halnya dengan Pak Brad. Dia adalah pembela hak pernikahan persamaan jenis, dan bersama Bu Angel membangun Jolie-Pitt Foundation, sebuah badan penyedia sumbangan dan bantuan kemanusiaan untuk dunia.

Pak Anies dan Pak Sandiaga adalah dua anak bangsa yang peduli dengan perkembangan anak bangsa. Pak Anies adalah penggerak dalam bidang pendidikan dengan Indonesia Mengajar anjurannya, sedangkan Pak Sandiaga giat menanamkan nilai-nilai kewirausahaan untuk anak muda. Saya bahkan berpendapat bahwa Pak Sandiaga mungkin bisa menjadi pengganti motivator bisnis setelah almarhum Bob Sadino.

Dari situ, bisa kita lihat bahwa Anies – Sandiaga hampir sama humanisnya dengan Brad – Angelina. Dan sebagaimana Brad Pitt diisukan berpaling karena tertarik dengan seorang wanita Prancis manis bernama Marion Cotillard, ada desas-desus yang mengatakan bahwa Pak Anies, mulai serius menapaki dunia politik, kelak akan berpaling karena tertarik dengan sebuah kursi manis bernama...

Artikel Terkait