Banyak sekali orang yang ingin agar bisa menjadi penulis tapi tak sekalipun dalam sehari membuat tulisan. Sama halnya dengan berkeinginan bisa main sepakbola tapi tak sekalipun belajar menendang bola. Jelas tak kan pernah bisa.

Menulis membutuhkan latihan karena tak ada orang yang serta merta langsung bisa menulis ratusan kata.  Pertama ia pasti harus belajar membuat kalimat dengan cara memilih-milih kata. Satu kalimat biasanya mempengaruhi kalimat selanjutnya.

Bagaimana caranya agar kita bisa memilih kata dengan baik dan kalimat yang terbentuk darinya enak dibaca? Analoginya sederhana saja. Apakah kita bisa langsung lihai memilih pakaian jika kita tak pernah melihat orang lain berpakaian? Itulah jawaban  sederhananya. Kita pasti kesulitan memilih pakaian yang sesuai  untuk postur tubuh kita sendiri jika kita sendiri belum pernah melihat yang sesuai itu seperti apa.

Untuk bisa dan lihai dalam memilih kata untuk kita jadikan tulisan ada beberapa cara . Namun saya hanya akan mengutarakan dua cara yang umum dan sederhana.  Pertama, kita harus sering membaca tulisan orang lain. Dengan sering membaca kita akan lebih akrab dengan gaya bahasa orang lain dan tentunya perbendaharaan kata kita juga makin meningkat. Kata yang masuk di benak kita akan tersimpan secara tidak sadar. Semakin lama tabungan di benak kita akan semakin banyak dan menumpuk dan akan muncul saat ada stimulus dari aktivitas yang kita lakukan misalnya, membaca.

Kebiasaan membaca ini akan merekam segala kata di alam bawah sadar kita sehingga pada waktunya nanti akan muncul saat kita menuliskannya. Jika kita tidak banyak membaca kecil kemungkinan kita dapat memilah dan memilih kalimat yang baik itu seperti apa.

Membaca bisa membuat kita lama kelamaan mempunyai kepekaan rasa tentang kekacauan sebuah kalimat. Pada suatu waktu karena kebiasaan membaca yang teratur daya kritis kita akan sebuah kalimat tumbuh seiring dengan intensitas membaca kita. Kita bias meraskan apakah kalimat ini membingungkan atau jelas dimengerti.

Membaca juga membuat kita bisa memahami ciri gaya tulisan dari penulis lain sehingga kita bisa membuat tulisan kita lebih berciri khas karena kita tahu gaya atau langgam tulisan  dari penulis lainnya saat kita membaca karyanya.

Setelah kebiasaan membaca kita meningkat, secara otomatis akan ada dorongan dari dalam diri kita untuk berbagi pemahaman tentang suatu hal. Kita jadi ingin menuliskan pendapat kita sendiri, Nah dalam kondisi ini kita harus memupuknya dengan membuat tulisan tiap hari. Inilah cara kedua yang bisa Anda lakukan agar bisa membuat kalimat dengan baik dan enak dibaca.

Tulisan seperti apakah yang bisa kita tulis? Bisa menceritakan kembali buku yang sudah klita baca atau ide yang lain yang biasanya akan kita temui setelah menghabiskan satu buku. Atau jika mengalami kesulitan, menulislah tentang sesuatu yang Anda bisa dan kuasai. Atau bisa juga menuliskan hasil perjalanan peristiwa dalam sehari.  Atau jika kamu suka membaca puisi mengapa tidak mencoba menulis puisi?

Kebiasaan menulis buku diari kadang juga bisa menjadi alternatif lain agar keterampilan menulis kita makin berkembang. Dan jangan takut salah karena menulis dengan persaan takut salah biasanya membuat pennulis terbebani yang ujung-ujungnya idenya menjadi buntu tak mengalir.  Menulislah terus meski Anda merasa tulisan yang sedang dikerjakan tidak enak dibaca. Jangan kuatir, nanti anda bisa membaca ulang untuk memperbaikinya.

Kenapa dalam tahap ini kita dianjurkan untuk tidak berhenti? Karena saat menulis itu simpul syaraf dalam otak kita sedang berjalan dan jika kita terpaksa menghentikannya akan mengakibatkan arus ide itu mampat. Menulislah terus dan jangan takut salah.

Ada beberapa macam tulisan yang bisa kita buat meliputi:  satra,  tulisan popular,  dan  makalah akademis. Semua genre tersebut memerlukan bahan yang tidak sedikit yaitu bahan bacaan yang beragam. Semakin banyak bacaan yang kita gunakan sudut pandang kita dalam menulis akan semakin kaya.

Membaca lintas ilmu akan memperkaya pengetahuan secara beragam dan itulah bahan-bahan tulisan kita nanti.  Saat kita menulis sastra misalnya, jika kita tahu beberapa istilah sains tentu karya kita akan kaya warna dan tidak keliru saat temanya berkutat dengan sains tertentu.

Begitu juga, jika kita menulis perihal sains dan nanti ada sisi humanioranya maka tulisan kita tidak gagap karean begitu kayanya bahan yang kita dapatkan saat kita rajin membaca berbagai bidang ilmu. Siapapun, bisa menulis jika rakus membaca, tak peduli ia penulis professional ataupun amatir jika dilakukan terus menerus akan meningkatkan kualitas tulisan kita.

Nah, perlu juga disadari bahwa  menulis itu sebuah keterampilan. Dan sebagaimana pemaparan penulis di awal pembahasan, bahwa  segala keterampilan perlu latihan agar nanti efeknya terasa. Tunggu apalagi, Selamat membaca dan menulis.