Membaca bagi sebagian orang adalah sebuah hobi, bahkan terkadang menjadi suatu keharusan. Orang yang memiliki minat dalam membaca terkadang memiliki ketertarikan dengan sesuatu hal yang baru untuk dibaca. Misalnya, membaca manuskrip.

Banyak mungkin dari kita merasa penasaran tentang isi sebuah manuskrip atau naskah kuno. Namun, sayangnya membaca manuskrip atau naskah kuno tidaklah terlihat mudah, karena di dalam membaca sebuah manuskrip diperlukan analisa filologi yang mendalam. Keterbatasan itu seringkali mengurungkan niat kita dalam membaca manuskrip.

Padahal tidak ada salahnya untuk mencoba memulai membaca manuskrip. Apalagi sudah banyak akses digital yang memudahkan kita dalam mencari sebuah manuskrip.

Salah satunya pada laman Khasanah Pustaka Nusantara, mereka menyediakan versi digital manuskrip-manuskrip yang bahkan dapat diunduh langsung filenya agar mudah tersimpan. Salah satu yang saya coba unduh adalah Manuskrip Syair Putri Akal.

Alasan Memilih Syair Putri Akal sebagai Bahan Bacaan

Untuk kemudahan dalam membaca Manuskrip saya mencari manuskrip yang berbentuk sebuah syair dengan bahasa melayu. Setelah memilah beberapa syair, saya melihat di lembar pertama dari Syair Putri Akal ada sebuah tulisan huruf arab namun ketika dibaca berbahasa melayu atau yang dikenal dengan tulisan Jawi.

berbunyi:

 “Inilah Syair tuan
Putri Akal adanya”

Rasanya senang ketika saya dapat membaca tulisan tersebut, karena itulah saya berusaha membacanya. Dengan bermodal catatan huruf jawi, perlahan-lahan saya mulai bisa membacanya. Walaupun terkadang masih kesulitan dalam membaca, tapi tidak sampai mengurungkan niat membaca. Saya juga sesekali dibantu adik yang pernah belajar membaca tulisan Jawi.

Selain seru dan tertarik untuk dibaca, naskah yang diberi kode Ml 21 ini, walaupun dilihat dari layar ponsel kualitas naskah terlihat masih bagus. Tidak ada kertas yang sobek di tengah atau tinta pudar yang seringkali membuat kita makin kesulitan membaca karena harus mengira-ngira kembali hurufnya.

Walaupun, pada lembar ke-11 bagian recto baris kedua dari akhir terdapat kata “putra” yang kurang jelas tertutup tebalnya tinta. Namun, masih dapat terbaca. Selain kualitas naskah yang masih bagus cerita dari Syair Putri  Akal mengandung banyak petuah dan hikmah di dalamnya.

Kisah Putri Akal 


kutipan dari halaman ke-2 bagian recto Syair Putri Akal yang berbunyi:

“Dengarkan Tuan suatu peri
kisahnya raja di sebuah negeri 
bernama Sultan Bijakbestari
arif bercampur dengan jauhari

negeri bernama Belantadura
kerajaannya besar tidak terkira
mentri halubalang datuk bendahara
beribu laksa rakyatnya tentara

baginda berputra seorang perempuan
dengan adinda peribangsawan
eloknya tidak terpikirkan
putri akal dinamakan 

cantiknya putri bukan kepalang
cahayanya wajah gilang gemilang 
mukanya bujur lehernya jenjang
pinggangnya ramping dadanya bidang”

Syair ini mengisahkan seorang raja bijaksana bernama Bijakbestari di negeri Belantadura. Raja memiliki seorang putri yang bernama Putri Akal. Putri Akal memiliki paras yang cantik. Berita akan kecantikan dan kepintarannya menyebar ke penjuru negeri hingga memikat seorang Raja Muda dari negeri Damsyik.

Singkat cerita, Raja Muda ditolak karena sang putri belum ingin menikah. Untuk menghibur hati, sang raja bermain dengan patung emasnya yang indah. Putri Akal yang melihatnya ingin memiliki patung milik Raja Muda, dengan kecerdikannya ia berpura-pura mendekati Raja Muda.

Awalnya Raja Muda tidak mengetahui tipuan Putri Akal, tapi setelah mengetahui Raja Muda justru berbalik memanfaatkan Putri Akal agar bisa dipinangnya. Namun setelah menikah, Putri Akal diperlakukan tidak adil. Bahkan Putri Akal diberikan secara cuma-cuma kepada pelayan istana bernama Lumut.

Walaupun begitu putri tetap bersabar dan tetap mempertahankan harga dirinya agar tidak dapat di sentuh oleh Lumut. Dengan kecerdikannya Putri mencoba melepaskan diri dari kehidupannya yang sekarang.

Ia bekerja sama dengan istri baru Raja Muda untuk berganti tempat tidur setiap malamnya. Sebagai imbalannya adalah patung emas yang dimilikinya. Istri baru Raja Muda meski takut, tetap menyetujui karena sangat menginginkan patung emas tersebut. 

Pada akhirnya Putri Akal melahirkan seorang anak Raja Muda sedangkan Istri baru Raja Muda melahirkan anak dari Lumut. Hal ini masih tidak diketahui Raja Muda, namun banyak tersiar kabar dari rakyat bahwa anak Putri Akal mirip perangainya dengan Raja Muda.

Setelah lama disimpan, akhirnya Raja Muda mengetahui, beliau murka dan mengembalikan istri barunya. Sedangkan Lumut dihukum mati. Setelahnya Putri Akal mendapat posisinya kembali dan hidup bahagia bersama Raja Muda.

Petuah Syair Putri Akal

Kisah ini mengajarkan kita tentang sebuah kesabaran, kesanggupan menjaga harga diri, kesetiaan seorang istri meski telah diacuhkah dan diperlakukan tidak adil, juga pengakuan kesalahan.

Selain itu, pesan yang dapat saya ambil dari syair ini bahwasanya sesuatu yang bermula dari sebuah kebohongan akan menghadirkan sebuah malapetaka bagi diri sendiri.

Mari Membaca Manuskrip!

Pada awalnya membaca manuskrip menjadi suatu keinginan yang jadi angan. Karena merasa memiliki keterbatasan yang sebenarnya dibatasi oleh diri sendiri. Kini kita ubah angan menjadi yakin, bahwa mencoba bukan hal yang tidak mungkin.

Sedikit tips untuk yang ingin mulai mencoba membaca manuskrip. Pertama, cobalah membaca manuskrip dari tema-tema yang kalian suka. Kedua, persiapkan niat yang bulat untuk membaca. Ketiga, persiapkan catatan huruf yang menjadi bahan baca, entah itu huruf tulisan Jawi maupun aksara lainnya.

Terakhir, jangan paksakan harus menamatkan bacaan dengan segera. mulailah membaca perlahan jika sulit satu kata saja, dari satu kata nantinya akan menjadi satu kalimat dari kalimat akan menjadi paragraf dan seiring waktu kita bisa membaca hingga tamat.