Di Indonesia, Fazlur Rahman lebih dikenal sebagai Guru dari pada Guru Bangsa yakni Caknur atau Alm. Nurcholish Madjid dan Alm. Buya Syafi’i Ma’arif yang baru-baru ini wafat.

Sejatinya, Fazlur Rahman adalah seorang pembaharu dan pemikir Islam kontemporer yang sangat kritis. Reputasi intelektualnya diakui dunia internasional terutama oleh masyarakat akademik Barat. 

Selain itu di negerinya sendiri yakni Pakistan, pikiran-pikirannya yang sangat rasional banyak ditentang oleh masyarakat dunia Islam. Tetapi di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat akademik dan kelompok pemikir yang sangat terbatas, pikiran-pikirannya banyak diterima dan dikembangkan.

Fazlur Rahman dilahirkan pada 1919 (1338 H) di daerah sebelah Barat Laut Pakistan. la dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berlatar belakang tradisi mazhab Hanafi. Ayahnya seorang ulama tradisional keluaran Deoband, yakni suatu madrasah tradisional yang kemudian berkembang menjadi perguruan tinggi agama yang sangat terkenal di anak benua India.

Selain belajar di madrasah sebagai anak seorang ulama, ia pun belajar kepada ayah nya sendiri. Setelah menyelesaikan sekolah menengahnya, ia melanjutkan studinya ke Universitas Punjab jurusan Ketimuran sampai meraih gelar Master (M.A) pada 1942.

Empat tahun kemudian di 1946, ia memperdalam studinya di Oxford University, Inggris. Selain melakukan studi secara formal, ia pun mempelajari sejumlah bahasa Barat diantaranya; Latin, Yunani Prancis, dan Jerman - serta bahasa-bahasa dunia Islam selain Arab; Persia dan Turki.

Dengan demikian, di luar bahasa Urdu, Inggris, dan Arab, ia mengerti lima bahasa asing yang tentu saja sangat menentukan dalam pengembangan wilayah pengetahuan dan wawasan keislamannya.

Selepas menyelesaikan studinya di Oxford, karena tidak segera kembali ke Pakistan ia malah tetap tinggal di Inggris untuk beberapa tahun, kegiatannya diisi dengan mengajar di Universitas Durham, Inggris.

Kemudian pada 1958, Rahman menjadi Associate Professor of Philosophy di Institute of Islamic Studies, University McGill, Kanada. Hal itu terjadi ketika Direkturnya adalah Wilfred Cantwell Smith; seorang Orientalis yang masyhur dan relatif cukup simpati terkait pandangannya terhadap Islam.

Semasa mengajar di Universitas Durham itu-lah Rahman menyelesaikan karya orisinalnya yang pertama Prophecy in Islam: Philosophy and Ortodoxy yang kemudian baru publish ketika ia mulai mengajar di Universitas McGill (1958) oleh penerbit Oxford University.

Setahun kemudian pada 1959, penerbit yang sama kembali mem-publikasikan karya Rahman dalam bentuk editan terhadap salah satu karya Ibnu Sina yakni an-Nafs (Jiwa/Soul) sebagai bagian dari Kitab al-Syifa (Kesembuhan). Karya editan tersebut diterbitkan dengan judul Avicenna's de Anima.

Setelah belasan tahun melanglang-buana di Barat, pada awal dasa warsa 1960-an ia kembali ke tanah airnya. Ketika itu di Pakistan sedang terjadi konflik sengit antara berbagai kelompok konservatif, modernis, dan sekularis dalam menentukan struktur Islam yang relevan untuk Republik Islam Pakistan.

Seperti diketahui, struktur dan orientasi keislaman negara Islam Pakistan belum ter-rumuskan secara tepat oleh para “Founding Fathers” negara baru tersebut. Dalam kondisi demikianlah Rahman yang notabene seorang sarjana berpendidikan Barat yang sangat kritis dan rasional kembali pulang ke Pakistan.

Tidak lama berselang, ia menjadi staf senior di Lembaga Riset Islam, dan kemudian diangkat pemerintah Ayyub Khan sebagai Direktur lembaga tersebut pada 1962. Sudah barang tentu pengangkatannya tidak disenangi kalangan konservatif dan tradisionalis. 

Rupanya, ketidaksenangan kalangan ini menemukan momentumnya ketika Rahman (yang mereka khawatirkan akan memasukkan ide-ide Barat dalam sistem keislamannya) mulai mengembangkan pikiran-pikirannya melalui dua jurnal yakni Islamic Studies dan Fikr-u-Nazr dalam bahasa Urdu dan Inggris, keduanya diterbitkan Lembaga Riset Islam yang dipimpinnya.

Selain itu, dua tahun kemudian (1964), ia diangkat menjadi anggota Dewan Penasehat Ideologi Islam. Melalui dua jurnal tersebut di atas, pikiran-pikiran rasional Rahman menimbulkan kontroversi yang cukup hebat di tengah masyarakat Islam Pakistan. 

Rahman & Karyanya (Terj. B. Indonesia)

Sesungguhnya kontroversi kalangan tersebut merupakan bagian dari fenomena tradisional masyarakat agama dalam menghadapi fenomena modernisasi. Di antara pikiran-pikiran Rahman yang menimbulkan kontroversi adalah pemahamannya tentang sunnah dan hadis serta pewahyuan Alquran.

Menurutnya sunnah Nabi Saw. merupakan ideal yang hendak dicontoh secara persis oleh generasi-generasi muslim pada zaman lampau dengan menafsirkan teladan-teladan Nabi berdasarkan kebutuhan-kebutuhan mereka yang baru. Karena itu, secara garis besarnya lebih tepat dikatakan bahwa sunnah Nabi merupakan konsep pelayanan daripada mengandung ajaran-ajaran khusus yang bersifat mutlak.

Adapun hadis secara garis besarnya merupakan penafsiran dan rumusan situasional terhadap teladan atau semangat Nabi Saw. Karena itu hadis tidak bersumber dari nabi, namun tentu saja semangatnya bersumber kepada Nabi.

Sedangkan tentang pewahyuan Alquran, Rahman menyatakan bahwa alquran sepenuhnya adalah Firman Tuhan dan dalam pengertian biasa juga sepenuhnya perkataan Muhammad. Alquran jelas mendukung kedua sifat ini, karena jika Alquran menekankan bahwa wahyu telah turun ke dalam hati Muhammad, bagaimana ia bisa bersifat eksternal baginya kecuali melalui bahasa.

Disebabkan oleh kontroversi yang begitu keras, akhirnya pada 5 September 1968 Rahman mengundurkan diri dari kepemimpinannya di Lembaga Riset Islam, setahun kemudian juga yakni 1969 ia mengundurkan diri dari keanggotaannya di Dewan Penasihat Ideologi Islam.

Kemudian ia hijrah ke Amerika pada 1970 sampai akhir hayatnya yakni 26 Juli 1988 dimana ia menjadi Profesor Islamic Studies di Department of Near Eastern Languages and Civilization University of Chicago, Amerika.

Selain reputasi intelektualnya, Rahman juga tokoh yang sangat produktif dimana bukti-bukti kuatnya adalah tidak kurang dari 90 artikel jurnal ilmiahnya yang tersebar di berbagai publikasi ilmiah bertaraf internasional dan juga ensiklopedi.

Ia pun berhasil menerbitkan karya-karyanya dalam bentuk buku dimana sampai saat ini masih jadi rujukan penting dan digunakan oleh para peneliti-peneliti muda abad modern, khususnya berkaitan studi Islam.