Jika anda ingin membaca lebih banyak, jangan malu kalau anda suka membaca novel romantis daripada nonfiksi. Baca apapun yang membuat anda merasa puas. Anda tidak harus membangun kebiasaan-kebiasaan yang disarankan orang lain. Pilihlah kebiasaan yang paling sesuai dengan anda, bukan kebiasaan yang paling populer.

Kutipan diatas, saya dapat dari sebuah buku yang berjudul “Atonomic Habits” halaman 253 pada paragraf pertama kalimat ke 4 s/d 6. Sebuah buku luar biasa yang ditulis oleh James Clear  seorang penulis dan penceramah yang berfokus pada kebiasaan, pembentukan keputusan dan perbaikan berkelanjutan.

Disclaimer : saya tidak bermaksud membahas tentang buku ini.

Membaca adalah kebiasaan yang sudah digaungkan sejak kita masih sangat kecil, bahkan saat  kita  baru mulai mengenal pendidikan secara formal di tingkat Sekolah Dasar (SD). Namun, tetap saja ini juga menjadi sesuatu yang sangat sulit disuburkan di kalangan masyarakat secara luas bahkan di dunia pendidikan sekalipun.

Muara dari membaca adalah kekayaan ilmu dan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis dan sistematis, keluasan sudut pandang dan segala bentuk hal-hal positif lainnya yang sudah pasti tidak ada sisi negatifnya. 

Tetapi kemudian mengapa sebuah kebiasaan seperti ini yang sudah pasti memiliki banyak sekali dampak positif, menjadi sesuatu yang susah dibentuk, dikembangkan bahkan ditularkan secara luas. Seberapa membosankan kah membaca itu..?

Semuanya tentang kebiasaan. Memang ada kebiasaan yang sulit dibentuk dan ada yang gampang dibentuk. Ada kebiasaan yang gampang dilupakan ada juga kebiasaan yang dengan sangat kuat melekat. Nah, kira-kira membaca ini merupakan kebiasaan yang mana,,? 

sudah pasti dengan segala bukti berbasis data yang menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih “sangat rendah” maka dapat disimpulkan bahwa kebiasaan membaca di negara kita masuk dalam kategori “kebiasaan yang susah dibentuk”.

Lalu bagaimana membangun kebiasaan ini…?

Sesuai dengan kutipan dari buku “Atonomic Habits” baca apapun yang membuat anda merasa puas. Artinya bahwa jika ingin membaca lebih banyak, bacalah topik bacaan yang memang anda minati sehingga membawa kepuasaan setelah anda membacanya.

Tentunya sebelum ke misi itu, misi dasarnya adalah bagaimana membangun minat  baca supaya nantinya bisa membaca lebih banyak.

# Membentuk Kebiasaan Membaca

Kebiasan bisa kita artikan secara sederhana sebagai perilaku yang kita ulang cukup sering sampai menjadi perilaku yang otomatis. Jika ingin membangun kebiasaan membaca berarti kita harus melakukannya cukup sering sampai itu menjadi otomatis. Masalah paling krusial adalah bagaimana membuat perilaku itu bisa dilakukan secara berulang-ulang.

Buatlah membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan bukan membosankan, melelahkan atau menjadi beban. Sederhananya seperti ini “membaca adalah perilaku yang mempekerjakan mata. Jika ingin itu menjadi sesuatu yang tidak menjadi beban yang berlebih maka kita harusnya membuat mata kita senang, akrab dan terbiasa dengan tulisan-tulisan.

Supaya mata kita tidak cepat merasa lelah maka harus ada rangsangan dan gairah dari otak yang memicu mata untuk terus bekerja. Nah, untuk mendapat gairah itu, maka yang perlu kita baca adalah sesuatu yang menyenangkan bagi kita. Ingat, sesuatu yang paling menyenangkan bukan sesuatu yang penting (menyenangkan : dalam konteks yang positif). 

Mengapa cukup memilih sesuatu yang paling menyenangkan? karena disini kita baru mulai membangun minat baca atau kebiasaan membaca.

Bahan bacaan fiksi bisa menajdi alternatif untuk memulai minat baca. Ingat, waktu kita masih kecil cerita-cerita tentang dongeng menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan dan membuat ketagihan. Bahkan sampai SMP dan SMA kisah-kisah sejarah tentang kerjaan-kerjaan di Indonesia tetap menjadi cerita yang sangat menyenangkan.

Dengan memilih bahan bacaan yang ringan kita akan mulai membentuk minat baca dengan resiko tingkat kebosanan dan kelelehan yang berdampak pada efek jerah menjadi minim sehingga tidak terasa membebani.

Selanjutnya adalah jangan membaca terlalu lama dan terlalu banyak. Perlu untuk diingat bahwa  sebuah perilaku lebih berpotensi untuk menjadi kebiasaan jika dilakukan secara perlahan dalam durasi yang singkat. Mengapa demikian..? karena ketika kita berhenti membaca sebelum kita mencapai titik jenuh maka di waktu atau hari berikutnya kita akan tergerak lagi untuk membaca.

Saya sangat tidak merekomendasikan untuk menargetkan harus membaca sekian banyak halaman atau menyelesaikan sebuah buku secepat mungkin selama kita masih dalam tahap“baru membangun kebiasan membaca” karena pasti itu akan gagal.

Bagian yang paling penting adalah lakukan secara konsisten. Membaca setiap hari atau dalam satuan waktu lainnya yang telah ditentukan. Pastinya ini membutuhkan sedikit effort dari yang sebelumnya karena paling tidak kita harus menentukan waktu dan memulai mendisiplinkan diri. 

Tahap ini sudah mulai terasa berat. Tapi ingat supaya tidak terasa terlalu berat, tetaplah membaca sedikit tapi kontiniu.

Pada intinya membaca akan menjadi sesuatu yang nikmat bahkan menjadi candu setelah melewati proses dan pengulangan yang cukup lama. Memang tidak akan secepat “kecanduan” rokok atau bahan-bahan candu lainnya, tetapi tidaklah menjadi sebuah kesiaa-siaan untuk membangun candu terhadap sesuatu yang memiliki dampak positif sedemikian banyaknya.

Semoga, bagi siapapun yang tergerak hatinya untuk membangun minat baca suatu saat nanti menjadi pribadi yang “terbiasa membaca” (membaca sudah menjadi kebiasaanya) dan dengan menjadi seorang pembaca kita akan terbentuk menjadi pribadi yang kaya ilmu, kaya empati dan kaya perspektif.

Pada akhirnya kita akan terbentuk menjadi manusia-manusia yang bijak. Semangat membagun minat baca