Kita yang hari-hari bekerja di kantor, tentunya tidak lepas dari adanya potensi kecelakaan kerja. Memang potensi kecelakaan kerja di kantor lebih kecil dibandingkan dengan karyawan yang bekerja di tempat kerja beresiko tinggi. Contoh tempat kerja beresiko tinggi misalnya pada kegiatan usaha jasa konstruksi, pabrik, transportasi dan perbengkelan. Dari media elektronik pernah diberitakan adanya korban kecelakaan kerja dari pekerjaan pembangunan jalan tol, pabrik yang meledak dan terbakar, tabrakan antar mini bus di jalan raya dan terjadinya kebakaran di bengkel. Namun bukan berarti yang bekerja di kantor aman-aman saja, ancaman kecelakaan kerja tetap mengintai karyawan yang bekerja di kantor.

Sebutlah, seorang karyawan bernama Nindy yang bekerja di salah satu perusahaan jasa periklanan. Kantor tempatnya bekerja ada di ruko tiga lantai dengan desain interior yang terlihat modern dan minimalis. Suasana disetiap ruangan kerja nampak bersih, sedap dipandang mata dan wangi. Namun siapa sangka, Shinta salah satu rekan kerja Nindy mengalami kecelakaan kerja di kantor. Shinta jatuh ke lantai dan kepalanya membentur meja kerja. Nampak dahi Sinta luka dan mengeluarkan banyak darah yang berceceran di lantai. Segera teman-teman kantor membawa Shinta ke rumah sakit untuk segera diobati oleh tenaga medis.

Melihat kejadian yang dialami oleh Shinta, kok bisa terjadi kecelakaan kerja. Padahal semua ruangan kerja sudah di tata dengan rapih dan baik. Lantai ruangan kerja setiap hari dipel dengan bersih dan kering oleh office boy sebelum jam kerja dimulai. Nah, setelah dilakukan penelusuran penyebab kecelakaan oleh atasan Shinta, ternyata ditemukan kabel yang melintang di lantai. Kabel yang melintang ini diindikasikan sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja. Saat berjalan, korban tersandung kabel melintang yang mengakibatkan jatuh dan kepala korban menabrak meja kerja. Kabel melintang ini rupanya dikarenakan ada salah satu karyawan lain yang bekerja lembur dan buru-buru ingin pulang namun lupa merapihkan kabel roll yang digunakan.

Kecelakaan adalah kejadian yang tidak dikehendaki yang mengakibatkan luka, kerusakan atau kerugian lingkungan. Dampak dari terjadinya kecelakaan kerja menimbulkan kerugian bagi pekerja, perusahaan dan lingkungan. Kerugian yang dialami pekerja antara lain berupa luka ringan, luka berat sampai meninggal dunia. 

Lalu, kerugian yang dialami perusahaan dapat berupa kerusakan peralatan, mesin atau bangunan serta keterlambatan penyerahan produk. Keterlambatan berakibat mendapatkan komplain, sangsi atau denda dari pengguna produk. Sedangkan kerugian terhadap lingkungan dapat berupa matinya hewan-hewan di perairan atau daratan, kerusakan lingkungan berupa pencemaran atau kerusakan alam yang parah.

Secara umum kecelakaan kerja disebabkan oleh dua hal, yaitu kondisi kerja yang tidak aman (unsafe condition) dan tindakan pekerja yang tidak aman (unsafe act). Beberapa contoh kondisi kerja yang tidak aman, antara lain lantai kerja yang licin karena ada tumpahan oli, minyak atau media lain, area kerja yang sempit dan peralatan kerja yang tidak ditempatkan pada tempat semestinya. Sedangkan contoh tindakan kerja yang tidak aman antara lain bekerja dengan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), bekerja tanpa instruksi dari atasan atau bekerja tanpa prosedur kerja.

Lalu bagaimana dengan kondisi kantor kita sekarang? Apakah kondisi kerja kita sudah aman? Apakah kita bekerja dengan tindakan yang aman? Bagaimana agar tidak terjadi kecelakaan kerja secara berulang?

Tips

Menjaga kondisi tempat kerja agar selalu aman bukan hanya dilakukan oleh sekelompok pekerja atau seorang pekerja saja, tetapi dilaksanakan sepenuhnya oleh seluruh karyawan kantor. Selain menjaga kondisi kerja agar selalu aman, sebagai karyawan diminta juga untuk melakukan pekerjaan dengan cara-cara yang aman untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja. Secara sederhana, kita dapat memeriksa tempat kerja dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut.

Pertama, lakukan pemeriksaan kondisi kerja. Periksa kolong meja kerja agar bebas dari tumpukan kertas atau benda lain. Kemudian periksa apakah kabel-kabel listrik tersusun dengan rapih dan tidak tergeletak di jalan yang memungkinkan orang lain tersandung. Lalu periksa juga apakah tampilan monitor komputer kita terlalu terang atau warnanya kurang jelas. Serta pastikan lampu penerangan menyala dengan baik dan tidak rusak.

Kedua, pemeriksaan bekerja dengan tindakan yang aman. Coba dicek, apakah sudah benar posisi kita duduk menghadap komputer. Kemudian sebelum melakukan pekerjaan, karyawan wajib membaca peraturan atau prosedur perusahaan terkait pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.

Ketiga, melaporkan kepada atasan bila ditemukan terjadi kecelakaan kerja di kantor. Hal ini perlu dilakukan untuk diambil tindakan, agar kecelakaan kerja serupa tidak terjadi secara berulang.

Dengan kita melakukan sendiri pemeriksaan di kantor secara rutin, sukarela dan dilakukan dengan senang hati, maka akan menumbuhkan sikap peduli keselamatan kerja pada diri kita sebagai karyawan. Sebuah sikap yang tidak hanya peduli kepada diri sendiri, tetapi juga peduli kepada orang lain dan lingkungan kerja kita.