Kerapuhan benar-benar terjadi di keluarga Corleone. Pergantian kepemimpinan sementara dari seorang Vito menuju Sonny tak mampu mengembalikan kekondusifan dunia mafia. Terlebih terjadinya perbedaan pendapat antara Sonny dan Tom membawa keluarga ini menuju jurang kehancuran. 

Di sisi lain, perang keluarga mafia benar-benar semakin memanas. Semua ini diakibatkan oleh ulah seorang pemuda bernama Micheal Corleone.

Michael Corleone memutuskan untuk memuntahkan timah panasnya ke Sollizo, keluarga Tataglia, sebagai bentuk balas dendam terhadap penembakan ayahnya. Tindakan ini merupakan sebuah lompatan akrobatis bagi seorang tentara angkatan laut dalam dunia mafia. 

Mike, panggilan akrab Michael Corleone, sadar bahwa tindakannya tidak hanya membuat dunia mafia bergelora, namun telah secara paksa memasukkan dirinya ke dalam lingkaran mafia yang ia benci.

Penembakan yang dilakukan Mike tentu sangat beresiko terhadap keluarga Corleone yang sedang dalam kerapuhan. Setidaknya, penembakan tersebut tentu sangat beresiko terhadap seorang pemuda lugu ini. Begitulah sepenggal alur dari salah satu novel terbaik sepanjang masa, Godfather.

Sebagai salah seorang penerus Corleone, keselamatan nyawa Mike tentu diutamakan. Satu-satunya jalan yang dapat dilakukan dalam masa genting tersebut ialah pelarian. Pelarian memang sifat pecundang, namun bukankah terkadang kita memerlukan sedikit jeda untuk mampu melihat kondisi lebih holistik. 

Pelarian pun dilakukan oleh Mike, atas rekomendasi keluarga Corleone, menuju sebuah daerah terpencil bernama Sisilia. Pelarian Mike ini dilakukan sampai kekondusifan dunia mafia kembali atau setidaknya sampai Vito mampu mengambil alih kepemimpinan keluarga Corleone.

Hijrahnya Mike menuju Sisilia dilandasi oleh dua faktor utama. Faktor pertama ialah ketidakinginannya untuk menjadi beban bagi keluarga Corleone. Tentu saja, dia akan menjadi beban yang besar dan berat.

Saat itu, Mike hanyalah seorang pemuda yang gegabah dan tidak cermat dalam mengambil keputusan. Dia pun masuk ke dalam lingkaran mafia bukan karena rencananya, namun karena emosinya. Sifat buruk dan tidak tenangnya ini tentu hanya akan menambah runyam keluarga Corleone. 

Faktor kedua ialah menyelamatkan diri dan keluarganya. Dia menjadi orang yang sangat dicari oleh keluarga Tataglia setelah terbunuhnya Sollizo. Ada atau tidaknya Mike saat itu sama sekali tak berpengaruh bagi perang dua keluarga ini, namun tentu nyawa Mike sangat berpengaruh sebagai penerus Corleone. 

Kedua faktor yang melandasi Mike untuk berpindah menuju Sisilia ini seringkali juga menjadi landasan bagi kebanyakan orang untuk memilih jalan merantau. Demi menyelamatkan harkat diri dan juga ketidakinginan menjadi beban bagi keluarga adalah beberapa alasan utama perantauan dilakukan.  

Sejatinya, sifat Mike tak ubahnya Sonny, sangat naif dan merasa bahwa semua hal di dunia ini dapat diraih dengan mudah. Tumbuh di keluarga Corleone yang memiliki harta berlimpah memberikan sebuah pemakluman bahwa anak muda ini dihinggapi sifat tersebut. Kondisi ini tentu menjadi sebuah alarm bencana bagi keluarga Corleone. Tanpa adanya penerus yang mumpuni dapat dipastikan bahwa kedigdayaan keluarga ini dapat menjadi sebuah sejarah belaka.

Takdir berkata lain, Sisilia mengajarkan Mike secara diam. Kota kecil yang sunyi ini terlalu hebat untuk menghancurkan keegoan seorang Mike. Dia tentu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kepergiannya ke Sisilia adalah sebuah keberuntungan besar baginya. 

Di kota terpencil itu, dia belajar untuk memupuk sifat dan prinsip dirinya. Dia belajar bahwa tidak selamanya dia dapat berkuasa, bahkan terhadap gadis desa yang ditemui di Sisilia. Dia juga belajar tentang sakit hati dan kehilangan. Istri yang dinikahinya di Sisilia meninggal dalam sebuah  ledakan mobil tepat di depan matanya. 

Sisilia benar-benar mengajarkan banyak hal terhadap anak muda ini. Mike mulai belajar bahwa tak semua hal dapat ia raih. Dia lemah jika dia tidak siaga. Pembelajaran dari Sisilia ini menjadi sebuah bekal yang baik bagi Mike untuk pulang menuju keluarga Corleone.

Kepulangan Mike adalah bentuk mudik dari pemuda angkatan laut ini. Mudik ala Mike tak hanya melepas rindu terhadap keluarga besarnya, namun juga memperbaiki sesuatu yang harus diperbaiki di wilayahnya. 

Pelajaran dari Sisilia menjadikan Mike sebagai seorang anak yang tangguh. Semua itu ia terapkan hanya untuk satu tujuan, membangun kembali kedigdayaan keluarga Corleone. Selepas Vito meninggal akibat masalah jantung, Mike satu-satunya pewaris yang mampu mengemban amanah sebagi Don Corleone.

Mike memberikan sebuah pelajaran berharga mengenai mudik. Dia tidak sekadar mudik untuk memamerkan mobil barunya, dia tidak sekadar mudik untuk menunjukkan keperkasaannya, atau sekadar menunjukkan kehebatannya. Dia mudik untuk membangun kembali wilayahnya. 

Cukup naif rasanya memaksakan tujuan Mike menjadi tujuan kita semua. Kita memiliki beragam kepentingan untuk pulang. Bahkan terkadang tak butuh alasan sekadar untuk pulang. Namun, pertanyaan yang cukup penting untuk ditanyakan kepada kita, sudah tuluskah tujuan kita mudik? 

Jika kelak kita sukses menerima pelajaran negeri seberang, seberapa yakinkah kita akan kembali menuju daerah yang membesarkan kita?