Walaupun gegap gempita peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia telah usai, akan tetapi makna dari peringatan kemerdekaan Indonesia akan terus menggaung di penjuru negeri. Kemerdekaan memberikan makna tersendiri bagi setiap individu.

Makna kemerdekaan menjadi sangat luas, tidak hanya terbebas dari belenggu penjajahan. Ada individu yang memaknai suatu kemerdekaan dengan suatu kebebasan, terbebas dari kesedihan, kemiskinan, kenestapaan, bahkan bagi kalangan muda ada yang memaknainya terbebas dari kenangan mantan.

Makna kemerdekaan juga sudah dimaknai dan dihayati dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Makna kemerdekaan, salah satunya, dimanifestasikan dalam dunia pendidikan, yaitu terbebas dari kebodohan ataupun ketidaktahuan. 

Dalam proses pembebasan dari kebodohan tersebut, terdapat satu proses yang sangat penting, yaitu proses belajar.

Makna Belajar

Proses belajar adala suatu proses yang “seharusnya” dilakukan sepanjang hayat. Ada istilah life long education atau belajar sepanjang hayat. 

Baca Juga: Merdeka Katanya

Belajar sepanjang hayat dimaknai sebagai upaya yang timbul dari dalam diri individu untuk terlepas dari rasa ketidaktahuan. Proses belajar ini dilakukan baik melalui suatu lembaga formal, nonformal ataupun informal, atau bahkan oleh individu sendiri.

Proses keluar dari kungkungan ketidaktahuan tersebut berawal dari kesadaran individu bahwa suatu ketidaktahuan bisa datang kapan saja dan di mana saja. Suatu ketidaktahuan bisa datang kapan saja, bahkan saat kita jelan-jalan kadang kita tersesat. Hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan kita. Oleh sebab itulah belajar juga harus dilakukan kapan saja dan di mana saja, tidak kenal tempat dan waktu.

Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Perubahan yang terjadi pada individu pasca proses belajar biasanya bersifat permanen. Perubahan yang bersifat permanen tersebut didukung dengan adanya proses pemerolehan pengetahuan dan pengalaman yang menarik yang dialami oleh setiap individu.

Lingkungan dan Proses Belajar

Lingkungan harus mendukung proses belajar agar menghasilkan suatu pengetahuan dan pengalaman bagi individu. Pengetahuan yang diperoleh setiap individu digunakannya untuk melangsungkan hidup dan kehidupannya, baik secara individu, keluarga, masyarakat, ataupun berbangsa dan bernegara.

Sedangkan pengalaman yang dialami individu membantunya untuk masuk ke dalam memori jangka panjangnya. Tentunya pengalaman yang diperoleh haruslah yang menarik dan mudah diingat. Selain itu, pengalaman tersebut juga akan memberikan bekal keterampilan dan kecakapan kepada anak untuk masa depannya.

Perubahan lingkungan, baik dalam tataran masyarakat, bangsa, negara, dan dunia, sebagai akibat dari perkembangan IPTEK, memberikan dampak dalam proses belajar seorang individu. Perubahan lingkungan tersebut sebenarnya memberikan fasilitas dan kesempatan kepada setiap individu untuk lebih banyak belajar.

Saat ini, proses belajar tidak lagi hanya sebatas dari individu lain yang lebih berpengetahuan ataupun dari buku-buku cetak. Proses belajar saat ini sudah bisa melalui berbagai sumber dan media, salah satunya dengan memanfaatkan sumber belajar berteknologi, seperti web, youtube, e-book, bahkan video conference.

Perubahan proses belajar, sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga terjadi di sekolah yang nota bene sebagai penyelenggara pendidikan formal. Kemerdekaan proses belajar siswa di sekolah selalu mengikuti perkembangan yang ada. 

Kiranya seperti itulah idealnya. Kemerdekaan belajar siswa di sekolah tidak mengenal adanya belajar secara teacher center. Merdeka belajar labih menekankan adanya student center. 

Praktik Baik Merdeka Belajar Siswa di Sekolah

Proses belajar siswa tidak lagi berpusat pada guru sebagai sumber utama belajar. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator saat siswanya sedang melakukan proses pembelajaran. Guru hanya mempersiapkan segala kebutuhan siswanya.

Walaupun demikian, guru juga harus memainkan peran sebagai pendamping. Peran pendamping memungkinkan guru untuk memberikan masukan dan arahan kepada siswa saat mengalami kesulitan ataupun kebuntuan.

Merdeka belajar memungkinkan siswa untuk berekspolarasi dan menggali pengalaman dalam menemukan pengetahuan dari berbagai sumber dan media. Di era digital, atau biasa disebut sebagai abad 21, siswa bisa belajar dari blog/web, youtube, bahkan langsung melakukan wawancara baik langsung maupun tidak langsung dengan pakar atau ahli.

Misalkan saja, siswa ingin belajar tentang sistem dan alat pembayaran, siswa tidak hanya membaca literatur yang ada, melainkan siswa bisa meminta gurunya untuk memutarkan video tentang materi tersebut. Selain itu, siswa juga bisa melakukan kunjungan ke Bank Indonesia atau bank terdekat.

Praktik lain yang bisa dicoba adalah memberikan kesempatan siswa untuk ikut dalam pemanfaatan media pembelajaran yang digunakan oleh guru di kelas. Sebagai contoh, jika guru menggunakan media replika kerangka manusia, maka berikan kesempatan siswa untuk memegang, mengamati, kemudian mencoba menghafalkan dengan bantuan media tersebut.

Selain itu, blog/web dan google form bisa dimanfaatkan oleh guru untuk memberikan tugas tambahan bagi siswa di rumah saat liburan. Guru bisa melampirkan berbagai sumber tambahan termasuk video atau artikel yang mendukung materi. Dengan memberikan kemerdekaan kepada siswa dalam belajar, pengetahuan sekaligus pengalaman yang manarik akan di dapatkan.