Bagi umat Islam, Rasulullah atau Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul penutup dan pungkasan bagi nabi-nabi sebelumnya. Jadi tidak ada nabi dan rasul setelahnya. Nabi yang diutus yang berasal dari Bangsa Arab kepada kaumnya pada khususnya dan kepada seluruh umat manusia pada umumnya.

Dan hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan pada Nabi Muhammad, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan atau sifat-sifat beliau. Hadis terkadang disebut juga dengan Sunnah, tetapi Sunnah dalam pengertian Ilmu Hadis berbeda dengan yang terdapat dalam Ilmu Fiqh. Dan hadis merupakan salah satu dari dua sumber pokok ajaran Islam yaitu Al-Quran dan Sunnah (hadis).

Posisi Nabi Muhammad bisa dilihat dalam hadis-hadisnya. Karena pada dasarnya Nabi Muhammad adalah manusia biasa seperti kita semua tetapi memiliki keistimewaan tersendiri yang berbeda dari manusia biasa. Nabi Muhammad dalam hadis-hadisnya dan juga dalam sejarah berperan dalam banyak fungsi, antara lain sebagai pembawa risalah, kepala negara, panglima perang, pemimpin masyarakat, hakim, suami, ayah, dan pribadi Nabi Muhammad sendiri.

Nabi Muhammad hidup di tengah-tengah masyarakat. Komunikasi dengan masyarakat terjadi bukan hanya satu arah saja, tetapi juga terdapat dua arah secara timbal balik. Jadi, tidak jarang jika terdapat dialog dan pertanyaan dalam hadisnya. Dan Nabi Muhammad juga selalu menyesuaikan dengan yang diajak bicara.

Proses pemahaman hadis juga perlu untuk mengatahui hal ini sebelum diamalkan dan dijadikan sumber hukum dikarenakan segala yang berasal dari Nabi Muhammad tidak semuanya dapat dijadikan dasar hukum. Kita perlu mengetahui posisi Nabi ketika menyampaikan hadis dan siapa yang diajak bicara. Sebagaimana ketika kita berbicara selalu berbeda topik tergantung lawan bicaranya.

Dalam pengambilan hukum (istinbath), yang wajib diikuti dalam hadis adalah ketika Nabi Muhammad berfungsi sebagai pembawa risalah dalam menyampaikan hadis. Hal ini dikarenakan Nabi Muhammad ketika dalam posisi ini selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt. dan ketika berada dalam posisi lainnya, kita tidak diharuskan untuk menjalankannya.

Tetapi sebagai rasa cinta pada beliau kita tetap dianjurkan untuk meniru segala perilaku beliau, karena dalam riwayatnya terungkap bahwa beliau memiliki akhlak dan kepribadian yang sangat mulia.

Dan cara untuk mengetahui posisi Nabi Muhammad dalam menyampaikan hadis, di antaranya adalah melihat siapa rawi atau sahabat yang diajak bicara. Jika yang diajak bicara adalah istrinya maka bisa jadi Nabi Muhammad berfungsi sebagai suami. Begitu juga dengan sahabat yang lainnya.

Di antara cara lain adalah melihat peristiwa yang terjadi ketika hadis tersebut muncul, baik berupa waktu, tempat maupun keadaan (asbab al-wurud). Dan perlu juga untuk melihat isi (matan) hadis tersebut sedang dalam pembahasan apa konteksnya.

Hadis itu pasti benar sedangkan pemahaman kita terhadap hadis itu belum tentu benar. Maka hendaklah kita saling menghargai bila terdapat perbedaan dalam pemahaman hadis. Dan tentu tidak boleh juga bagi kita untuk mensakralkan pendapat kita dan menyalahkan pendapat yang lain. Karena itu hargailah perbedaan, hidup tak akan indah jika semuanya sama.