Animal Farm selain pula 1984 merupakan satu di antara sekian banyak karya-karya George Orwell yang masih begitu berpengaruh, disanjung tanpa menjemukan, hingga terus-terusan menghias rak-rak buku baru hingga bekas.


Animal Farm yang masuk kategori sebagai karya novel klasik, pertama kali diterbitkan pada 1945. Dikenal sebagai bentuk alegori pemikiran Eric Arthur Blair dalam memandang kancah dunia politik secara umum dan pemerintahan secara khusus pada masa itu.


Namun Animal Farm seolah melampaui masanya. Ia masih begitu relevan menggambarkan dunia pemerintahan dan hubungannya dengan masyarakat maupun rakyat dalam komunitas lebih luas.


Pemangku-pemangku jabatan tingkat atas bukan hanya memanipulasi kebenaran agar keliatan seolah sukses dan berjaya. Lebih daripada itu mereka tak bakal segan menumpahkan darah. Dan sejarah kita selama puluhan bahkan ratusan tahun telah mencatat itu dan makin menegaskannya pula dalam cerita ini, yang dibuat terasa amat nyata lewat keberadaan sebuah Peternakan Hewan kecil.


Pembukaan ceritra ini dimulai dengan apa yang paling umum dianggap semua orang adalah ilham. Datang dalam bentuk mimpi-- disampaikan oleh babi tua paling dihormati di seantero Peternakan Mansor milik Pak Jones.


Major yang telah berfirasat bakal mati dalam waktu dekat menggelorakan mimpi besarnya untuk terbebas dari perbudakan manusia-manusia lalim tukang tindas, yang tak pernah memberi mereka pakan cukup, tetapi mempekerjakan mereka dengan cara yang demikian keras tak ubahnya perbudakan.


Major menceritakan bagaimana para manusia memerah susu sapi bahkan pada tetes terakhir demi memenuhi galon minuman mereka, menjual ratusan telur-telur ayam yang bahkan tak diberi izin untuk dierami dan ujung paling menakutkan yang bahkan tak berani dibayangkan para heran; mati di bawah pisau jagal tanpa bisa berumur panjang.


Pidato berapi-api malam itu lantas ditutup dengan sebuah cetusan prinsip nyeleneh dikemudian hari, "kaki empat baik, kaki dua jahat" serta didendangkannya langgam pemersatu para Binatang penghuni Manor, "Binatang Inggris".


Sekalipun cukup tergugah dengan mimpi luar biasa Major yang mati beberapa waktu kemudian, tak lantas mengubah keadaan. Kelompok binatang ini terpecah di antara dua kubu dengan masing-masing memegang alasan yang masuk akal bagi mereka. Kelompok pertama menolak pemberontakan sebab khawatir bakal kekurangan makan sementara kelompok lainnya yakin betul bahwa hanya dengan pemberontakan mereka bukan hanya memperoleh hak hidup yang diinginkan tetapi akan turut menyelematkan pula dari kelaparan.


Sebuah kebetulan yang membawa nasib sial bagi Jones lantas terjadi. Sebab habis tertipu ia lebih sering mabuk dan melupakan tugasnya memberi pakan para hewan. Hal ini memicu kemarahan namun belum cukup membawa murka para Binatang.


Kesabaran para hewan-hewan Peternakan Manor baru hancur manakala saat pertemuan mingguan, Jones yang terganggu sebab suara berisik mengarahkan moncong bedil  tepat pada lumbung, membuat mati seekor biri-biri sekaligus memantik kemarahan para Binatang.


Pemberontakan tak terencana ini dengan seketika membara dipimpin para babi yang dikomandoi Snowball dan Napoleon. Kuda penarik bernama Boxer, Clover, serta  Mollie kuda pemakan gula yang disebut tolol serta sekelompok anjing peliharaan penjaga Manor.


Pemberontakan malam itu berhasil dengan kemenangan besar di pihak para Binatang penghuni Manor. Jones, istri dan anak buahnya lari lintang pukang tak kuasa menahan ledakan amarah para Binatang yang begitu membabi-buta.


Selepas kepergian Jones, para babi sebagai binatang paling cerdas di antara mereka mengambil tanggungjawab sebagai pengambil keputusan, penyusun rencana dan pencipta aturan. Yang terutama dikomandoi dua orang paling menonjol; Snowball yang cerdas dan revolusioner serta Napoleon yang galak cenderung otoriter dan lebih mengutamakan kerja keras.


Kehidupan Binatang di Manor yang dikemudian hari berubah nama menjadi Peternakan Binatang berjalan lebih damai bahkan cenderung makin sejahtera dibawah kendali kepemimpinan Snowball yang begitu menonjol dan tanpa sadar menomorduakan Napoleon.


Perselisihan kecil di antara mereka yang sudah sering terjadi perlahan berubah kian besar dan memaksa para Binatang pun turut berada di dua sisi berbeda.


Lantas pertarungan mereka pada satu titik berakhir tragis. Snowball dengan cara kotor dibawah ancaman kematian terusir pergi meninggalkan Manor. Sementara Napoleon bertahan dengan menciptakan serangkaian baru keputusan yang bukan hanya mengabaikan nilai-nilai yang dicetuskan oleh mereka pasca mendaku diri menganut hukum Binatangisme namun perlahan menjadi jadi sosok otoriter yang entah disengaja atau tidak mulai mengikuti perangai busuk manusia yang mereka musuhi.


George Orwell dengan begitu cerdas nan cekatan menciptakan konflik di antara dua babi ini menjadi konflik yang berkelas dan ganas. Tidak melulu berkutat pada tokoh Snowball dan Napoleon melainkan berimbas pula pada semua penghuni Manor yang begitu tersaruk di tengah perubahan musim yang begitu tak menentu dan pengetahuan yang jauh terbatas sebab kurangnya kemampuan baca-tulis.


Pada titik tertentu saya membatin, apakah pemilihan nama Napoleon ini memiliki makna satir yang ditujukan pada sosok Napoleon Bonaparte--jenderal terkenal yang amat ambisius menaklukkan seluruh Eropa meskipun dikemudian hari terkalahkan ketika menginvasi Rusia? Yah, apapun itu jawabannya mungkin hanya George Orwell yang tahu. Sebab Napoleon si Babi dalam novel ini memiliki kehidupan yang jauh berbeda sekaligus sepak terjang yang juga tak sama.


Napoleon Animal Farm merupakan sosok yang tak bakal ragu berbohong, demi melindungi kegagalannya dan mengancam siapa saja dengan anjing-anjing galak peliharaannya yang serupa serigala hanya untuk membungkam mulut-mulut para pembangkang. Sialnya, para Binatang yang sebagian bodoh dan ketakutan ini pada akhirnya tak punya pilihan lain selain patuh dan tak mempertanyakan apapun perintah maupun sikapnya.


Para Binatang yang hidup di Manor perlahan tapi pasti menghadapi kemunduran bukan hanya dari segi sembada pangan yang menurun tetapi juga kebebasan berpendapat. Sementara Napoleon perlahan-lahan mulai menjelma dengan sikap tiran manusia bahkan ia telah melanggar aturan kaumnya sendiri dengan bertingkah layaknya manusia.


Ia tinggal di dalam rumah milik Jones. Makan dengan piring, tidur di atas ranjang, memakai pakaian manusia dan bahkan menjalin kerjasama dengan manusia yang jelas-jelas merupakan larangan sebab melanggar prinsip mereka, "kaki empat baik kaki dua jahat".


Namun lelagi, Napoleon menyingkirkan pihak-pihak yang protes padanya namun bukan lagi dengan hukuman sederhana melainkan kematian. Suatu hal yang memang tergolong efektif membuat semua orang takut dan bungkam. Kematian. Tiada seorangpun mahluk hidup yang bisa melepaskan diri dari menakutkan dan mengerikannya tidak hanya kematian tapi proses menuju mati itu sendiri.


Satu-satunya hal yang mungkin agak saya sayangkan adalah nasib para Binatang dibawah kediktatoran Napoleon. Semangat mereka seolah usang hilang bersamaan kepergian Snowball yang begitu amat disayangkan.