Pertanda yang menunjukkan terjadinya ketimpangan sosial yang masih melanda di Indonesia saat ini adalah tingkat kesejahteraan sosial yang belum merata. Sehingga, tidak sedikit masih ada warga negara yang mengalami hambatan pelaksanaan fungsi sosial dan berdampak menghambat kehidupan nya secara layak.

Kesejahteraan sosial biasanya identik dengan kegiatan yang dilakukan secara sukarela dan tidak dibayar dengan sumber daya manusia sebagai penyelenggaranya atau yang biasa dikenal sebagai relawan.

Mengenai istilah relawan, sebagian masyarakat masih ada yang mendefinisikan relawan hanya sebatas orang-orang yang membantu saat terjadinya bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor.

Dari kalangan millenial, mayoritas mendefinisikan relawan sebagai orang-orang yang telibat aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan secara sukarela, tidak sedikit masih ada yang membedakan istilah relawan dan volunteer, padahal kedua istilah tersebut memiliki definisi yang serupa, hanya saja penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari yang berbeda.

Pengertian relawan 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata relawan merupakan bentuk tidak baku dari kata sukarelawan. Makna dari sukarelawan tersebut yaitu orang melakukan sesuatu dengan sukarela tidak karena diwajibkan atau dipaksakan. Padanan kata yang serupa dengan sukarelawan (relawan) dalam bahasa Inggris disebut volunteer. 

Dalam kamus Cambridge dijelaskan bahwa “volunteer is a person who does something, especially helping other people, willingly and without being forced or paid to do it” (relawan adalah seseorang yang mengerjakan sesuatu, terutama untuk membantu orang lain, karena keinginan sendiri tanpa ada paksaan ataupun dibayar).

Definisi serupa mengenai istilah volunteer juga dapat ditemukan pada kamus Oxford yaitu “a person who freely offers to take part in an enterprise or undertake a take” (seseorang yang secara sukarela menawarkan diri untuk ikut serta dalam sebuah proyek atau mengambil posisi pada tugas tertentu).

Sedangkan menurut United Nations Development Programme (UNDP) tahun 2005, volunteer adalah sebuah bentuk perilaku sosial yang dilakukan atas dasar keinginan sendiri yang membawa manfaat bagi komunitas dan masyarakat secara keseluruhan, maupun bagi volunteer itu sendiri serta tidak didorong oleh alasan keuangan.

Definis mengenai volunteer juga diuraikan oleh ahli cendekiawan, salah satu nya menurut Schoender (Bonar & Fransisca, 2012) relawan merupakan individu yang secara sukarela menyumbangkan tenaga atau jasa, kemampuan, dan waktu tanpa mengharapkan upah secara financial atau mengharapkan keuntungan materi dari organisasi pelayanan yang berorganisasi suatu kegiatan tertentu secara formal.

Relawan yang bertugas melayani orang lain, memberikan banyak manfaat dan kebaikan bagi banyak pihak dan orang antara lain kesehatan masyarakat, ikatan sosial yang semakin erat, meningkatkan rasa percaya dan norma timbal balik dalam komunitas tanpa mengharapkan mendapatkan imbalan dan kompensasi.

Manfaat menjadi relawan

Dikutip dari HelpGuide yang merupakan organisasi nirlaba independen dan salah satu dari 10 situs web kesehatan mental teratas dunia. Berikut empat manfaat menjadi relawan:

Pertama: Meningkatkan rasa kepedulian, memperluas jaringan, dan melatih meningkatkan keterampilan sosial. 

Dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, seorang relawan berperan penting dalam membantu masyarakat untuk menjalankan fungsi sosialnya. Dengan menjadi relawan kita akan lebih belajat meningkatkan rasa kepedulian dalam membatu sesama. Selain itu, menjadi relawan juga cara yang bagus untuk memperluas jaringan pertemanan, dan melatih meningkatkan keterampilan sosial.

Kedua: Memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan fisik.

Tidak hanya membantu dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, ternayata kegiatan yang dilakukan oleh relawan juga berdampak baik bagi diri kesehatan mental dan fisik serta dapat mengurangi rasa stres, kemarahan, dan kecemasan.

Terjadinya kontak sosial dalam membantu orang lain dapat memiliki efek mendalam pada ketentraman psikologis manusia secara keseluruhan. Sikap membantu orang lain juga dapat menghadirkan kesenangan yang luar biasa, karena manusia terprogram untuk membantu sesama kepada orang lain. Semakin banyak kita membantu, semakin bahagia perasaan kita.

Menjadi relawan dapat membantu kita tetap sehat secara fisik. Studi telah menemukan bahwa mereka yang menjadi relawan memiliki tingkat kematian yang lebih rendah. Relawan yang lebih tua cenderung lebih banyak berjalan, merasa lebih mudah untuk mengatasi tugas sehari-hari, cenderung tidak mengalami tekanan darah tinggi, dan memiliki keterampilan berpikir yang lebih baik.

Ketiga: Membantu memajukan karir 

Jika sedang mempertimbangkan karir baru, maka menjadi relawan dapat membantu kita mendapatkan pengalaman di bidang yang kita minati dan bertemu orang-orang di lapangan, menjadi relawan juga memberi kita kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan penting yang digunakan di tempat kerja, seperti kerja tim, komunikasi, pemecahan masalah, perencanaan proyek, manajemen tugas, dan organisasi.

Keempat: Membawa kesenangan dan kepuasan dalam hidup

Menjadi relawan adalah cara yang menyenangkan dan mudah untuk mengeksplorasi minat dan hasrat kita. Melakukan pekerjaan sukarela yang menurut kita bermakna dan menarik dapat menjadi pelarian yang menenangkan dan memberi energi dari rutinitas pekerjaan, sekolah, atau komitmen keluarga sehari-hari. Relawan juga dapat memberi kita kreativitas, motivasi, dan visi baru yang dapat terbawa ke dalam kehidupan pribadi dan profesional.