Kini kita berada di bawah era pengawasan massal secara global dengan dalih pemerintah nakal demi memerangi Terorisme. Donald Trump digadang-gadang menjadi bapak dari segala ancaman pengintaian massal yang lebih dahsyat, provokatif tanpa tedeng aling-aling, dan tentu yang paling brutal.

Banyak pihak yang prihatin dengan terpilihnya presiden baru Amerika Serikat (AS) bersanding dengan fakta bahwa segala aktivitas berjejaring, membocorkan, serta menyebarkan sebuah informasi, akan menjadi tindakan yang sungguh beresiko.

Pemerintah AS spesifik pada National Security Agency (NSA) memiliki alat jelajah super dahsyat yang mampu menghisap apapun yang melayang di Dunia Daring (online).

Pesan singkat konvensional untuk teman; obrolan mesra di Line, WhatsApp, BBM, Skype; komunikasi lalu-lalang di surat elektronik (Surel) Yahoo!, Gmail, atau Outlook; jenis lagu yang dibeli di Itunes atau yang didengar secara tanggung di Spotify.

Keranjang besar untuk berbagai dokumen agak penting yang disimpan di GoogleDrive, Dropbox, bahkan Onedrive; Foto yang diunggah di Flicker juga di Instagram; Lokasi yang secara cuma-cuma berserakan di Foursquare, Waze, Path, GoogleMaps; hingga riwayat pencarian apa saja yang dicari melalui Google mungkin juga melalui Yahoo!.

Semua yang dilakukan di sana merupakan informasi sangat penting dan hasrat terbesar bagi pengawasan massal!

Sungguh hebat yang sudah dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa dan produk internet serta seluler. Mereka jauh lebih sukses ketimbang Stasi di Jerman Timur, bahkan melebihi prestasi CIA.

Konten yang terlihat tidak berbayar serta sarat dan resiko yang sengaja dibuat agar diabaikan, adalah kunci sukses bagi proyek memata-matai yang mungkin akan terus bergentayangan hingga beberapa dekade ke depan.

Kini semuanya jauh lebih mudah untuk didapatkan. Suplai besar-besaran informasi mengenai beragam individu perihal informasi umur, jaringan pertemanan dan keluarga, warna kesukaan, tempat yang sering dikunjungi, pandangan politik, suasana hati dari hari ke hari, serta yang lebih spesifik terkait percintaan.

Semua kini dapat lebih mudah didapatkan!

Sebagai contoh, cobalah pergi ke manapun dan temukan orang yang secara suka rela mau memberi tahu nama lengkap atau identitasnya di suatu situs online. Bila nama lengkap sudah didapatkan, kurang lebih kita sudah bisa berlaga layaknya agen intelejen yang baru dilantik. Yang dibutuhkan hanya nama lengkap dan Google.

Sudah cukup!

Lantas, bagaimana bila kita memiliki semua data tersebut? Maksud yang lebih spesifik, segala data yang ada di seluruh perusahaan penyedia jasa dan produk internet serta seluler?!

Bila ingin mundur sedikit, segala layanan gratis tersebut yang memuat beragam keluh-kesah, informasi pribadi, serta hal-hal yang belum tentu mau dibagi pada orang lain, kira-kira akan diapakan?

Apakah dengan senang hati mereka sungguh rela menampung sampah yang kita lemparkan?

Bagaimana bila justru bagi mereka hal tersebut bukan sampah? Justru sebaliknya, bagaimana bila hal apapun yang dilemparkan tersebut dijadikan komoditas?

Mungkin mereka bisa menjualnya ke perusahaan yang menginginkan data bagi calon konsumen baru.

Atau yang lebih ngeri, secara cuma-cuma mempersilahkan pemerintah di suatu negara dapat mengakses beragam informasi tentang konsumen mereka.

Awan Gelap Bagi Anonimitas

Facebook dan Google secara spesifik terlihat seperti nabi yang diutus ke dunia penuh maksiat.

tanah berlumur nanah, sperma, dan lahar panas tersebut bernama Dunia Daring.

Di tanah ini, aktivitas dan interaksi makhluk terbiasa tanpa wajah, tanpa jenis kelamin, tanpa kejelasan selera politik, alamat yang tidak jelas, bahkan susah diidentifikasi macam-macam makhluk apa saja yang hidup di dalamnya. Aktivitas seperti ini mudahnya lebih dikenal sebagai anonimitas.

Lalu, mereka, Facebook dan Google, nabi agung yang paling besar pengaruhnya, sekonyong-konyong datang membawa pesan suci, "Untuk menciptakan Dunia Daring yang lebih aman, tentram, dan penuh rahmat, segala tindak anonimitas harus disirnakan!"

Kedua nabi agung ini merupakan tokoh penting yang mengubah wajah Dunia Daring. Dari sebelumnya norma lumrah adalah indetitas yang anonim, kini kebiasaan tersebut ingin disingkirkan.

Tiap-tiap makhluk yang hidup di dunia ini kini harus memiliki wajah, jenis kelamin, status teman dan keluarga yang jelas. Bila bisa, selera film, buku, yang dipikirkan, dan ke mana saja ketika di Dunia Daring.

Persoalan yang paling ngeri, bila perlu dibuat asumsi bahwa brangkas paling aman adalah dengan menyimpannya di Dunia Daring!

Menghindari Upaya Pengintaian Massal

Trump tentu musuh lama bagi kebebasan pers. sebagai Presiden AS yang baru, dirinya sangat mendukung diperluasnya kemampuan pengintaian. Sikap ini kemudian diekspresikan dengan dipilihnya seorang Jaksa Agung baru.

Semangat yang saat ini diusung sangat menjauhkan dari komitmen melindungi kebebasan pers. Konsekuensinya, segala kebocoran dokumen rahasia akan diselidiki dan bisa menjerat sang pembocor beserta jurnalis yang dianggap sebagai kolaborator.

Bila program ngeri ini benar dilakukan, sebagai pihak yang menginginkan agar pemerintah berisikap transparan dan memberi penghormatan terhadap hak setiap individu, kita patut berhati-hati.

Konsekuensi dari hal ini, penggunaan teknologi serta komunikasi yang aman sangat diperlukan. Sangat penting untuk melindungi para pegiat demokrasi sekaligus pegiat yang meniscayaakan kehidupan yang lebih adil.

Sebagai komitmen pada kebajikan, di bawah ini akan disajikan beberapa program komputer, tablet, dan ponsel pintar serta beberapa layanan daring terenkripsi yang menunjang anonimitas.

1. Tails

Bila disejajarkan levelnya, Tails satu kelas dengan Windows, Mac OS, Ubuntu, Debian, dan OpenSUSE. Sistem operasi merupakan aspek fundalmental bagi beroprasinya sistem komputer. Tanpa sebuah sistem operasi, seseorang tidak dapat menjalankan program apapun terkecuali program Booting.

Tails jauh berbeda dengan Windows maupun Mac OS. Sistem operasi ini memiliki semangat untuk menjaga privasi dan anonimitas. Tails berupaya untuk menciptakan aktivitas di Dunia Daring yang anonim serta mencegah segala upaya penyensoran dan pengintaian.

Sistem operasi ini berbasis pada Debian. Tails tidak perlu repot-repot dipasang layaknya sistem operasi macam Windows di Harddisk. Cukup dipasang di sebuah keping DVD, Falsdisk, atau MicroSD. Selanjutnya, yang diperlukan tekan tombol restart. Dengan sekejap mata, tampilan yang sebelumnya diisi oleh Windows maupun Mac OS akan berubah menjadi tampilan Tails. 

Lewat Tails, kita dapat menggunakan laptop tetangga, komputer perpustakaan, atau komputer manapun lebih aman, hanya dengan sebuah diska lepas kecil.

Tails diprogram untuk tidak menggunakan ruang penyimpanan harddisk komputer. Satu-satunya ruang penyimpanan yang digunakan Tails adalah RAM yang otomatis akan terhapus ketika komputer dimatikan.

Setelah selesai dengan Tails, yang diperlukan hanya matikan komputer tersebut. Sesudahnya, komputernya akan kembali dengan sistem operasi bawaan. Jadi, kita tidak akan terlihat sedang melakukan apa-apa dan tidak ada jejak yang tercecer. Ini sebabnya mengapa Tails mendefinisikan dirinya sendiri sebagai 'amnesia'.

Tawaran menarik dari Tails adalah mereka berkeinginan melindungi privasi di Dunia Daring. Semua perangkat lunak yang terpasang di Tails dikonfigurasi untuk terhubung ke Dunia Daring secara anonim. Bila ada sebuah program komputer mencoba terhubung ke Dunia Daring tanpa melewati fase anonim, maka aktivitas tersebut akan otomatis diblokir demi keamanan.

2. Tor

Tor merupakan jaringan terbuka dan mendistribusi jaringan untuk mencegah upaya analisis lalu lintas, segala bentuk pengintaian jaringan yang mengancam kebebasan pribadi dan privasi, serta kegiatan bisnis dan komunikasi agar tetap rahasia.

Bila dicarikan program padanannya, Tor mirip Firefox, Chrome, dan UC Browser. Tor bisa dipasang di berbagai sistem operasi. Sebagai komitmen terhadap aktivitas di Dunia Daring yang lebih aman, Tails menyematkan Tor sebagai program penjelajah bawaan.

Tor melindungi segala aktivitas di Dunia Daring dengan cara memantulkan alamat IP sebuah perangkat komputer. Alamat IP bawaan akan diubah menjadi alamat IP berbeda yang berada di negara lain. Tidak cukup hanya megubahnya, alamat IP baru tersebut akan dipantulkan lagi sebanyak tiga atau hingga lima kali.

Jadi, misalnya alamat IP sebuah ponsel Sony adalah 32.231.596 dan sedang berada di negara Indonesia. Kemudian dengan menggunakan Tor, alamat IP tersebut akan diubah menjadi alamat IP yang ada di negara India. Lantas diubah lagi seakan-akan alamat IP tersebut di Kanada. Lalu diganti lagi seakan-akan berada di Brazil.

Setelah itu diganti sekali lagi ke Swedia. Barulah berakhir di Belanda. Sederhananya seperti itu cara kerjanya.

Cara seperti ini sangat berguna untuk mencegah pihak manapun menonton dan mempelajari ke mana saja kita pergi saat di Dunia Daring. Yang paling utama, lokasi sebenarnya kita berada akan menjadi sulit untuk dilacak.

Upaya analisis lalu lintas menjadi berbahaya ketika hal tersebut dapat dijadikan simpulan siapa yang berbicara kepada siapa dan apa yang dibicarakan. Mengetahui sumber dan tujuan dari lalu lintas tersebut memungkinkan pihak lain untuk melaca perilaku dan minat seseorang.

Kenyataan paling sulit untuk diterima, karir dan keselamatan fisik sungguh dapat terancam.

Tor sungguh memiliki manfaat lebih bagi jurnalis maupun aktivis yang ingin memiliki komunikasi yang lebih aman dengan para informan.

3. DuckDuckGo

Untuk mempertegas niat pada perlindungan Dunia Daring, Tor menyematkan DuckDuckGo sebagai mesin pencari bawaan. Ini merupakan mesin pencari yang revolusioner ketimbang Bing, Yahoo!, bahkan Google.

Mesin pencari yang ini tidak akan menyimpan informasi pribadi pengguna. Dengan model seperti ini, informasi pribadi pengguna tidak akan pernah menjadi komoditas sama sekali. Konsekuensi besarnya, iklan-iklan yang bergantayangan dan sangat mengganggu akan sirna. Kondisi seperti ini dapat terjadi karena riwayat pencarian pengguna tidak disimpan yang memungkinkan dijual pada pengiklan.

Motif orang-orang yang berinvestasi di Google jauh berbeda dengan pihak yang berinvestasi di DuckDuckGo. Pihak yang lebih memilih DuckDuckGo mempunyai kebutuhan pada sebuah mesin pencari yang lebih aman.

Pengelola layanan ini menyebutkan bahwa DuckDuckGo, “Diperuntukkan bagi para anarkis internet.”

Sederhananya, DucDuckGo menawarkan para penggunanya untuk merebut kembali kebebasan beraktivitas secara anonim di Dunia Daring.

4. Protonmail

Kata kuncinya di sini adalah surel terenkripsi. Terjemahan bebas enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan cara membuat informasinya tidak dapat terbaca tanpa bantuan khusus. Sedang dekripsi adalah proses mengurai informasi yang terenkripsi.

Edward Snowden, yang membocorkan banyak program rahasia milik NSA, menggunakan jasa Lavabit untuk mengundan para pengacara dan aktivis HAM ke sebuah konfrensi pers saat dirinya terjebak di Bandara Internasional Sheremetyevo, Moskow.

Lavabit adalah layanan surat elektronik (Surel) terenkripsi yang berhenti beroprasi pada 8 Agustus 2013. Pemerintah AS meminta Lavabit untuk menyerahkan kunci Secure Sockets Layer (SSL) dan memberikan metadata seorang pelanggan tak bernama.

Alih-alih menyerah dan memberikan kunci SSL yang berdampak pada banyak pengguna, Lader Levison pendiri Lavabit, lebih memilih untuk berhenti beroprasi.  

ProtonMail, pihak lain yang juga menyediakan layanan tersebut. Penyedia layanan surel asal Swiss ini menggunakan jenis enkripsi Client-Side Encryption. Ini merupakan jenis enkripsi yang akan melindungi isi surel dan data pengguna sebelum dikirimkan ke server ProtonMail.

Pada 3 hingga 7 November 2015 sebagian besar layanan ProtonMail diserang. Kejadian ini membuat para pengguna tidak bisa menggunakan beberapa layanan. Pihak ProtonMail menduga bahwa serangan ini dipelopori sebuah kelompok dan disponsori oleh sebuah negara.

Setiap pengguna baru ProtonMail akan memperoleh dua kata sandi, Public Key dan Private Key. Public Key digunakan untuk mengenkripsi yang berkaitan dengan surel dan data pengguna. Sedangkan Private Key berguna untuk mengdekripsi kotak masuk pengguna.

Sebuah surel yang dikirim dari pengirim ke penerima akan secara otomatis dienkripsi sesuai dengan Public Key penerima. Setelah dienkripsi, hanya Private Key penerima yang dapat mengdekripsi surel.  Tanpa mengetahui kata sandi Private Key, segala surel yang berada di kotak masuk hanya akan berarti sekumpulan huruf tanpa makna.

Bagi surel yang dikirim lewat ProtonMail ke alamat surel non-ProtonMail tetap bisa berkomunikasi dengan aman. surel yang dikirim dari ProtonMail bisa diberi kata sandi. Penerima surel non-ProtonMail akan menerima link yang akan diarahkan ke website ProtonMail. 

5. Mega LTD

Penyimpanan file daring atau Cloud Storage atau Cyberlocker bagi sebagian orang di jaman sekarang memiliki peran yang sangat vital. Layanan seperti ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah sebuah berkas yang kemudian dapat diakses pada komputer, tablet, maupun ponsel pintar yang berbeda.

Google dengan GoogleDrive, Microsoft dengan OneDrive, serta Dropbox, merupakan penyedia layanan Cloud Storage yang umum dipakai.

Bocoran yang diberikan oleh Snowden tentang PRISM membuat kita juga harus berhati-hati memilih layanan Cloud Storage. PRISM adalah kode rahasia bagi program NSA untuk mengumpulkan segala komunikasi internet, paling tidak pada sembilan internet besar di AS. Di dalamnya termasuk google dan Microsoft.

Mega LTD adalah Cyberlocker yang menawarkan layanan penyimpanan berkas yang terenkripsi dan hanya pengguna saja yang mampu mengdekripsi.

Penerapan radikalnya, pengguna harus terus ingat kata sandi karena penyedia layanan tidak dapat mengakses dan mengatur ulang kata sandi penggunannya.

6. Orbot, Orfox, & Signal.

Tiga program ini khusus dipersembahkan bagi pengguna Android.

Orbot adalah penyedia proxy gratis untuk aktivitas di Dunia Daring yang lebih aman. Di sini Tor digunakan untuk mengenkripsi lalu lintas selama beraktivitas di Dunia Daring dan kemudian menyembunyikan aktivitas tersebut dengan cara memantulkannya ke beberapa komputer di dunia.

Sedangkan Orfox befungsi layaknya Tor sebagai mesin pencari.

Kemudian Signal sendiri merupakan program pengirim pesan dan panggilan suara yang terenkripsi.

Signal dari berbagai segi sangat mirip dengan Whatsapp kecuali bagaimana cara melayanai privasi pengguna mereka.

Meski terlihat sama-sama menggunakan fitur enkripsi untuk melindungi berbagai komunikasi, berkas yang dibocorkan Snowden menjelaskan bahwa program yang akhirnya diakuisisi oleh Facebook ini ternyata memberikan layanan keamanan yang manipulatif.

Dunia Daring Yang Lebih Aman

Tren sekarang baik dalam hukum, kebijakan, maupun teknologi, sangat mengancam anonimitas. Kondisi seperti ini sungguh akan merusak kemampuan untuk berbicara dan membaca dengan bebas di Dunia Daring.

Kecendrungan seperti ini justru menawarkan kerusakan baru bagi keamanan nasional dan beragam infrastruktur penting suatu negara. Komunikasi antar individu, organisasi, perusahaan, dan tentu pemerintah itu sendiri menjadi semakin rentan terhadap analisis.

Sangat penting untuk meminimalisir tindakan pengintaian massal guna menunjang aktivitas mencari, menerima, dan menyebarkan informasi yang lebih aman.

Pilihan terbaik untuk mengamankan diri dari dunia yang telah membentuk rupa seperti ini adalah dengan lebih berhati-hati dan mulai berhenti untuk meng-Ada-kan indentitas asli di Dunia Daring!