Pandemi Corona telah merontokkan semua sektor kehidupan tak terkecuali. Sektor yang paling terdampak dirasakan adalah sektor ekonomi.  Juga sektor lain, misalnya pendidikan, kesehatan, perdagangan dan sektor-sektor lainnya. 

Tetangga saya mempunyai usaha kerajinan tas, dengan pegawai kurang lebih 10 orang. Terpaksa harus berhenti produksi karena terimbas corona. Tas-tas tersebut sedianya setiap hari disetor kepada pedagang-pedagang di Malioboro Yogyakarta dan Bali, serta beberapa kota di Indonesia. 

Ada juga tetangga kampung yang mempunyai usaha travel agent dan persewaan mobil. Sebelum pandemi setiap akhir pekan, unitnya selalu habis disewa orang. Sekarang terpaksa harus menjual beberapa unit mobilnya untuk menutup cicilan mobil dan juga untuk memehuhi kebutuhan hidup.

Diatas adalah contoh begitu ganasnya corona yang tidak hanya menyerang kesehatan, tetapi juga kantong kita. Tetapi kita sebagai insan yang diberi akal dan pikiran oleh Tuhan, tidak boleh menyerah begitu pada keadaaan.

Ada beberapa quote yang bisa kita jadikan penyemangat di masa pandemi ini. Seperti lagunya Nike Ardilla di era 90an. “Seberkas cahaya terang yang akan menyinari hidupku”. Atau kalau mau jauh lagi waktunya, quote yang bisa kita jadikan pegangan adalah bukunya RA Kartini, “Habis gelap terbitlah terang”.

Melihat pandemi yang begitu dahsyatnya mencabik-cabik perekonomian, entah sampai kapan akan berlalu. Bisa kita jadikan ini sebagai peluang usaha. Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengikuti seminar wirausaha. 

Saya masih ingat apa yang disampaikan pemateri tersebut. Jadi intinya, peluang usaha itu tercipta dari kejelian kita menemukan masalah yang dialami masyarakat. Dan kita mencoba untuk menawarkan solusinya. Nah, solusi yang kita tawarkan itu bisa disebut sebagai usaha baru.

Awal mula usaha ojek online di Indonesia karena adanya masalah yang dialami masyarakat dalam mendapatkan layanan transportasi motor (ojek) dan juga taksi. Misalnya, saya harus jalan kaki dari rumah menuju jalan besar untuk mendapatkan abang ojek atau menyetop taksi. 

Dan kenyataannya belum tentu ada pangkalan ojek yang dekat dengan rumah saya. Atau untuk mendapatkan layanan taksi pun harus menunggu lama bahkan tidak ada yang lewat. Karena jalan besar tersebut memang jarang sekali taksi yang lewat. Tentu saja ini menjadi masalah bagi saya dan masyarakat.

Tetapi dari kacamata pengusaha, masalah yang dialami masyarakat ini bisa dijadikan peluang usaha. Dan peluang usaha ini ditangkap oleh Grab, Go Jek, Maxim atau vendor lainnya, dengan melihat masalah yang ada di masyarakat dan menjadikannya peluang usaha.

Kembali ke pandemi corona, bagi Anda yang ingin bangkit dari keterpurukan karena terkena PHK atau usahanya tidak bisa jalan, jadikan permasalahan selama pandemi ini sebagai peluang usaha. Tentu saja dengan mempertimbangkan potensi pasar dan juga modal yang kita miliki.

Salah satu contoh masalah yang dialami masyarakat pada masa pandemi adalah masih takut untuk berbelanja keluar. Baik untuk berbelanja kebutuhan primer seperti konsumsi sehari-hari atau kebutuhan sekunder seperti baju dan kebutuhan rumah tangga lainnya. 

Masalah yang dialami masyarakat ini, bisa kamu jadikan peluang usaha. Misalnya Anda bisa mulai usaha menjadi penyedia jasa untuk membelikan kebutuhan sembako bagi masyarakat. Anda bisa memanfaatkan media sosial yang familiar dan banyak dipakai masyarakat seperti Whatsapp, Facebook atau Instragram.

Masalah lain yang dihadapi masyarakat adalah pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah. Ini banyak dialami oleh orang tua siswa yang mempunyai anak sekolah. Metode pembelajaraan jarak jauh ini, tentu saja mempunyai banyak kekurangan dan permasalahan. 

Salah satunya adalah daya tangkap siswa terhadap pelajaran yang disampaikan guru secara daring. Masih banyak kita dapati siswa yang tidak paham dengan pelajaran yang disampaikan secara daring. Walaupun sebetulnya pada pembelajaran tatap mukapun masih banyak siswa yang masih tidak paham.

Bagi Anda yang mempunyai jiwa pendidik, bisa memanfaatkan masalah ini untuk dijadikan peluang usaha. Misalnya dengan membuka jasa les privat dari rumah ke rumah. Tentu saja harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat, agar kamu dan siswa kamu aman semuanya.

Bagi Anda yang sudah mempunyai usaha akan tetapi sekarang berhenti karena pandemi, coba untuk beradaptasi dengan keadaan. Cobalah untuk memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial.  Gunakan media sosial sebagai media promosi dan memperluas pangsa pasar.

Anda dapat menggunakan media sosial sebagai etalase digital yang banyak digunakan oleh masyarakat seperti Facebook, Instagram atau bahkan Whatsapp. Atau juga bisa meletakkan produk-produk Anda di marketplace, seperti Shoppe, Bukalapak, Lazada dan lain sebagainya. 

Penggunaan media sosial dan marketplace sebagai etalase digital ini tidak membutuhkan modal. Karena bisa Anda dapatkan secara gratis. Tetapi dibutuhkan koneksi internet dan paket data untuk HP Anda. Modal lain yang harus Anda siapkan adalah ketrampilan dalam membuat konten yang menarik. 

Selain itu, Anda juga harus sering memantau media sosial Anda setiap saat. Untuk melihat notifikasi pemesan produk atau chat dari calon pembeli. Kemudian merekap pemesanan dan juga mengirimkan kepada pemesan. 

Sekali lagi, kita harus yakin bahwa ada celah atau peluang di setiap keterbatasan. Temukan masalah dan cari solusinya itu merupakan potensi usaha. Dan yang tidak kalah penting adalah adaptasi dengan perubahan jaman, kalau tetap ingin bertahan.