Pernahkah kamu merasa cemas? Saat kecemasan menyerang, kita akan merasa seperti ada jeratan yang ada di dalam diri kita, detak jantung meningkat atau telapak tangan menjadi berkeringat. Kecemasan sering kali berlalu begitu saja, tetapi terkadang tidak.

Sebenarnya apa sih anxiety atau kecemasan itu? Jadi anxiety adalah respon dari pikiran dan tubuhmu  terhadap hal yang membuat kita stres, hal yang berbahaya atau asing. Misalkan kamu akan memberikan pidato di depan banyak orang. Tanganmu mulai gemetar dan kakimu terasa lemas seperti jelly. Kamu mungkin akan berpikir kalau kamu ketakutan dan seperti tidak siap. Walaupun terasa aneh dan tidak nyaman, ini adalah bentuk respon tubuhmu mempersiapkan diri untuk melakukan tugas yang ada. Anxiety juga bisa terjadi dalam situasi lain, seperti saat kamu berjalan sendirian di tempat gelap atau jika kamu tiba-tiba tersesat di kota yang tidak dikenal.

Penyebab dari anxiety itu sebenarnya relatif dan tergantung orang yang mengalaminya. Kita bisa menyebut penyebab anxiety sebagai ‘trigger’ atau ‘pemicu’. Trigger ini bisa berupa objek, konsep atau peristiwa yang menyebabkan anxiety. Dalam penggunaannya, anxiety (kecemasan), (worry) kekhawatiran, fear (ketakutan), dan kepanikan semuanya menggambarkan tingkat emosi yang berbeda. Anxiety adalah perasaan yang disebabkan oleh trigger dan dapat membantu tubuh untuk menghadapi stres, hal yang berbahaya, dan situasi asing. Kemudian keadaan kecemasan yang berkelanjutan disebut worry (kekhawatiran). Ketika penyebab kecemasan atau kekhawatiran menjadi lebih besar itu dikenal sebagai fear (ketakutan). Lalu, ketakutan secara berkelanjutan dan dalam bentuk yang ekstrim dikenal sebagai kepanikan.

Ada beberapa bentuk dari anxiety yang berkelanjutan dan ekstrim, misalnya ‘panic attack’. Apa sih panic attack itu? Jadi panic attack adalah ketakutan secara berkelanjutan dan intens. Gejala orang yang mengalami panic attack yaitu berkeringat, merasa kesakitan, detak jantung meningkat, merasa susah bernapas, susah berkonsentrasi, tiba-tiba menangis, dan muncul pikiran-pikiran negatif dalam diri. Ini hanyalah beberapa gejala yang biasa dirasakan orang ketika mengalami panic attack. Nyatanya, ada ratusan gejala yang bisa terjadi dalam tingkatan dan kombinasi yang berbeda-beda. Panic attack bisa terasa sangat menakutkan dan kacau dengan gejala yang terjadi secara simultan.

Kemudian ada anxiety disorder (gangguan kecemasan) merupakan kelainan mental atau jiwa yang ditandai dengan mengalami kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan pada tingkat yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Otak dapat menangkap rangsangan yang bukan merupakan ancaman yang sebenarnya, dan memicu respons dalam otak. Hal ini dapat menyebabkan serangan panik yang tidak dapat dijelaskan, di mana semua gejala ada, tetapi tanpa dasar yang terlihat. Anxiety disorder seakan menghasilkan jeratan yang mulai mengganggu hidup kita. Penyebabnya yaitu faktor fisik, pengaruh lingkungan, pengaruh genetik, dan pengalaman yang membuat trauma.

Lalu ada fobia. Phobia atau fobia adalah ketakutan ekstrim dan irasional terhadap suatu objek atau situasi. Seseorang yang memiliki fobia akan bereaksi terhadap pemicunya dengan rasa cemas atau panik. Fobia umum yang dimiliki orang misalnya claustrophobia atau ketakutan akan ruang tertutup. Orang dengan fobia ini cenderung merasa cemas saat menggunakan lift atau pergi ke tempat keramaian. Fobia umum lainnya adalah aerophobia (ketakutan terbang), arachnophobia (ketakutan pada laba-laba), acrophobia (ketakutan pada ketinggian), trypanophobia (ketakutan pada jarum), dan sebagainya.

Jika kamu mengalami hal-hal yang telah dijelaskan di atas, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan terapis. Selain itu, berikut adalah beberapa saran untuk mengatasi kecemasan, ketakutan dan masalah lainnya yang terjadi pada dirimu. Pertama, biarkan dirimu terbiasa dengan ketakutan itu selama 2-3 menit setiap kali. Bernapaslah dan katakan, "Tidak apa-apa”. Rasanya memang tidak enak, tetapi emosi seperti lautan, ombaknya mengalir dan surut.  Setelah itu, sibukkan dirimu dalam aktivitas yang menurut kamu menyenangkan dan mengasyikkan.

Kedua, tuliskan hal-hal yang kamu syukuri. Lihat daftarnya ketika kamu merasa berada di tempat yang buruk. Lalu, ingatkan dirimu bahwa kecemasan kamu adalah gudang kebijaksanaan. Tulislah sepucuk surat, “Kekhawatiran yang Terhormat, aku tidak lagi terintimidasi oleh kamu. Tidak ada yang bisa kamu lakukan kepadaku”. Selanjutnya yaitu olahraga. Latihan dapat memfokuskan kembali pikiranmu. Baik kamu berjalan-jalan sebentar, pergi ke gym, atau memutar video yoga selama 15 menit di rumah, olahraga tidak hanya dapat membuat kamu lebih santai tetapi juga bisa membuatmu bersemangat menjalani hari.

Cara yang terbaik untuk mengatasi anxiety yaitu dengan bersikap baik pada diri sendiri. Ingatlah memiliki anxiety tidak akan membuatmu menjadi orang yang lemah. Beberapa orang mungkin tidak akan mengerti dan itu tidak apa-apa. Kamu harus tahu bahwa dirimu lebih kuat dari pada yang kamu bayangkan. Bahkan saat kamu mengatakan “aku tidak bisa”, nyatanya kamu bisa melewatinya dengan baik. Kamu pasti bisa melepaskan diri dari jeratan yang mengikatmu.